Nah! Inilah beda antara konsep "BANK Syariah" dengan "EKONOMI Syariah".
Perbedaan simpel: Klo bank syariah kan kudu profit dulu baru berbagi. Klo ekonomi syariah harusnya ada sebuah lembaga keuangan syariah yang gak perlu nunggu profit untuk bisa berbagi. Karena ada pengaturan tentang distribusi harta. Celakanya, bank syariah-lah yang saat ini mau gak mau jadi model penerapan sistem ekonomi syariah yang benar. Saya bermimpi gimana agar ada lembaga keuangan syariah yang bisa "memaksa" atau mengatur sedemikian rupa sehingga orang kaya bersedia untuk berbagi. Regards, Ahmad Ifham ________________________________ From: siti darojah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, January 28, 2010 1:10:36 PM Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: Menggugat Bank Syariah Teman-teman, ketika belajar Islam dengan para penganut Ahlul Bayt, saya mengenal kata Ma'rifatul Adillah yang artinya mengedepankan keadilan. Adil bagi pengikut Ahlulbayt adalah bagian dari rukun Iman. Begitu kata beberapa teman saya di pengajian. Termasuk ke dalam konsep keadilan adalah konsep sejahtera. karena itu dalam fiqh penganut Ahlulbayt, kewajiban zakat adalah 20%, bukan 2,5 persen. Namun, 20 persen itu akan dikeluarkan jika seseorang telah mencukupi kebutuhan dasarnya, rumah, makan, pakaian, dan kendaraan. Lalu apa kaitan bank syariah dengan konsep keimanan umat Islam a la penganut Ahlul Bayt? Semua yang menyandang kata syariah itu seharusnya juga sesuai dengan tujuan syariah yakni kesejahteraan umat. Begitu juga dengan bank syariah. Belakangan saya dapati ajaran keadilan bukan hanya dalam terminologi Ahlulbayt tapi semua umat Islam. Tapi, bagaimana mau membayar zakat yang 2,5 persen apalagi yang 20 persen jika kita sendiri termasuk orang yang merugi atau berutang? Alih-alih membantu, kita justeru dibantu dengan dana zakat. Bagaimana bank syariah bisa membantu menyerahterakan umat Islam termasuk memberi beasiswa atau membantu fakir miskin, jika banknya merugi? Jadi, kritik tetap perlu. Tapi yang membangun lah. Kalau kita selalu menggugat bank syariah, kapan institusi ini tumbuh. Ingat baru 2,5 % loh...Perlu juga dicermati hasil penelitian BI bank Islam tidak terlalu berkembang di daerah kantong-kantong Islam. barangkali karena kita terlalu banyak mencurigai, mengeritik, dan berdebat sehingga kita lupa pada esensi..dan lupa pada apa yang seharusnya kita lakukan. Yuk, kita mulai sekarang, membangun dan mengembangkan bank syariah...Karena kalau bukan kita siapa lagi... enci siti darojah --- On Wed, 1/27/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote: >From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> >Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: >Menggugat Bank Syariah >To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, hwarangyusin@ ymail.com, >risnand...@yahoo. com, ali.h...@yahoo. co.id, Arif.adiningrat@ gmail.com, >mga...@syariahmandi ri.co.id >Cc: "merzagamal@ yahoo.com" <merzaga...@yahoo. com> >Date: Wednesday, January 27, 2010, 10:23 AM > > > >Bank Syariah maju pesat? Pesat yang bagaimana? Pesatnya pertumbuhan Jumlah BUS >dan UUS? Pesatnya pertumbuhan Aset, Laba, PYD dan DPK? Menjamurnya trend >syariah di berbagai instrumen? Pesatnya pertambahan jumlah nasabah? > >Hmmm jelas ini urusan bisnis. Bisnis alias profit itu boleh. Tapi, berapa >banyak faqir miskin yang diperhatikan oleh bank syariah? Seberapa sukses bank >syariah andil dalam mengentaskan kemiskinan? Beranikah bank syariah memberikan >tabungan gratis senilai 500rb perak kepada faqir miskin? Beranikah bank >syariah memosisikan diri sebagai pengatur distribusi kekayaan? > >Ada baiknya industri perbankan syariah melakukan publikasi gencar terkait >prestasinya terhadap faqir miskin, biar masyarakat makin yakin akan nilai >lebih bank syariah. Dan sehingga bank syariah nggak di-CAP murni me-NOMORSATU- >kan BISNIS. > >Harapan terhadap sistem ekonomi syariah memang terlalu susah untuk >direalisasikan. Munculnya harapan (tinggi) ini > adalah wajar, seiring dengan janji manis konsep ekonomi syariah yang sudah > disampaikan ke publik. > >Pernahkan penggiat bank syariah benar2 mencermati bahwa sebagian besar >masyarakat muslim yang faham Quran Hadits dan Fiqih tetap meyakini kehalalan >bank konvensional? Bahkan ada juga yang menganggap bahwa syariah kurang lebih >masih sama dengan konvensional? Apakah isu semacam ini merupakan wacana usang >yang layak untuk diabaikan? > >Akhirnya, karena alasan darurat, penggiat ekonomi syariah akan tetap berusaha >memperbaiki diri sembari menghibur diri dengan tafsir ekonomi kekinian. > >Mohon maaf karena alasan tertentu, email ini terpaksa saya sampaikan juga >secara langsung ke beberapa rekan. Biar terbaca. Makasih. > >Regards, >Ahmad Ifham >PT Anabatic Teknologi > > > > >

