Assalamu'alaikumShahabatku yang baik…
Bagaimana kebahagiaan mu hari ini? Semoga,
ia selalu engkau peluk, dijaga dan dirawat agar betah bersama jiwa. Sehingga
setiap kali anda dan saya berbersahabat dengan siapapun. Ada desakan dalam diri
mereka menjadikan kita kawannya.. Karena dalam cerahnya wajah yang kita
tunjukkan, cerminan kebahagiaan dalam diri.
Tadi jam 11.40 setelah selesai perkuliahan,
pulang menuju tempat istirahat. Saya bertemu dengan orang-orang yang
mengabdikan dirinya demi kemanfaatan orang lain. Mereka telah memutuskan
pekerjaannya pada bidang tersebut. Mungkin bagi kita dan kebanyakan orang,
enggan untuk melakukan pekerjaan itu. Tapi bagi
pribadi-pribadi bertanggung jawab, Kehalalan merupakan keberkahan terindah.
Sementara itu, bulan hijriah sedang kita
jalani. Bagi ummat muslim ada perayaan besar bulan ini. Yaitu hari Raya Qurban.
Musim ini juga banyak membawa berkah bagi penjual kambing dan sapi. Hewan
qurban yang dijual tentu yang terbaik. Sebagaimana diperintahkan. Dan ini telah
menjadi saksi sejarah terjadi pada habil dan qabil dalam pengorbanan mereka.
Sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia.
Naluri kita senang hal-hal yang indah dan baik. Buktinya, setiap hari kita
berusaha untuk tampil prima. Ketika beranjak ketempat ibadahpun, kita
dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan dengan wewangian. Sungguh hal
yang jorok dan menjijikkan tidak kita senangi.
Begitulah dengan apa yang dilakukan oleh
orang-orang itu. Mereka bekerja dengan kondisi yang berbau, kurang nyaman
dihidung.
Mungkin bagi mereka telah menjadi hal biasa. Bertemu dengan indera penciuman
saja, saya mungkin juga anda kurang nyaman. Bagaimana dengan mereka melihat dan
bahkan bersetuhan dengan nya ?
Jejak langkah sentuhan mereka,
menghadirkan sejuta makna dalam diri. Sungguh menginspirasi, patut untuk
diapresiasi. Menghargai dengan uang mungkin tidaklah banyak mereka terima.
Namun lebih dari pada itu, sepantasnya dipersembahkan. Ungkapan Terima Kasih,
bisa jadi hal berharga.
Terima kasih sangatlah mudah terucap dari
mulut. Dihitung dari biaya, tidak sedikitpun mengurangi simpanan kita. Namun
terkadang, dizaman kompetisi ini, dua kata itu menjadi sulit bagi sebagian
orang. Entah enggan, atau merasa jatuh martabat nya. Namun ini kenyataannya.
Dekat tempat saya tinggal. Ada seorang
bapak berkacamata, rambut sudah memutih, kulitnya tidak sekencang kita lagi.
Mengenakan baju putih, celana biru. Topi yang beliau kenakan bertuliskan
Satpam. Setiap pagi dan siang hari, saya menyaksikan beliau menyebrangi
siswa-siswi sekolah dasar yang bahagia itu. Dengan penuh cinta dan kasih
sayang. Tugasnya mungkin kita anggap kecil. Mungkin tidak disadari, berapa anak
telah beliau hidarkan dari kecelakaan lalu lintas? Sungguh ungkapan Terima
kasih, sepatutnya kita berikan.
Di hotel berbintang daerah slipi. Saya
pernah melihat, bagaimana seorang anak muda, sedang membersihkan lantai tempat
kita buang hajat. Tidak hanya itu, tempat yang kita duduki melepaskan
hasratpun, Setelah dia bersihkan dengan pembersih. Kemudian di lap mengunakan
tangannya, memastikan tidak ada sisi yang tak dibersihkan. Jabatan mereka
mungkin pada level terbawah dalam struktur organisasi. Tapi saya tidak dapat
membayangkan. Apakah hotel tersebut masih ada pengunjungnya, bila tanpa ada
mereka? Sungguh patas penghargaan Terima kasih.
Bila ramadhan telah tiba. Biasanya,
sebagian orang mulai kebingungan. Karena pembantu selama ini yang selalu siap
meringankan tugas rumah tangga, akan segera mudik. Bahkan ada yang berani
menawar gaji dua kali lipat, agar tidak mudik. Sehari saja pembantu sakit. Kita
bisa merasakan betapa besar kontribusi mereka. Sungguh mereka pantas mendapat
terima kasih.
Demikian juga kehidupan berumah tangga.
Ungkapan terima kasih kepada istri atau suami adalah mutlak. Karena ia sudah
rela untuk menua bersama Anda. Sebagai anak, kita telah dibesarkan dengan penuh
cinta dan kasih sayang oleh ayah ibu kita. Tidak hanya orang tua kandung,
tetapi juga kepada mertua. Yang telah percaya dan menitipkan putri tercintannya
kepada anda..
Bahkan, bapak Gede prama pernah bertutur. Orang-orang yang membenci, menfitnah
dan berbuat jahat
kepada anda. Sepantasnya anda beri penghargaan terima kasih kepada mereka.
Karena merekalah, kita menjadi tau dan faham akan makna Cinta dan Kasih
Sayang.
Shahabatku yang penuh Cinta kasih
Masih terlalu banyak dalam kehidupan ini
patut kita ungkap dengan Terima kasih.
Bukan hanya hal-hal besar, tetapi kita mulai dari hal terkecil disekeliling
kita. Karena sesuatu yang besar, dulunya bermula dari yang kecil.
Akhirnya, Hanya Terima kasih yang bisa saya ucapkan kepada anda. Hingga huruf
terakhir ini, masih setia bersama saya. Dan orang-orang yang saya ceritakan
tadi. Mereka adalah Pembersih Tinja.
Bogor 3 Desember 2009
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com