Manhaj Haroki Dalam Hijrah NabiSirah Nabawiyah21/12/2009 | 04 Muharram 1431 H |
Hits: 575Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah dakwatuna.com - Sebuah rencana makar
telah difokuskan oleh kaum musyrikin Mekah kepada Rasulullah saw., hal ini
dilakukan setelah mereka berkali-kali gagal melakukan upaya menghalangi
mencegah, mengintimidasi, menteror dan sebagainya. Sasaran utama mereka adalah
para pengikut Rasulullah yang terdiri dari orang-orang lemah dan tidak
memiliki dukungan kuat dari kabilahnya maupun tokoh yang memiliki kekuatan.
Semua cara kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang kafir musyrik ternyata
tidak mampu menghentikan harakah dakwah. Maka mereka pun mencoba menggunakan
cara-cara lain, yaitu dengan cara “mudahanah” seperti dengan bujukan, rayuan
dan mengajak kompromi dan sebagainya, intinya adalah agar Rasulullah berhenti
tidak lagi menyerukan dakwah Islam kepada mereka,Mereka menginginkan agar
kalimat tauhid “La Ilaha Illallah”
tidak lagi berkumandang di muka bumi. Namun Rasulullah sedikit pun tidak
bergeming dari tekadnya untuk terus menyampaikan dakwah ini kepada seluruh
manusia sampai Islam jaya di muka bumi atau beliau binasa dalam
memperjuangkannya.Ketika orang-orang kafir mengetahui bahwa dakwah Rasulullah
diam-diam terus berkembang tidak hanya di kalangan keluarga atau teman-teman
dekatnya, akan tetapi mulai di dukung oleh orang-orang di luar kaum Quraisy,
bahkan orang-orang dari luar kota Mekah, maka bertambahlah kekhawatiran mereka
karena jika Muhammad dapat keluar dari negerinya pasti akan menyusun kekuatan
bersama para pengikutnya untuk memerangi mereka, maka mereka pun segera
berkumpul di “darun nadwah” sebagai tanda keseriusan dan kebulatan tekad untuk
mengakhiri dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah.Mereka bermusyawarah untuk
menyatukan kata sepakat sebagaimana dilontarkan oleh Abu Jahal , yaitu
kumpulkan para pemuda, preman dan para algojo dari semua
kabilah kemudian mereka dipersenjatai dengan senjata lengkap, selanjutnya
diinstruksikan kepada mereka secara serentak untuk membunuh Muhammad. Hanya
dengan cara inilah mereka bisa lega dari gangguan dakwah Muhammad,
kalkulasinya adalah jika Muhammad terbunuh keluarga besarnya tidak akan mampu
berhadapan dengan semua kekuatan kabilah mereka.Allah SWT mengungkapkan rencana
makar mereka di dalam ayat Al-Quran :“ Dan ingatlah ketika orang-orang kafir
telah bersepakat untuk melakukan makar kepadamu, untuk menangkap atau
membunuhmu atau mengusirmu, mereka berbuat makar dan Allah pun membuat makar
untuk mereka dan makar Allah adalah lebih baik dari makar mereka” (Al-Anfal,
30)Musuh-musuh Islam senantiasa beranggapan bahwa dengan terbunuhnya Muhammad
atau pemimpin dakwah , maka tidak akan ada lagi perlawanan dari para
pengikutnya, tidak ada lagi jihad dan gerakan revolusioner dari pengikutnya.
Anggapan ini jelas tidak benar, karena sesungguhnya
semangat perjuangan Islam tidak akan pernah berhenti dengan terbunuhnya sang
pemimpin karena setiap diri orang beriman adalah pemimpin.Upaya yang
sia-siaMaka dapat kita baca dalam sejarah atau kita saksikan bahwa semua upaya
orang-orang kafir untuk membunuh tokoh dakwah hanya akan sia-sia saja dari
usahanya. Karena Islam adalah sebuah gerakan individu dan jamaah, sebuah
gerakan ruhiyah aqliyah dan jasadiyah yang tak terpisahkan satu sama lainnya,
maka ketika musuh-musuh Islam berhasil untuk menghabisi gerakan Islam dengan
jalan membunuh pemimpinnya tidaklah berarti habis pula gerakan Islam itu
sendiri. Banyak contoh di beberapa negara muslim yang telah terbunuh
pimpinannya namun perjuangan pengikutnya justru semakin menggelora bagai rantai
yang tak terputus. Jika satu terputus menjadi syahid akan tumbuh beribu calon
syuhada yang akan menunggu.Langkah dan sarana menuju kemenanganSarana strategis
dan penting untuk mengantarkan kemenangan yang dapat
diambil dari peristiwa hijrah antara lain :Tidurnya Sahabat Ali ra di tempat
tidur Rasulullah, hal ini menunjukkan betapa pentingnya gerakan Islam
menjalankan kewajiban ikhtiar dan persiapan dalam segala sesuatunya untuk
menghadapi musuh meski sesungguhnya seluruh kekuatan itu di gantungkan kepada
Allah SWT. Tidurnya Ali bin Ai Thalib adalah sebuah kesiapan total yang
meliputi harta dan jiwaKeluarnya Rasulullah di waktu siang yang panas terik,
karena sesungguhnya waktu siang panas terik bagi kebanyakan orang-orang Arab
adalah waktu qailulah, waktunya orang beristirahat tidur sebentar di siang
hari, maka sikap ini mengandung makna kerahasiaan dan upaya untuk menghindar
dari pengawasan pandangan mata kebanyakan orang.Keluarnya Nabi dari celah
dinding rumah Abu Bakar, bisa jadi rumah Abu bakar As-Siddiq adalah bagian dari
wilayah pengamatan orang-orang musyrikin dari sekian banyak rumah yang ada, hal
ini menunjukkan upaya untuk menghindar pandangan orang
yang senantiasa mengawasi rumah seseorang di mana pada umumnya pengawasan itu
terfokus pada pintu sebagai kelayakan orang keluar dan masuk rumah. Maka
keluarnya nabi dari rumah Abu Bakar As-Siddiq melalui celah dinding merupakan
upaya rahasia untuk menjauhkan dari pengamatan dan pandangan musuh.Arah menuju
Gua Tsur, jika rencana untuk membunuh Nabi di kota Mekah sudah tidak bisa
dihindari, maka berarti jalan menuju kota Madinah adalah fokus pengawasan bagi
pasukan berkuda dari orang-orang kafir yang telah di siap siaga kan agar Nabi
tidak bisa sampai ke kota Madinah. Begitu kira-kira logika berfikir umumnya
orang, karena ke sanalah memang arah dan tempat yang akan dituju oleh Nabi.Maka
menguasai dan menghalangi langkah musuh berarti terselesaikannya perang secara
cepat dan praktis dengan lawan.Ketika Nabi mengarahkan langkahnya ke gua tsur
maka langkah ini dapat di katakan sebagai upaya mengalihkan analisa dari
musuhnya dan sekaligus membuyarkan
nya.karena Gua tsur tidak berada di jalan menuju Madinah.Berita-berita di kota
Mekah, Abu Bakar as-Siddiq menyuruh anaknya Abdullah untuk memantau berita yang
dibicarakan orang-orang kafir tentang Nabi dan ayahnya di siang hari, untuk
kemudian kembali disampaikan kepada keduanya di malam hari., maka Nabi dan Abu
Bakar tidak sekadar bersembunyi untuk waktu tertentu seukuran waktu orang
melakukan perjalanan ke Madinah, akan tetapi juga harus mengetahui secara
langsung atas kerahasiaan langkah dan upaya yang dilakukannya, sejauh mana yang
dilakukan oleh musuh. Nabi memastikan diri untuk dapat memantau sikap dari
musuhnya .Mengatur perbekalanInilah peran yang diamanahkan kepada Asma binti
Abu Bakar, selama Rasulullah dan ayahnya berada di dalam gua untuk beberapa
waktu, seandainya suplai makanan terputus kemungkinan besar Rasulullah dan
orang tuanya akan mati kelaparan. Anda bisa bayangkan seorang Asma binti Abu
Bakar seorang anak perempuan dengan segala
keterbatasannya dibanding saudara lelaki nya Abdullah bin Abu Bakar, namun
demikian ia mampu memerankan tugasnya yang demikian pentingPenghapusan bekas
jejakMengikuti bekas jejak adalah petunjuk yang dapat menemukan persembunyian
Rasulullah dan Abu Bakar as-Siddiq di dalam gua.Demikian pula ketika Abdullah
dan Asma yang setiap hari mendatangi gua, maka tugas Amir bin Fuhairah dialah
yang menghapus bekas jejak keduanya.Inilah sebuah pelajaran berharga yang dapat
di pelajari oleh para pemuda dan pemudi jika ia bersungguh-sungguh
mempelajarinya, inilah pelajaran dari kerja-kerja rahasia dengan pemahaman yang
dalam dan detail, sebuah strategi yang sangat di perlukan dalam menghilangkan
jejak agar tidak bisa dibaca oleh musuh.Berkesinambungan selama tiga
hariHari-hari pertama keberadaan Rasulullah dan Abu Bakar As-Siddiq di dalam
gua adalah hari di mana seluruh tempat di kota Mekah dalam pengawasan dan
pemantauan yang ketat oleh orang-orang kafir, mereka
begitu intens dan ketatnya melakukan pencarian terhadap Rasulullah hingga
kesemua pelosok untuk menemukan tempat persembunyiannya.Tiga hari adalah waktu
yang di butuhkan untuk menyisirnya sudah mereka pergunakan dengan optimal, maka
jika lebih dari tiga hari Rasulullah tidak segera meninggalkan kota Mekah
sementara Abdullah dan Asma masih terus menjalankan tugasnya, tentu orang-orang
kafir akan melihat dan menilai lain dari apa yang dilakukan oleh Abdullah dan
Asma hal ini sangat memungkinkan untuk diketahuinya tugas rahasia keduanya dan
akan mudah terbongkar tugas yang di jalankan nya.Peran dan campur tangan
kekuatan langitOrang-orang kafir telah melakukan upaya habis-habisan untuk
menemukan Rasulullah dan Abu Bakar As-Siddiq, seluruh tanah dan pegunungan di
kota Mekah telah disisir rata tak sejengkal pun yang terlewatkan dalam
pencariannya, pencarian pun berakhir di sekitar gua tempat Rasulullah dan Abu
Bakar As-Siddiq bersembunyi. Abu Bakar berkata
pada Rasulullah, Ya Rasulullah ada seseorang yang melihat persembunyian kita,
Rasulullah menjawab : tidak ya Abu Bakar, Malaikat akan menutupi kita dengan
kedua sayapnya. sesaat kemudian orang tersebut membuang hajat di depan mulut
gua, Rasulullah pun menegaskan : jika ia melihat persembunyian kita, tentu ia
tidak akan melakukannya. Maka berdoa kepada Allah dengan kerendahan hati dan
kesungguhan dan bermohonlah pertolongan-Nya.Tugas manusia hanyalah melakukan
ikhtiar dengan memaksimalkan potensi dan kekuatan yang dimilikinya, karena
sesungguhnya kekuatan Allah lah yang akan menjawab keterbatasan yang dimiliki
oleh manusia, karena sesungguhnya Allah lah yang menjadikan ketenangan dan
kecukupan pada diri manusia, setelah manusia menyerahkan kembali urusan dan
kekuasaan kepada-Nya.Memanfaatkan dari pengalaman orang-orang musyrikKetika abu
Bakar As-Siddiq menyewa Abdullah bin Uraikith sebagai pemandu perjalanan beliau
bersama Rasulullah. Saat itu Abdullah
bin Uraikith adalah seorang Musyrik. ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dalam
konteks seperti ini dapat dilakukan selama ada jaminan keamanan, artinya
rencana rahasia yang akan dilakukan tidak akan tersebar kepada orang-orang
musyrikin. Maka gerakan dakwah pun dapat mengambil manfaat dari potensi yang
ada pada non muslim selama berpeluang dan kemudian ada garansi kepercayaan ke
amanahan dari pihak non muslim tersebut.Ketika Abu bakar As-Siddiq ditanya oleh
Rasulullah : siapakah orang yang bersama dengan engkau? beliau menjawab : ini
adalah orang yang akan memberi petunjuk jalan dalam perjalanan, pada orang itu
ada jalan yang dapat menunjukkan kebaikan, inilah kecerdasan dan firasat
seseorang yang dapat melakukan langkah cerdas tanpa harus berdusta dalam
memanfaatkan potensi lawan.Menyikapi orang seperti SuroqohPenting bagi harakah
Islamiyah untuk mengambil pelajaran dari sikap yang dilakukan oleh Rasulullah
terhadap orang seperti Suroqoh-
Kemampuan menyikapi lawan, bagaimana mengambil hati lawan kemudian bekerja
sama dengannya sehingga dapat memperoleh kemenangan dari potensi lawan
tersebut.- Dalam perjalanan menuju tegaknya daulah Islam terkadang ada
perjanjian dan kerjasama dengan musuh, yang penting bagaimana kita bisa mencari
bagian yang jelas yang dapat menguntungkan dan mendatangkan ketenangan kita,
soal nanti bagaimana itu hal lain.- Mengambil posisi aman dari lawan
yang bisa berubah sikap dan menyatakan keberpihakan dan kepercayaan kepada
kita, sekalipun seseorang dalam satu sikap memusuhi Islam di sisi lain pada
dirinya ada peluang untuk mendapat hidayah untuk menjadi muslim. Allahu a’lam
Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/