By Republika Newsroom Selasa, 01 Desember 2009 JAKARTA--Diturunkannya porsi sukuk Indosat menjadi Rp 200 miliar dari rencana sebelumnya sebesar Rp 500 miliar karena sedikitnya permintaan investasi dalam bentuk syariah.''Turunnya porsi sukuk Indosat karena permintaan di instrumen investasi syariah tersebut kecil,'' kata Corporate Communication PT Indosat Adita Irawati di Jakarta, Selasa (1/12).
Dikatakan, dari hasil penawaran awal diketahui minat investor sukuk tidak terlalu besar.Namun, turunnya porsi sukuk memperbesar porsi obligasi konvensional yang semula sebesar Rp 1 triliun menjadi Rp 1,3 triliun. Perseroan tetap menjalankan rencana awal dengan total obligasi Indosat yang diterbitkan sebesar Rp 1,5 triliun.''Perseroan hanya mengakomodir permintaan yang ada,'' kata dia. Di sisi lain, Adita mengatakan, turunnya porsi sukuk Indosat tidak berkaitan dengan penundaan pembayaran utang Dubai World. Kasus tersebut tidak berkaitan secara langsung karena sukuk yang dikeluarkan dalam bentuk rupiah yang diserap oleh pasar domestik, meski ada sebagian kecil yang ditawarkan ke investor asing. Meski porsinya diturunkan, imbalan sukuk ijarah IV-2009 tetap setara dengan kupon obligasi konvensional. Untuk seri sukuk ijarah seri A dengan tenor lima tahun kupon sebesar 11,25% atau setara dengan imbalan sebesar Rp 28 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp3,15 miliar per tahun. Dan untuk sukuk ijarah seri B dengan tenor tujuh tahun kupon sebesar 11,75% atau setara dengan Rp 172 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp 20,2 miliar per tahun. fia/kpo http://zanikhan.multiply.com/profile

