Mencari Sepotong Roti Di "Kulkas" Alam Rusia

oleh Syaripudin Zuhri
Selasa, 22/12/2009 07:47 WIB
 Cetak |  Kirim |  RSS
Untuk mempertahankan hidup dan kehidupan manusia dengan cara dan
potensi masing-masing berkerja atau mencari nafkah. Ada berbagai
pekerjaan yang terkadang mengandung resiko maut, pilot, supir, masinis
dll, ada juga pekerjaan yang duduk manis di kantor-kantor dengan kursi
empuk dll, namun diatas semua banyak yang menarik yang dapat kita
pelajari dari kehidupan orang-orang di Rusia, khususnya di kota
Moskow.

Tidak banyak yang ingin saya ceritakan mengenai pekerjaan tersebut,
sesuai dengan tema di atas " mencari sepotong roti di kulkas alam "
ada tiga pekerjaan yang saya mau bahas yaitu, pedagang, tukang bersih
salju ( petugas kebersihan ) dan melayani ummat. Ketiganya berada di
Moskow dan saya jumpai secara langsung di bulan Desember 2009 ini,
jadi masih "hangat" ditengah tengah kehidupan Moskow yang sedang
membekukan, karena suhu berkisar antara minus 15 - 25 derajat celcius,
akibatnya mobil sayapun ikut " kaput" ( mati, kata orang Rusia alias
mogok ), sudah ganti aki baru, busi baru, masih mati juga, tidak tahan
kali dengan dinginnya alam atau memang mobil sudah ujur ( Opel 1993 ).

Kembali pada pekerjaan, yang pertama pedagang,  kita di Indonesia
menyebutnya PKL ( Pedagang Kaki Lima ), pedagang Mingguan, loh kok
Mingguan, ya mereka bukanya seminggu sekali ( cikal bakal pasar Minggu
kali ) mulai hari Jum'at sore sampai Minggu sore dan kebetulan ada di
sisi jalan tempat saya tinggal di jalan Donskaya ( Di Moskow banyak
jalan yang di ujungnya kata " kaya" itu terjadi karena kasus dalam
tata bahasanya, makanya jangan heran bila kita menemukan kata-kata,
Balsoispaskaya, Novokuznetskaya, Donskaya, Fiatniskaya,Tretyakovskaya
dll, makanya orang Moskow tidak ada yang "miskin" alias "kaya" semua.
)

Nah di jalan inilah PKL itu dagang, yang kita mau kaji bukan
dagangannya, tapi semangat mencari "sepotong " roti itu, bayangkan di
tenga-tengah suhu minus 17 derajat celcius mereka tetap dagang, dengan
hanya di lapisi tenda ( terbuat dari plastik parasit), bukan tembok
beton, bayangkan mereka mulai dari jam 10 pagi ( rata-rata kehidupan
di Moskow mulai jam 10 pagi ) sampai jam 19.00 mereka di ruang
terbuka, di jalanan.

Yang di dalam apapartement saja dinginya bukan main, ini di lapangan,
di jalanan, namun mereka tetap menjalani rutinitas kehidupan. Yang
lebih memperihatikan adalah penjaga barang tersebut, karena saat malam
tiba ( padahal gelapnya sudah sejak jam 16.00 karena sudah magrib di
musim dingin ini ) mereka tetap di jalanan dan tidur di dalam truk
barang dagangan mereka !
Melihat kondisi tersebut, masihkah kau mengeluh dalam menjalani
kehidupan atau mencari pekerjaan di Indonesia, yang tidak menemui suhu
seekstrim di Rusia ? Atau masihkah kau tidak mau bersyukur atas
pekerjaan yang sudah kau miliki ?

Pekerjaan yang kedua , pengeruk salju atau petugas kebersihan. Coba
lihat, petugas kebersihan naik ke atap gedung, makin tinggi gedungnya
ya tentu mereka makin berat pekerjaannya, dalam arti resiko yang
mereka tanggung makin tinggi, karena saat dingin tersebut mereka harus
tetap membersihkan salju di atas gedung, dengan resiko nyawa, bila
terpelesat atau tali pengamannya putus. Lagi-lagi kita yang jalan
biasa saja kedinginan, nah mereka sambil kedinginan tetap harus
bekerja di luar, di atap gedung, subhanallah.

Melihatnya saja kita sudah ngeri... apalagi melakukannya, itulah
hidup. Dan para petugas kebersihan tetap saja menjalani hidupnya, "
Mencari sepotong roti di kulkas alam " Nah masihkah kau mengeluh
dengan pekerjaanmu ? Jika dibandingkan dengan mereka pekerjaan kita
belum "apa-apa" Resiko yang mereka tanggung lebih berbahaya dan
hebatnya, mereka tetap menjalaninya dengan senang hati.

Ketiga, pekerjaan melayani ummat, ini membuat kaget, sang imam yang
masih muda, ternyata tamatan Al Azhar, Cairo, Mesir. Paseh sekaligus
Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Yang lebih terkejut (tepatnya
membahagiakan ) ... sang imam muda ini memimpin "Mushollah atau
Madrasah " di Rayon Novokasino, rayon di ring luar kota Moskow. Kenapa
membahagiakan? Karena setahu saya baru ada lima Masjid di Moskow, nah
ternyata ada tambahan Musholah, aduh senangnya bukan main, ketemu
saudara sesama muslim, tanpa di duga-duga. Lalu apa yang mau diambil
pelajaran dari sang imam muda ini ?

Ya tentu saja semangatnya, di negara Rusia di mana komunis sudah
tenggelam, telah lahir imam muda dari kalangan orang Rusia sendiri.
Ketika sang imam membaca ( tepatnya dihapal ) surah Al Mulk ... ya
Allah merdunya bukan main,.... surat tersebut di baca ketika sang imam
muda ini akan memimpin sholat jenazah.

Alhamdulillah, sang imam adalah contoh generasi muda muslim Rusia.
Nah itulah tiga pekerjaan alias " mencari sepotong roti di kulkas alam
Rusia " yang dapat ditarik hikmahnya, antara lain: Pertama, bahwa
hidup dimanapun, seberat apapun, tetap harus dijalani.

Kedua, pekerjaan yang berat akan terasa ringan, bila dilakukan dengan
senang hati. Ketiga, iklim yang membekukan bukan halangan untuk
mencari karuniaNya, lihat burung gagak itu, sangat optimis dan tetap
mencari makanan di tengah-tengah salju !
Ketika keluh masih ada, lalu dimana rasa syukurmu ?
Terima kasih. Sampai jumpa lagi.



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke