By Republika Newsroom Selasa, 05 Januari 2010 JAKARTA--Islamic Development Bank (IDB) menargetkan dana sebesar 288,5 juta dolar AS untuk pembiayaan sejumlah proyek di Indonesia pada 2010. Setidaknya ada tujuh proyek yang kini sedang dalam pipeline.
Field Representative IDB untuk Indonesia, Makhlani, mengatakan pembiayaan sejumlah proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen IDB dalam membantu mengembangkan sektor infrastruktur dan pendidikan di Indonesia. "Jumlah proyek yang sedang dalam pipeline di 2010 senilai 288,5 juta dolar AS. Tak menutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah lagi," kata Makhlani saat ditemui Republika, Selasa (5/1). Tujuh proyek yang sedang dalam pipeline di 2010 adalah untuk sektor pendidikan, kesehatan, transportasi, fasilitas umum, dan pertanian. Di 2009 lalu IDB telah menyalurkan pembiayaan total 240,2 juta dolar AS untuk empat proyek di sektor transportasi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Empat proyek tersebut adalah untuk pengembangan pusat penelitian kesehatan dan dua rumah sakit universitas sebanyak 70 juta dolar AS, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri sebesar 83 juta dolar AS, proyek pelabuhan komersial Belawan senilai 87 juta dolar AS, dan proyek lingkungan senilai 200 ribu dolar AS. Dalam beberapa tahun terakhir pembiayaan IDB bagi Indonesia pun mengalami peningkatan. Makhlani mengungkapkan di 2007 IDB mencatat pembiayaan sebesar 130 juta dolar AS bagi 10 proyek, di 2008 tercatat 159,2 juta dolar AS untuk lima proyek. "Dari tahun ke tahun pembiayaan terus meningkat. Dengan adanya peningkatan ini menunjukkan IDB memiliki perhatian besar bagi Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim," jelas Makhlani. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri IDB dengan modal ditempatkan sebesar Rp406,49 juta (4,74 persen), dimana sejumlah Rp93.936 juta telah disetor. Sejak bergabung pada 1974 sampai 2009 total persetujuan kumulatif pembiayaan kelompok IDB mencapai 1,7 miliar dolar AS untuk 114 pengoperasian di seluruh Indonesia. Tercatat portofolio IDB di Indonesia dalam kurun waktu 1974-2009 masing-masing sektor layanan sosial sebesar 59 persen, pertanian 13 persen, pelayanan umum 11 persen, transportasi dan komunikasi 9 persen, industri 4 persen, bank islami 2 persen, dan sektor lainnya 2 persen. gie/taq

