Asw. 
Isu GCG

salam
ABS


----- Forwarded Message ----
From: aziz setiawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, December 15, 2009 11:08:27 PM
Subject: [ekuinteknas] Sohibul Iman: Isu Good Governance Jangan Jadi 
Perseteruan Pribadi

  
Perseteruan Aburizal Bakri dengan Sri Mulyani sempat mengemuka pekan lalu di 
saat Pansus Hak Angket Bank Century baru saja dibentuk. Menteri Keuangan 
mengatakan bahwa Ketua Partai Golkar itu tidak suka dengannya jadi ia tidak 
berharap Pansus akan memihak kepadanya. Tak ayal, pernyataan itu membuat geger 
dan semakin menguatkan indikasi bahwa ada dominasi kepentingan tertentu dalam 
tubuh Pansus. Reporter eramuslim.com mewawancarai Dr. Sohibul Iman, mantan 
Rektor Universitas Paramadina yang juga anggota Komisi XI DPR-RI dari F-PKS, 
sesaat setelah menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda STEI SEBI, Sabtu 
(12/12/09) lalu.

Bagaimana tanggapan Anda terkait pemanggilan Sri Mulyani oleh Pansus DPR?
Itu bagus ya, semua yang terkait diundang. Yang penting tuh, semua dibuka, itu 
aja. Jadi jangan ada sisi gelap. Karena dalam sisi gelap itulah banyak orang 
yang disebut free-rider, mencari untung sesaat, jangka pendek. Buka aja, kalau 
punya niat baik, buka semua.
Bagaimana dengan pernyataan miring masyarakat yang menganggap Pansus telah 
ditunggangi kepentingan politik tertentu?
Pasti, itu (kepentingan politik-red) pasti ada. Makanya, kalau semua punya niat 
baik, buka aja. Kalau masih ada yang nggak berani membuka berarti masih ada 
kepentingan politik. Kalau tujuannya adalah good governance, penegakan good 
governance, buka semua, tapi kalau ada yang diumpet-umpetin, berarti mereka 
niatnya hanya untuk mencari keuntungan politik sesaat, kekuasaan. Kalau memang 
niatnya good governance, buka. Sampai kepada lapis ketujuh aliran dana pun, 
buka.
Mengenai anggaran Rp5 milyar, apa tidak terlalu besar?
Ah, kalau itu saya nggak lihat itu (besarnya-red) . Pansus itu kan kerjanya dua 
bulan ya. Wartawan yang melihat, saya nggak bisa kasih komentar. Itu relatif, 
besar-kecil relatif. Tergantung load pekerjaan. Lihat aja lah. Wartawan lihat 
kalau nggak logis, sampaikan aja.
Soal perseteruan Sri Mulyani dengan Aburizal Bakri, tanggapan Anda?
Jadi, menurut saya, sangat naif. Persoalan besar, good governance di perbankan 
menjadi sekadar isu perseteruan pribadi. Memang dari dulu mereka berseteru. 
Mulai kasus Lapindo, kemudian penghentian suspen saham Bumi, sampai kemarin 
kepada persoalan divestasi Newmont. Sri Mulyani inginnya dibeli oleh pemerintah 
baik pusat maupun daerah, tapi kan Ical mau masuk. Begitu diganti Sri Mulyani 
sama Hatta Rajasa, nah, ini lolos. Ada perseteruan yang belum selesai. Menurut 
saya, ini harus dihilangkan kalau memang itu mendominasi kerja Pansus, menurut 
saya, ruginya bangsa ini.
Ada kemungkinan jika Pansus dipengaruhi oleh perseteruan itu?
Itu dia. Dia harus membuktikan bahwa dia nggak ada kepentingan bahwa dia tidak 
terlibat. Selama belum bisa membuktikan, orang berhak mencurigai. Kalau memang 
iya, tolong buktikan bahwa memang tidak ada kepentingan perseteruan pribadi itu.
Menurut Anda, bagaimana optimisme kinerja Pansus Hak Angket BC?
Saya melihat karena mereka baru, saya lihat beberapa kredibel. Beberapa, 
menurut saya, kurang kredibel, artinya untuk sebuah kerja besar seperti itu. 
Tapi secara keseluruhan, saya ingin optimis. Saran saya, semua elemen civil 
society, baik media maupun LSM terus awasi, jangan putus asa karena DPR itu 
kalau tidak diawasi, susah.
Ke mana muara kasus BC ini?
Nanti itu hasil dari Pansus itu kan. Ada ranah yang harus ke jalur hukum, ada 
yang memang aspeknya, aspek administrasi, politik, kebijakan, nanti ada. Kalau 
memang tujuan kita corporate governance, good governance, harus ada empat ranah 
yang harus diusut.
Pertama, kejahatan perbankan, ini masih banyak. Jadi, kalau sekarang Tantular 
ditahan empat tahun, itu karena satu kasus, yaitu dia tidak memenuhi Letter of 
Commitment pertambahan modal, ternyata dia bohong padahal kejahatan dia yang 
lain, yang tadi saya bacakan banyak sekali. L/C fiktiflah, segala macam, itu 
kalau diakumulasi, bisa seumur hidup tuh dia. Ini Pansus harus mendorong ini.
Kedua, masalah lemahnya pengawasan Bank Indonesia, masih belum jelas, itu 
diungkap.
Ketiga, masalah keputusan bail out itu, keputusan penyertaan modal sementara 
itu.
Keempat, para free-rider, orang-orang yang setelah ada keputusan itu, dia 
kemudian memanfaatkan keputusan itu untuk kepentingan- kepentingan, misalnya, 
ditengarai ada pihak terkait begitu dimasukkan oleh LPS duit, ada pihak terkait 
yang ambil uang padahal sebenarnya secara aturan nggak boleh. Keempat ini 
bongkar, bahwa kemudian di situ ada orang-orang yang harus bertanggung jawab, 
ya proses baik itu proses secara politik atau hukum.
Jadi, tujuan dasarnya jangan berpikir menjatuhkan orang, jangan dulu, tapi 
harus dipikirkan good governance. Setelah dalam proses pengungkapan good 
governance itu ada orang yang harus bertanggung jawab, baik secara hukum maupun 
politik, itu diproses. Tapi jangan dari sekarang, yang penting, Sri Mulyani 
jatuh, itu nggak benar, pasti nggak akan benar Pansus. Semua harus berangkat 
dari politiknya. Kalau soal jatuh-jatuhan kan politik, tapi kalau masalah good 
governance kan semua yang punya niat baik, insyaAllah akan sepakat. (Ind)
http://www.eramusli m.com/berita/ bincang/sohibul- iman-jangan- 
biarkan-persoala n-good-governanc e-menjadi- isu-perseteruan- pribadi.htm

Nilai Aset Perbankan Syariah Akan Tembus Rp124 Triliun Pada 2010
Pertumbuhan perbankan syariah dinilai optimis dalam tahun-tahun mendatang dan 
peluang perbaikan sistem ekonomi nasional lewat penegakan Good Corporate 
Governance (GCG) di perbankan syariah bisa terwujud. Ini disampaikan Dr. 
Sohibul Iman dalam orasi ilmiah pada Sidang Terbuka STEI SEBI pekan lalu 
(Sabtu, 12/12/09) di TMII.
Dalam orasinya bertajuk 'Penegakan Good Corporate Governance untuk Mereduksi 
Kejahatan pada Perbankan Nasional', Sohibul mengusulkan penegakan GCG bisa 
dimulai dari perbankan syariah yang sudah mulai berkembang dengan baik. Hal ini 
sejalan dengan optmisme Bank Indonesia akan pertumbuhan perbankan syariah pada 
tahun-tahun mendatang.
“Menurut proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan aset perbankan syariah di 2010 
paling pesimis bisa tumbuh 26% dan paling optimis bisa tumbuh hingga 81%. Jika 
skenario optimis tercapai, nilai aset perbankan syariah di 2010 akan mencapai 
Rp124 triliun,” ujar Sohibul yang pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina.
Selain itu, Sohibul juga mengisyaratkan penerapan GCG pada perbankan syariah 
dapat diwujudkan melalui empat hal. Pertama, otoritas fatwa perbankan syariah 
nasional yang independen dan kredibel; kedua, Dewan Pengawas Syariah yang 
mencukupi, berkualitas, dan profesional. Ketiga, auditor eksternal dan auditor 
syariah yang independen.
Ditambahkan Sohibul, “Diperlukan juga sistem internal kontrol dan manajemen 
resiko yang tangguh, sistem transparansi pengelolaan Bank Syariah yang 
mencukupi, dan perangkat regulasi yang sesuai dengan karakteristik perbankan 
syariah.”
Sidang Terbuka SEBI digelar dalam rangka Wisuda Program Sarjana Ekonomi Islam 
TA 2009/2010. Sidang dibuka oleh Ketua STEI SEBI, Sigit Pramono, dan dihadiri 
pula oleh Menkominfo, Tifatul Sembiring untuk melepas para wisudawan.
Sebanyak 85 wisudawan/wati menghadiri acara itu didampingi oleh sanak famili 
dan teman. Yang menarik dari angkatan ini adalah 65 orang di antara lulusan 
tersebut telah bekerja.
Ketua Panitia Sidang Terbuka SEBI, Endang A. Yani, mengatakan kredibilitas 
lulusan SEBI telah diakui oleh banyak lembaga keuangan syariah di negeri ini. 
“Jumlah lulusan yang telah bekerja sebelum diwisuda adalah sebanyak 65 orang 
dari total 85 wisudawan. Artinya, hanya sekitar 20% di antaranya yang belum 
bekerja,” ujarnya.
Tampil sebagai lulusan terbaik SEBI adalah Dani Gunawan dari Program Studi 
Akuntansi Syariah dengan IPK 3,76 dan Ues dari Program Studi Manajemen 
Perbankan Syariah dengan IPK 3,52. (Ind)

http://www.eramusli m.com/berita/ nasional/ nilai-aset- perbankan- 
syariah-akan- tembus-rp124- triliun-pada- 2010.htm


 


      

Kirim email ke