Song by: Thufail al Ghifari Lyric by: Ustadzah Ir. Lathifah Musa Ketika Kami di USIA DINI Kalian pagari dengan tayangan kebebasan Para perempuan yang tak punya kehormatan Mengumbar aurat dan bangga Bangga dengan maksiat Bebas berbuat laki-laki dan perempuan Tak ada batasan saling merusak kesucian Kalian sebut ini kemodernan
Propaganda menyesatkan kalian cekoki kami Tentang ibu yang tak perlu taat suami Tentang Ayah yang tak harus jadi wali Tentang harus serupa perempuan laki-laki Tentang semua agama yang sama tinggi Padahal kami generasi penerus risalah Para Nabi Kalian telah rusak karakter-karakter keislaman kami Chorus : Wahai Ayah Ibu Wahai Guru-guru Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami Selamatkan hidup kami Seluruh remaja negeri ini Dari Gelombang Kehancuran Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka Ketika Kami MENJELANG BALIGH Kalian jauhkan kami dari al-Qur’an Kitab Suci Mulia, sumber utama pendidikan Wahyu Surga Hingga kami tak kenal Keagungan Rabb Agung Allah pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan dunia akhirat Kalian tanamkan bahwa asal usul manusia berawal dari protein yang menjelma menjadi hewan melata Kalian ajarkan materi tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan Kalian katakan kehidupan adalah reaksi sempurna unsur-unsur alam Dimana tak ada Allah yang boleh berperan mengatur manusia yang Ia ciptakan Lalu kalian kenalkan ide kebebasan mengatur hidup kami Dengan UU dan hukum yang telah kalian buat sendiri lalu campakkan kami dari Syariat Agung Pencipta kami Di atas jargon Kebebasan demokrasi basi Chorus : Wahai Ayah Ibu Wahai Guru-guru Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami Selamatkan hidup kami Seluruh remaja negeri ini Dari Gelombang Kehancuran, Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka Ketika Kami AQIL BALIGH Kalian katakan kami masih anak-anak Begitulah rekayasa Undang-undang Perlindungan Anak Kalian bilang kami masih di bawah umur, hanya karena usia kami baru dua belas tahun padahal kalianlah yang belum dewasa walau usia kalian sudah lebih dari delapan belas tahun Kamipun dibiarkan hidup bebas tak terikat Tak ada beban walau tinggalkan sholat Tak masalah walau umbar aurat Tak peduli hidup kami hanya untuk kesenangan sesaat Kalian cekoki kami dengan paham liberal hedonisme bebal Kalian sediakan kontrasepsi Agar seks bebas tak kami takuti sambil larang kami menikah dini Walau di usia yang Allah ijini Kalian sarankan kami untuk berzina dengan kondomisasi Chorus : Wahai Ayah-Ibu Wahai Guru-guru Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami Selamatkan hidup kami Seluruh remaja negri ini Dari Gelombang Kehancuran, Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka Ketika noda mencederai kehormatan dan terjadi Kehamilan Kalian menyebutnya Kehamilan tak Diinginkan Kalian ajarkan membunuh janin-janin bukan suatu kesalahan Dengan UU yang membolehkan Aborsi yang kalian legalkan Dan UU Kesehatan Reproduksi Remaja produksi setan Dan KINI Jadilah kami para pezina Jadilah kami pembunuh janin-janin yang meronta Kami pun lari ke lingkar Narkoba Terjangkit penyakit-penyakit berbahaya Merusak akal, fisik, masa depan dan jiwa Saat itulah kami menyaksikan dengan merana Jaringan Iblis Liberal tertawa Wahai anak cucu Adam, selamat menjadi bahan bakar Neraka ! Chorus : Selamatkan Selamatkan kami Selamatkan Selamatkan kami Selamatkan Selamatkan kami -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948

