========================================
Dan beginilah kehidupan para peyakin sejati; tak hanya satu saat dalam
kehidupannya, Ibrahim sebagai ayah dan suami, Rasul dan Nabi, harus
mengalami pertarungan batin yang sengit. Saat ia diminta meninggalkan
isteri dan anaknya berulang kali dia ditanya Hajar mengapa. Dan dia
hanya terdiam, menghela nafas panjang, sembari memejamkan mata. Juga
ketika dia harus menyembelih Isma’il. Siapa yang bisa meredam
kemanusiaannya, kebapakannya, juga rasa sayang dan cintanya pada
sesibir tulang yang dinanti dengan berpuluh tahun menghitung hari.
Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, “Jika ini
perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami.”