Hasi akhir emang beda-beda... tergantung amal dan perbuatan aja he he he he, 
kidding. Kalo emang harus pindah ya udah lumayan ga gngisep asep rokok, to 
bukan menang kalah yang dicari. Sukur-sukur yang ngerokok sadar, toh kalo ga 
die sendiri yang rugi.
Bahkan pengalaman saya berbeda dengan apa yang ada di tulisan Brother Adit. 
Kadang ada yang matiin rokonya, terkadang ada yang sewot, bahkan terkadang ada 
yang ngajak berantem.... Pusing-pusing beli motor aj akhirnya... beres, cuman 
ngirup asep knalpot aj deh... ha ha ha. Emang ga pernah beres.
Harusnya UU industri rokok terbit segera. FYI, fakta bahwa:
(sumber YLKI):70% perokok adalah orang miskin dan rokok menempati urutan kedua 
dari belanjanya orang miskin setelah beras.(sumber Ustad pembicara, namanya 
lupa):Awal kenapa rokok ditetapkan makruh hukumnya oleh ulama terdahulu, 
dikarenakan pada saat itu (munculnya rokok), dampak yang diketahui pada saat 
merokok pada saat itu adalah hanya soal bau yang tidak sedap, sehingga 
diqiyaskan dengan makanan yang berbau tidak sedap, sehingga rokok dimakruhkan. 
Namun sekarang sudah tidak ada alasan dimakruhkan, sebab rokok merusak 
kesehatan (mendzalimi diri sendiri dan pemborosan).
Penelitian Bank Dunia sendiri menyatakan bahwa sebaiknya industri rokok sendiri 
dibatasi (menaikkan harga, bisa via cukai rokok). Dengan dibatasi atau 
tingginya harga rokok maka uang yang semula digunakan untuk membeli rokok 
tersebut (dan memang logikanya (argumennya) jelas), secara aliran uang, akan 
lari ke kebutuhan lain, dan dengan kata lain akan menggerakan ekonomi lain. 
Sukur-sukur kalo tepat sasaran akan menggerakan ekonomi riil kaum yang 
membutuhkan. So, ancaman bahwa dengan ditutupnya Industri rokok akan 
menghilangkan lapangan kerja secara signifikan tidak sepenuhnya tepat, sebab 
jumlah uang yang bisa di saving dan di konvert ke ekonomi yang lebih baik lebih 
signifikan.
So, buat yang merokok segera hentikan kebiasaan Anda, Lebih buuaaanyaaak 
ruginya daripada untungnya. 
Salam hangat.

--- Pada Sel, 12/1/10, Muflikha Zahra D.H <[email protected]> menulis:

Dari: Muflikha Zahra D.H <[email protected]>
Judul: Bls: {FoSSEI} OOT: Kalo merasa benar, knapa harus takut? (Kita pasti 
sering mengalami hal ini di angkot)
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 12 Januari, 2010, 11:24 AM















 
 



  


    
      
      
      Wah,... gue juga pernah ngalemin kayak gitu,.. bahkan berkale-kale, ..
Udah bilang seh,..

" Mas,.. rokoknya matiin donk,...sesak napas neh"

Tapi,... dianya malah sewot n ngusir gue,...

"Klo sesak napas,.. ya pindah aja cari tempat laen"

Nah,.. gue pindah,... dianya malah merasa menang,... bahkan bangga,...

"Sok loe,.. Aku dikalahin,.. ."

Nah,..Begemana toe,...!!!


Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile : 
085292747168  Email   : zahra_...@yahoo. co.id  SEMANGAT!!!  PRIBADI 
TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!!  

--- Pada Sel, 12/1/10, Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id> 
menulis:

Dari: Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>
Judul: Bls: {FoSSEI} OOT: Kalo merasa benar, knapa harus takut? (Kita pasti 
sering mengalami hal ini di angkot)
Kepada: fos...@yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 12 Januari, 2010, 8:08 AM







 



    
      
      
      Mantep Gan !!!!

abisin aje tu smokers !!
 Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput 
Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita Terima 
!! 

www.telagaalkautsar .wordpress. com 
Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia 


Dari: risnandar <risnand...@yahoo. com>
Terkirim: Sen, 11 Januari, 2010 08:01:09
Judul: {FoSSEI} OOT: Kalo merasa benar, knapa harus takut? (Kita pasti sering 
mengalami hal ini di angkot)








 



    
      
      
      Kalo merasa benar, knapa harus takut?


Share Yesterday at 8:46pm
By Aditya Nugraha
"Berani karena benar, takut karena salah"

Ini peribahasa yang sudah dari dulu diajarin oleh guru2 skolah dan ditulis 
jelas-jelas di sampul buku warna coklat dan kadang-kadang bergambar Donal Bebek 
ataupun Miki Tikus yang digambar secara silindris
 asimetris.

Tapi... Itu
 dulu. 
Skarang, Apa bener pribahasa itu masih berlaku?

Skarang bisa jadi pribahasa menjadi takut padahal benar, dan berani padahal dah 
jelas-jelas salah bin ngaco.

Maksudnya apa judul diatas?
Iya, guah mempertanyakan dimana ajaran berani karena benar dan takut karena 
salah itu skarang ini? 

Seperti contoh yg gw alami kmarin.

Pulang dari karawang, nyampe bogor jam 9 malam, hujan rintik. Gw masuk angkot 
03 dengan kondisi setengah kuyup, di pojok belakang. Di dalam angkot sudah 
lumayan penuh. Beberapa orang dewasa, seorang bapak, istrinya dan anak kecilnya 
2, serta bayinya.

Disinilah muncul ke- sosok DoGoL berikutnya.

Seorang pria, 30tahunan, duduk di belakang supir dan mulai merokok.

Dalam kondisi normal pun gua udah mulai sewot, apalagi dalam kondisi hujan. But 
what worried me, adalah ada bayi dan anak-anak di dalam mobil, dan kalau hujan 
asap rokok cederung statis dalam mobil.

masa
 gara2 seorang idiot merokok, 6 orang jadi perokok pasif? what an idiot.

Beberapa menit, mulai asapnya nyampe guah. Dan guah sangat teriritasi.
"Pak, maaf, rokoknya dimatikan dong Pak. Lagi Ujan. > Guah berasumsi dia paham 
karakteristik asap rokok.

Dogol diam. cuma melihat sekilas dan kembali merokok.

I repeated: "Pak, maaf pak. Ada anak-anak disini kena asap. 

Dogol sewot: " Ya udah kalo lo gak suka keluar aja, tu anak juga diem. Lu aja 
yang ribut!

Gua menoleh ke bapak2 dan istrinya. dengan tatapan : DON'T YOU BOTH REALIZE 
HE'S KILLING UR BABY SLOWLY, MATE?! Eh malah bapak itu malah meringkuk diam. 
Don't understand what kind of parents they are.

yah, susah kalo mo ribut ama perokok. Otaknya udah nyusut kek empal goreng. 
Drpd gua bengek sminggu gara2 asep rokok mending ganti angkotlah

okelah kalo begitu. Gua langsung bilang kiri, and keluar dari angkot.

Tp yang membuat gua terkejut
 adalah, pas gua turun, eh, orang2 di angkot pada turun juga. Practically, cuma 
perokok Dogol itu aja di angkot.

Nah lho.. kwak kwaw..

Secara pada gak mau mbayar, supir angkotnya pun panik. 7 orang x Rp2500 lumayan 
juga kalo ilang kan..

Jadi bolanya dilempar ke supir, mo ngangkut 7 orang ato ngusir si Dogol? si 
doDol juga belon tentu mau bayarin krugian..

So, singkat cerita, si Dogol diusir kluar angkot krn tetep gak mau matiin 
rokok, dan 7 orang naik lagi. Walopun si doGol ngedumel maki maki but I didn't 
care. Gua bisa naik angkot tanpa asap rokok and gak kesal

So, kalo merasa benar, ya berani berbuatlah. Jangan jadi pengecut dan 
berlindung dibalik pepatah "diam adalah emas, ato mengalah untuk menang". KALAU 
memang benar.

Pesan moral kedua adalah, kalau menemukan perokok di angkot dan duit banyak, 
ganti angkot ajalah, atau kalo duit mepet, carilah bayi untuk alesan. kalo gak 
ada bayi, ya bawalah masker ketika
 naik angkot.

and Yes, I hate smokers.
-a-
Link:http://www.facebook .com/notes/ aditya-p- nugraha/kalo- merasa-benar- 
knapa-harus- takut/2399794935 88

        Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
 Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

    
     








        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

    
     



 




        Apa dia selingkuh?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

    
     

    
    


 



  











      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke