--- Pada Kam, 21/1/10, Milik Pstti - PPs UI <[email protected]> menulis:
Dari: Milik Pstti - PPs UI <[email protected]> Judul: [INFO] MAJALAH SHARING JANUARI 2010 Kepada: "Milis Resmi PSTTI PPs UI" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 1:30 AM Majalah Sharing Edisi Januari 2010 : Apa tutur mereka, mengisahkan perjalanan karir menjadi bankir syariah yang mampu menggugah hati dan menarik untuk disimak. Karena Mereka Bukan Bankir Biasa... Salah satunya adalah : Ani Murdiati: “Ada Campur Tangan Tuhan” Bankir wanita ini merasa Tuhan mempermudah setiap transaksi yang dijalaninya. Perempuan tangguh satu ini sempat sering menangis ketika menghadapi beratnya tantangan mengelola bank syariah. Dikuatkan oleh doa, bank yang dipimpinnya lalu berhasil melakukan turnaround dan menjadi salah satu bank syariah terdepan di Indonesia. “Bukan hal mudah. Setiap hari saya mendapat tekanan. Semua terlewati karena campur tangan Tuhan, apalagi yang saya kerjakan untuk umat,” ujar Direktur Retail Banking Bank Mega Syariah (BMS), Ani Murdiati, kepada Reni Susanti dari Sharing. Over all, ia merasa bahagia menjadi bankir syariah. Lebih Berat di Bank Syariah Waktu masih bekeja di bank konvensional, Ani biasa memimpin cabang yang baru buka atau bermasalah untuk memperbaikinya. Bahkan, ada cabang baru buka yang empat bulan kemudian sudah bisa break even point (BEP). Namun itu bukan tantangan terberatnya sebagai bankir, justru itu dialaminya setelah pindah ke BMS. Bagaimana kisah karier perbankan Anda? Buat saya, ini sudah menjadi garis hidup. Karena basic pendidikan saya bukan ekonomi melainkan Biologi. Tapi dari sekian banyak lamaran yang dibuat, bank-lah yang menerima saya. Dari sana saya bekerja keras diawali dengan menjadi teller. Tapi disela-sela tugas, saya belajar back office, manajemen dan sebagainya. Kerja keras itu membuahkan hasil. Karier saya berjalan cepat. Baru 8 bulan, saya dipromosikan jadi head teller dan 14 bulan kemudian menjadi wakil kepala cabang. Lalu 14 bulan setelah itu naik menjadi kepala cabang. Saya biasanya memimpin cabang yang baru buka atau bermasalah untuk memperbaikinya dan alhamdulillah bisa terlewati. Bahkan ada cabang baru buka yang empat bulan kemudian sudah bisa break even point (BEP). Ketika bergabung ke Bank Tugu (sebelum BMS), PR saya berat. Capital Adequacy Ratio (CAR) minus 18% dan profit minus Rp 49 Miliar, sehingga tak ada orang yang mau menyimpan dananya. Namun semua bisa terlewati dengan baik pula. ............................................. Untuk selengkapnya Baca di majalah Sharing Edisi 37 Tahun IV Januari 2010 Dapat dibeli/dipesan di Sekretariat PSTTI, Kampus UI Salemba. Hub. 02193586649 (Ferry) Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

