--- On Tue, 1/12/10, aqied ajza <[email protected]> wrote:

From: aqied ajza <[email protected]>
Subject: Fwd: cerita OdoL dari Surga
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 12, 2010, 5:56 PM



---------- Pesan terusan ----------
Dari: aqied ajza <[email protected]>
Tanggal: 13 Januari 2010 08:55

Subjek: cerita OdoL dari Surga
Ke: [email protected]


ditulis oleh Made Teddy Artiana, S. Kom 

(fotografer yang hobby menulis) 


Cerita menggelikan ini kudengar ketika duduk dibangku SMA dulu. Cerita yang 
akhirnya tertulis begitu dalam di relung-relung hati. Cerita yang meskipun 
naif, namun bermakna sangat dalam. 

Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam 
penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. 
Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada 
sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat 
menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan 
diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat 
menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari 
itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan 
dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia 
meminta odol pada TUHAN ? 



Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan 
jawaban dari-NYA . Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun 
bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua 
yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta 
odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya 
harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele 
dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok 
hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak 
penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya. 



Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu 
memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri 
ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak 
akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, 
bibirnya berbisik : “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda 
itu”. Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya 
mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih 
mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun 
demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari 
diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. 
Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa 
sekaligus odolnya itu. 



Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya. 

“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas 
besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,” Demi TUHAN Pak !!! Saya 
tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak..!!!” 



Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu. 

“Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu 
meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!” 



“Tapi Pak…Sssa..” 

Brrrraaaaang !!!! 

Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk 
dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan. 

Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur 
sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan 
karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas. 



Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini 
karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan 
menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, 
pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? 
Aku yakin ia disini tadi malam. 



“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas 
dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang 
dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang 
bermimpi. 



“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran. 

“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab 
petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya 
itu buat kamu”. 



Petugas pun ngeloyor pergi. 

Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan 
sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya. 

Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN 
!!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan 
gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam 
kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak 
terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, 
sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa 
helai pakaian sehari-hari. 



~~~ 

Sahabat, Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah 
terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. 
Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan 
menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa 
jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti 
deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa. 



Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol 
pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika 
kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan DIA 
yang menciptakan kita. 



Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : 
“Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan 
berpesta pora setiap saat”. 

Jazakumullah khoir telah membaca...




dari notes fesbuk





      

Kirim email ke