Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta atau menyindir atau bahkan mengkritik mereka. Ini tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.
Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek bank syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan bondong2 pake bank syariah. Regards, Ahmad Ifham ________________________________ From: Bara Ampera <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank syariah gimana orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake bank syariah untuk keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan ribet ini. 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id> > > > > > > > > > > > > > > > > > >> > >> > >Thank You Pak Ali Hozy > >saya dah lama mempelahari pelbagai jenis kritik terhadap perbankan Syariah. >dari yang mulai Outstanding hingga Konstruktif dan ada juga yang "tidak pada >tempatnya" > >biarkan saja Pak Ifham ini mengkritik.. . sungguh beda karakter masyarakat >pengamal dengan masyarakat "pemikir". kalau Pak Ali Hozy saya sudah tak ragu >lagi dengan aktivitsas bapak di Bank Muamalat Indonesia (bener gak ? ). saya >pribadi pun punya otoritik tapi tidak tepat dikeluarkan semua disini. bukan >takut bukan merasa terancam tetapi butuh apa tidak ?? dan seberapa besar dejat >kebutuhan nya terhadap kritik itu. apakah sudah dimbangi dengan ilmunya apa >sama sekali melihat secara sekilas saja ?? > > > > > Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak: Teruslah Bergerak dan Jemput > Kemenangan Yang Allah T'lah Janjikan di Ujung Kegelapan Apapun yang Kita > Terima !! > >www.telagaalkautsar .wordpress. com >Mahasiswa Akuntansi Syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia > > > > > > ________________________________ Dari: ali > <ali.h...@yahoo. co.id> >Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com >Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 08:09:17 >Judul: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah > > > > > >> > >Semoga Allah,SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua anggota milis >MES tercinta ini, > >>Menurut saya sebenarnya silahkan saja siapa saja yang ingin menggugat bank >>syariah atau yang ingin mengkritik bank syariah mau pake title atau tidak >>yang penting harus memakai ilmu atau argumentasi kuat yang mendasarinya, >>jangan sampai kritikan tsb menjadi bumerang bagi si pengkritik sendiri. >>Berikut ini beberapa kritikan saya terhadap pernyataan di bawah ini yang >>mengkritik bank syariah : >> >============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= == >> From: Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> >>> Subject: [ekonomi-syariah] Menggugat Bank Syariah >>> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, fos...@yahoogroups. com >> >> Date: Wednesday, January 13, 2010, 10:08 AM > >>> Yang ada di benak saya saat ini adalah pertanyaan-pertanya an >>> seputar: "mengapa sih sistem dan praktek ekonomi syariah di Indonesia belum >>> sukses menggerakkan hati dan langkah masyarakat yang mayoritas muslim ini, >>> untuk menggunakannya? " >> >> >>> Nah, yang harus diperhatikan adalah beberapa hal: >>> 1. Kesesuaian antara konsep dengan praktek, sehingga memupuk kredibilitas >>> baik ataukah buruk. >>> 2. Bank syariah yang mengambil positioning "beda" dengan bank konvensional, >>> ternyata menggunakan sistem dan tolok ukur-tolok ukur yang sama, dan >>> kebetulan kondisi ini gak bisa dihindari karena memang harus tunduk dengan >>> aturan negara. >> >> 3. Entitas muslim seperti Departemen Agama (mayoritas muslim), parpol Islam, >> ulama, santri, akademisi, ormas Islam, belum sepakat tekad bulat tidak >> memakai bank konvensional. Ini masih >>> saya runut-runut, kenapa bisa begggitu? Darurat-kah? Atau bebalkah >>> orang-orang ini? Ataukah Tafsir Fiqih mereka lebih menguatkan bahwa hukum >>> bunga bank konvensional adalah boleh. > >>============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= = >>Jawaban saya : Entitas muslim tsb di atas yang masih menghalalkan bunga bank >>seperti pada saat keluarnya fatwa bunga bank haram th 2003 oleh MUI karena >>masih melihat secara parsial system suku bunga hanya sebagai interprestasi >>sebagai hak modal atas sebagian profit yang dituai debitor berkat uang yang >>dipinjamnya, padahal kenyataannya sekarang ini debitor banyak yang memakai >>uang pinjamannya bukan untuk aktivitas produktif (sector rill) seperti >>perniagaan barang dan jasa tapi untuk memutarkan uang tsb pada sector yang >>berbau spekulatif seperti untuk mengambil keuntungan pada instrument >>finansial market. > >>Belum melihat secara menyeluruh efek negatif dari system suku bunga bank tsb, >>coba lihat sekarang ini setiap tahun menurut BPK setiap tahun bangsa ini >>harus membayar bunga pinjaman 101 trilun bagaimana bangsa ini mau maju setiap >>tahun harus membayar bunga pinjaman sebesar itu belum cicilan pokok >>hutangnya... bagaiamana pemerintah bisa memberikan pendidikan gratis s/d >>perguruan tinggi, biaya kesehatan murah dan mencegah kerusakan hutan >>(lingkungan) ? >> >============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= >>> 4. (Silahkan jika ada ide lain). >>> 5. Ide "Menggugat Bank Syariah" memang muncul berdasarkan >>> pertanyaan-pertanya an awam, coz sebagian besar masyarakat kita kan awam. >>> TuL gak? So dalam KONTEKS INI, gak usah terlalu tinggi2 ditinjau dari segi >>> akademis. >> >> 6. Jika masyarakat yang pake bank syariah baru dua koma sekian persen, >> HARUSNYA ada faktor yang membuat agar masyarakat tahu, paham dan MEMAKLUMI >> benang merah penerapan ekonomi syariah di Indonesia dalam kondisi begini, >> masih dalam naungan konvensional, dan masih pasti ada faktor X yang >> menjadikan masyarakat maklum bahwa resiko untung rugi bukanlah yang utama. >> >============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= === >>Kriitikan saya : terlihat kalau mas ifham ini terlalu cepat mengambil >>pernyataan kesimpulan, kalau pengguna bank syariah itu baru dua koma sekian >>persen, Saudara dapat statistik dari mana? dari Bank Indonesia ? setahu saya >>angka 2 koma sekian persen dari BI tsb bukan pengguna tapi adalah asset bank >>syariah bila dibandingkan dengan asset bank konvensional. > >>Nah kalau berbicara asset adalah berbicara Dana pihak ke 3 dan kalau >>berbicara dana pihak ke 3, saya bertanya siapakah yang paling banyak >>menguasai perekonomian negara ini (atau yang menguasai perputaran uang) tentu >>saja adalah orang-orang nonpribumi yang notabene adalah non muslim yang >>tidak mempunyai ikatan batin seiman dg orang muslim yang tentu saja bukan >>perkara mudah mengajak mereka memakai bank syariah karena mereka sebagian >>besar banyak yang masih Islamphobia. > >>Saya bukan ingin rasial dg sudara-sudara kita orang nonpribumi saya hanya >>mengatakan realita yang ada bahwa perkembangan bank syariah tidak bisa lepas >>dari sejarah perkembangan ekonomi ummat islam yang sejak mulai jaman orde >>baru termarginalkan tidak diberikesempatan yang sama dg orang-orang >>nonpribumi oleh rezim orde baru , kita lihat saja konglomerasi sejak jaman >>orde baru s/d sekarang mayoritas adalah orang-orang nonpribumi. > >>Keadaan ini diperparah oleh kebijakan pemerintah sekarang yang membuka pasar >>bebas dengan negara cina yang tentu saja ini banyak mematikan pengusaha kecil >>yang mayoritas adalah orang muslim. > >>Kesimpulannya, kalau ingin bank syariah maju tidak bisa jalan sendirian >>perekonomian ummat islam juga harus maju tidak termarginalkan lagi. Coba kita >>lihat contohnya negara malaysia yang lebih membela pengusa pribuminya >>dibandingkan nonpribumi asset bank syariahnya cukup besar bila dibandingkan >>dengan di Indonesia... . > >>Salam > >http://alihozi77. blogspot. com > >>--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Yu Sin <hwarangyusin@ ...> wrote: >>> >>> Eh, orang awam tanpa titel (seperti saya misalnya) boleh ya "mnggugat" >>> Bank Syariah? Nanti dianggap "tidak level" dan sejenisnya. Kalau boleh sih >>> mungkin banyak ide/gugatan/ pertanyaan yg akan disampaikan, tapi kalau >>> "tidak boleh", ya silakan saja Bank Syariah jalan terus di awang2 atas awan >>> tanpa mau dikritik. >> >> >>> --- On Wed, 1/13/10, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> wrote: >>> >>> From: Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> >>> Subject: [ekonomi-syariah] Menggugat Bank Syariah >>> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, fos...@yahoogroups. com >> >> Date: Wednesday, January 13, 2010, 10:08 AM > >>> Yang ada di benak saya saat ini adalah pertanyaan-pertanya an >>> seputar: "mengapa sih sistem dan praktek ekonomi syariah di Indonesia belum >>> sukses menggerakkan hati dan langkah masyarakat yang mayoritas muslim ini, >>> untuk menggunakannya? " >> >> >>> Nah, yang harus diperhatikan adalah beberapa hal: >>> 1. Kesesuaian antara konsep dengan praktek, sehingga memupuk kredibilitas >>> baik ataukah buruk. >>> 2. Bank syariah yang mengambil positioning "beda" dengan bank konvensional, >>> ternyata menggunakan sistem dan tolok ukur-tolok ukur yang sama, dan >>> kebetulan kondisi ini gak bisa dihindari karena memang harus tunduk dengan >>> aturan negara. >> >> 3. Entitas muslim seperti Departemen Agama (mayoritas muslim), parpol Islam, >> ulama, santri, akademisi, ormas Islam, belum sepakat tekad bulat tidak >> memakai bank konvensional. Ini masih >>> saya runut-runut, kenapa bisa begggitu? Darurat-kah? Atau bebalkah >>> orang-orang ini? Ataukah Tafsir Fiqih mereka lebih menguatkan bahwa hukum >>> bunga bank konvensional adalah boleh? >>> 4. (Silahkan jika ada ide lain). >>> 5. Ide "Menggugat Bank Syariah" memang muncul berdasarkan >>> pertanyaan-pertanya an awam, coz sebagian besar masyarakat kita kan awam. >>> TuL gak? So dalam KONTEKS INI, gak usah terlalu tinggi2 ditinjau dari segi >>> akademis. >> >> 6. Jika masyarakat yang pake bank syariah baru dua koma sekian persen, >> HARUSNYA ada faktor yang membuat agar masyarakat tahu, paham dan MEMAKLUMI >> benang merah penerapan ekonomi syariah di Indonesia dalam kondisi begini, >> masih dalam naungan konvensional, dan masih pasti ada faktor X yang >> menjadikan masyarakat maklum bahwa resiko untung rugi bukanlah yang utama. >> >> 7. Sangat efektif jika bisa menggunakan strategi asosiasi bahwa perbandingan >> bank konvensional dengan bank syariah adalah bak daging babi dengan daging >> sapi. >>> Menyamakan persepsi yang begini nih gak gampang. >>> 8. Saya masih yakin bahwa ada strategi sosialisasi efektif yang gak butuh >>> biaya banyak. Cuma belum ketemu aja. >>> 9. Meskipun saya yakin 100% bahwa ekonomi syariah bisa diterapkan murni >>> jika negara murni syariah terlebih dahulu, namun saya juga musti realistis. >>> 10. Hmmm ada ide lain? >>> >>> Regards, >>> Ahmad Ifham >>> >>> >>> >>> > > >________________________________ Akses email lebih cepat. >> Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru >> yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

