ada pantun neh buat yang melarang jilbab di BPR "Sore-Sore manggang Kebab " " Hare gene ngelarang Jilbab ??? "
"Subuh-Subuh Masak Sayur Lodeh " "Adduuuh Capeeek Dech " hohohoho Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita Terima !! www.telagaalkautsar.wordpress.com Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia --- Pada Jum, 11/12/09, Muflikha Zahra D.H <[email protected]> menulis: Dari: Muflikha Zahra D.H <[email protected]> Judul: Bls: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 11 Desember, 2009, 1:37 AM Salut dah buat Ibu Tanti. Mungkin itu memang rencana Allah agar Ibu mencari peluang usaha di tempat yang lebih dingin dan menyejukkan serta meninggalkan tempat dan uang yang panas yang panasnya terus memanas. Insya Allah sesudah ada kesulitan akan ada kemudahan,.. Percayalah Bu,.. Pengalaman yang diderita oleh Bu Tanti dan teman2nya mungkin sebenarnya sudah banyak terjadi, hanya kurang terupdate aja. Nah yang jadi masalah sekarang adalah, bagaimana dengan Bank Syariah??? Hal tersebut perlu dipertanyakan. Beberapa bank Syariah mensyaratkan karyawatinya menggunakan baju yang tidak terlalu lebar dan kerudung yang dimasukkan dengan dalih agar lebih rapi dan seragam, sehingga sedap dipandang. Badanpun harus tinggi atau ideal dengan wajah yang lumayan cakep or cantik sesuai standar mereka. Berdasarkan survei yang saya lakukan ke beberapa orang, beberapa akhwat sangat menyayangkan hal tersebut. Mereka menganggap, bahwa Bank Syariah yang membawa nama Syariah, harusnya bisa lebih Syar'i, baik dari operasional maupun performance dari para karyawannya. Namun kenyataannya, saat ini beberapa bank Syariah lebih mementingkan penampilan fisik dunawi daripada penampilan fisik ukhrowi,.. Wallahua'lam bisowab,.. Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mobile : 085292747168 Email : zahra_...@yahoo. co.id SEMANGAT!!! PRIBADI TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!! ALLAHU AKBAR!!! --- Pada Kam, 10/12/09, Muhammad kamil Al farisi <toshib...@yahoo. com> menulis: Dari: Muhammad kamil Al farisi <toshib...@yahoo. com> Judul: Bls: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Kepada: fos...@yahoogroups. com Tanggal: Kamis, 10 Desember, 2009, 5:17 PM Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat) , Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (Qs: 2:275) Itulah janji Allah Bahwa Orang Yang Memakan riba tidak dapat berdiri melainkan berdirinya orang yang kemasukan syaitan....so wajar saja kalo direktur BPR itu menerapkan peraturan layaknya peraturan syaiton. itulah hukuman bagi orang yang memakan riba, meraka membabi buta untuk melawan aturan aturan yang sudah di tetapkan Allah....laykanya orang gila.. Dan untuk Ibu Tanty saluut dan memang harus keluar dari lingkaran syaiton tersebut, kalo tidak, bisa jadi pemikiran kita tidak jauh berbeda dengan direktur BPR tersebut.... itulah janji Allah yang akan Menghukum Orang2 yang memakan Riba. Semoga kita semua bisa semakin menjauhi yang namanya RIba... RIBA GO TO HELL Muhammad Kamil Go Syari'ah.... .!!!!!! Dari: Rahmadsyah Mind-Therapist <rahmad.aceh@ yahoo.com. sg> Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Kam, 10 Desember, 2009 12:41:19 Judul: Re: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Allahu akhbar... Mudah-mudahan kita semua mampu mengikuti langkah yang diambil oleh Ibu Tanty. Rabbana La tuziqqulubana ba'da izhadaitana wahablana min ladunka Rahmah. Innaka Antal wahhab... RAHMADSYAH Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook. com/rahmadsyah www.rahmadsyahnlp. blogspot. com --- On Wed, 9/12/09, Hakim Hakim <hakim_center@ yahoo.co. id> wrote: From: Hakim Hakim <hakim_center@ yahoo.co. id> Subject: Bls: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab To: fos...@yahoogroups. com Date: Wednesday, 9 December, 2009, 1:51 PM setelah baca info ini...kok saya semakin miris melihat keadaan ini..... sebelumnya saya pribadi mengacungi jempol buat ibu tanty yang sudah membuat keputusan yang sangat super dan luara biasa. karena belum tentu semua orang bisa mengambil keputusan tersebut. pendapat saya neh....buat dirut BPR tesebut ada beberapa masukan.. 1. mending sekolah pancasila lagi deh... 2. kalau gak tau pancasila, suruh buat pengakuan dosa..... 3. mendingan suruh jualan sandal aja deh..... saya juga heran..padahal tepat saya bekerja dirutnya kebanyakan non muslim..tapi aman-aman saja kok..... saya kira dirut bpr itu harus dipecat. untuk pk walikota probolinggo. ..tunjukan bahawa anda adalah pemimpin idaman umat. hakim ka Fossei jOgja --- Pada Rab, 9/12/09, SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> menulis: Dari: SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com> Judul: {FoSSEI} Dipecat dari Bank Gara-gara Pakai Jilbab Kepada: "fossei group" <fos...@yahoogroups. com> Tanggal: Rabu, 9 Desember, 2009, 5:09 AM Padahal Tanty Widjiastuti sudah 14 tahun bekerja di BPR Angga Perkasa. Surabaya Post - Toleransi umat beragama di Probolinggo sedang diuji. Tanty Widjiastuti (36), karyawati Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Angga Perkasa, Kota Probolinggo dipecat gara-gara mengenakan jilbab. Padahal UUD 1945 (Pasal 29) menjamin kemerdekaan seseorang untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agamanya. Sebagai warga negara, Tanty, karyawati yang sudah sekitar 14 tahun bekerja di BPR Angga seharusnya juga mendapatkan jaminan untuk menjalankan agamanya. Atas kesadarannya sendiri, Tanty bermaksud mengenakan jilbab saat bekerja di BPR di Jl. WR Soepratman, Kota Probolinggo. Disayangkan, hari pertama ia mengenakan jilbab, 25 November 2009 lalu berbuntut. Keesokan harinya, Tanty mengaku diminta menghadap Dirut BPR Angga, Angga Surya Wijaya. Perempuan itu dihadapkan pada pilihan dilematis, tetap berjilbab dengan risiko berhenti bekerja atau melepas jilbabnya jika ingin tetap bekerja.Tanty memilih kehilangan pekerjaan yang ditekuninya sejak 14 tahun silam. "Saya ingin menjalankan ajaran agama dengan cara menutup aurat dengan jilbab," ujarnya, Rabu 9 Desember 2009. Apalagi jilbab bukan halangan untuk tetap bekerja. "Banyak karyawati bank di Probolinggo, baik bank pemerintah maupun bank swasta yang berjilbab,"” ujarnya. Di BPR Angga sendiri, sepengetahuan Tanty, tidak ada peraturan tertulis yang melarang karyawatinya mengenakan jilbab. "Dulu saat pertama kali bekerja, memang ada peraturan lisan, karyawati tidak boleh berjilbab," ujarnya. Mengingat peraturan tidak tertulis itu, Tanty sempat goyah. Dua hari pertama, 23-24 November 2009, Tanty mengenakan jilbab dari rumah. Begitu sampai di BPR Angga, jilbab itu dilepas dan dipakai kembali dalam perjalanan pulang. Barulah pada 25 November 2009, Tanty memberanikan diri tetap mengenakan jilbab saat bekerja. "Dengan berjilbab, saya merasa lebih nyaman dan aman," ujarnya. Hanya berselang sehari, Tanty dipanggil Dirut BPR Angga. "Kata Dirut, ini bukan bank syariah. Dirut juga mengatakan, pemegang saham BPR Angga 90 persen non-muslim," ujar Tanty. Dirut pun mengingatkan, agar Tanty tidak mengenakan jilbab. "Saya jelaskan, saya lebih nyaman mengenakan jilbab karena memang saya seorang muslim," ujarnya. Bahkan selama dua hari mengenakan jilbab, Tanty yang bekerja sebagai account officer mendapat sambutan baik dari para nasabah BPR Angga, yang mayoritas muslim. "Bahkan, teman-teman karyawati juga bermaksud menyusul saya mengenakan jilbab," ujarnya. Sejumlah karyawati BPR Angga selama ini juga melakukan “buka-tutup” jilbab karena takut disemprit manajemen bank. "Sebagian teman, berangkat mengenakan jilbab, sampai di kantor dibuka kembali karena takut dengan managemen, pulang pakai jilbab lagi," ujar Tanty. Terkait pendirian Tanty yang tetap mengenakan jilbab saat bekerja, managemen BPR Angga menilai lain. Tanty dinilai berani menentang perintah. Akhirnya ia diminta membuat surat pengunduran diri. "Saya pun membuat surat pengunduran diri pada 1 Desember lalu,” ujarnya. Sementara itu Dirut BPR Angga Perkasa, Angga Surya Wijaya mengakui, memang ada imbauan tidak memakai jilbab bagi karyawatinya. "Itu bukan peraturan formal, hanya sebatas imbauan. Itu untuk menjaga image bahwa bank kami bukanlah bank syariah," ujarnya kepada wartawan. Angga juga mengakui, 90 persen pemegang saham BPR Angga non-muslim. Sedangkan karyawan dan nasabah bank sebagian besar (95 orang) justru beragama Islam. "Selama ini saya tidak pernah mendengar keluhan tentang peraturan tersebut. Baru kali ini," ujarnya. Sikap manajemen BPR Angga yang diskriminatif terhadap karyawatinya memantik reaksi keras. Termasuk dari Walikota Probolinggo HM. Buchori SH MSi, Ketua MUI Kota Probolinggo KH Romli Bakir, dan Ketua DPRD, HM Sulaiman serta wakilnya, Abdullah Zabut. "Saya menyesalkan tindakan managemen BPR Angga. Tolong, masalah kerja jangan dikait-kaitkan dengan masalah keyakinan," ujar walikota. Walikota menambahkan, kalau karyawati kinerjanya tidak produktif atau melanggar perjanjian kerja, wajar dipecat. "Tetap kalau hanya karena berjilbab kemudian dipecat, ini tidak masuk akal," ujarnya. Walikota mengaku, bakal memanggil Dirut BPR Angga. "Dirut akan saya panggil. Jangan samakan dengan Eropa, ini Probolinggo yang masyarakatnya agamis," ujar HM. Buchori. Disinggung kemungkinan guncangan ekonomi terkait ancaman sebagian nasabah yang akan menarik dananya (rush) dari BPR Angga, walikota hanya tersenyum. "Ini bank kecil, BPR kan tidak akan mempengaruhi perekonomian di Probolinggo, " ujarnya. Laporan: Ikhsan Mahmudi | Surabaya Post • VIVAnews http://zanikhan. multiply. com/profile Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis) Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

