Menjawab pertanyaan:
"adalah beban yang muncul akibat sistem ekonomi syariah diterapkan dalam konsep 
fiat money, time value of money (sebenarnya takut nulis yang ini, hehehe) yang 
sama saja dengan konsep ekonomi konvensional."

Solusi akan tercapai jika penggiat ekonomi syariah berani melakukan gebrakan 
revolusioner. Ini akan muncul beda pendapat lagi.

Regards,
Ahmad Ifham




________________________________
From: risnandar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 28, 2010 12:32:27 PM
Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
Menggugat Bank Syariah

  


Assalam alaikum wr wb,
Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Ustman ra pada saat itu, terlepas dari niat 
Beliau, lebih dari sekedar beramal Pak. Dengan melakukan hal itu (memberikan 
dengan gratis dagangannya) beliau secara tidak langsung telah men-tackle fungsi 
(belanja) negara yaitu mensubsidi, yang tujuannya agar kemampuan bertahan 
masyarakat dapat terjaga termasuk kemampuan perekonomiannya (baik secara 
langsung (dengan menjual apa yang dibagikan gratis) atau secara tidak 
langsung). Dimana keberlangsungan mereka juga merupakan keberlangsungan 
perekonomian secara keseluruhan. Walau terdapat fakta bahwa 80 % kekayaan dunia 
dipegang oleh 20% populasi dunia, tetap saja si populasi 20% tersebut tidak 
akan ada tanpa eksistensi dari si 80% populasi itu. 

Paradigma just profit memang sudah harus diubah, konsep CSR yang sesungguhnya, 
sebenarnya, secara luas dan mendalam bisa men-tackle isu ini. Keuntungan kaum 
papa sebenarnya merupakan keuntungan kaum berada juga. Mengapa harus takut? 
Status quo semu yang berusaha dipertahankan itu sebenarnya tidak perlu 
dianggap. Menempatkan paradigma memajukan ekonomi syariah untuk keuntungan Umat 
Islam lebih utama dari memajukan just profit. Kenapa harus takut...? Ketetapan 
itu milik 4WI, it is for the greater good.

Hadis berikut mengajarkan banyak hal:  


“You are supported and provided for no reasons EXCEPT because of the weak 
amongst you.� -Collected by Al-Bukhari

Sayang sekali jika pelajaran ini tidak diambil, Salah satu bank BUMN 
konvensional, Bank B*I, yang terkenal dengan kredit terhadap UMKM nya, 
mengambil pelajaran dari hal ini. Mereka memberikan pelatihan yang cukup mahal 
dengan gratis kepada para pengusaha kecil untuk meningkatkan 
skillnya...mengapa. ..? Meningkatnya skill pengusaha tersebut otomatis 
memperkecil risiko bank untuk defaultnya pembayaran kredit dari pelaku usaha 
(jika sudah menjadi nasabah) dan akan membuka peluang bisnis baru bagi bank 
(jika belum menjadi nasabah) dan akan menjadi amal untuk bank (jika si 
pengusaha memutuskan untuk tidak menjadi nasabah), atau bisa jadi semuanya.

Mengapa tidak menjual murah saja tapi tetap dapat untung..? Beban apakah yang 
sebegitu besar sehingga marjin itu tetap mahal..?

Mohon maaf jika tidak berkenan... 



--- Pada Rab, 27/1/10, Yu Sin <hwarangyusin@ ymail.com> menulis:


>Dari: Yu Sin <hwarangyusin@ ymail.com>
>Judul: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>Menggugat Bank Syariah
>Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>Tanggal: Rabu, 27 Januari, 2010, 3:21 PM
>
>
>>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>  >
>
> 
>>      
> 
>Bisnis tentu boleh2 saja....
>
>>Tapi bisnis sambil bawa2 nama agama , belum pernah dalam sejarah kemilau
> Rasul dan sahabat saya temukan (CMIIW), mereka bisnis ya bisnis....g 
>pake embel2 agama untuk kepentingan duniawi (keuntungan dagang), 
>menghalau riba tidak dengan mencontoh praktek riba, tapi murni 
>memberantasnya.
>
>>Ada yg bawa2 agama, misalnya Usman, saat membeli gandum yg diangkut 1000
> unta untk membantu fakir miskin, namun beliau berniaga dengan Allah, 
>mengharapkan balasannya dari Allah (sebagaimana dialognya dgn kaum 
>pedagang yg hendak membeli gandum tsb), bukan untuk memperluas usahanya.
> Nggak nyambung ya dgn BS? Iyalah, BS kan profit oriented, murni bisnis,
> CMIIW.
>
>
>--- On Wed, 1/27/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:
>
>
>>From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>>Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>Menggugat Bank Syariah
>>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, hwarangyusin@ ymail.com, 
>>risnand...@yahoo. com, ali.h...@yahoo. co.id, Arif.adiningrat@ gmail.com, 
>>mga...@syariahmandi ri.co.id
>>Cc: "merzagamal@ yahoo.com" <merzaga...@yahoo. com>
>>Date: Wednesday, January 27, 2010, 6:23 PM
>>
>>
>>Bank Syariah maju pesat? Pesat yang bagaimana? Pesatnya pertumbuhan Jumlah 
>>BUS dan UUS? Pesatnya pertumbuhan Aset, Laba, PYD dan DPK? Menjamurnya trend 
>>syariah di berbagai
>> instrumen? Pesatnya pertambahan jumlah nasabah? 
>>
>>Hmmm jelas ini urusan bisnis. Bisnis alias profit itu boleh. Tapi, berapa 
>>banyak faqir miskin yang diperhatikan oleh bank syariah? Seberapa sukses bank 
>>syariah andil dalam mengentaskan kemiskinan? Beranikah bank syariah 
>>memberikan tabungan gratis senilai 500rb perak kepada faqir miskin? Beranikah 
>>bank syariah memosisikan diri sebagai pengatur distribusi kekayaan? 
>>
>>Ada baiknya industri perbankan syariah melakukan publikasi gencar terkait 
>>prestasinya terhadap faqir miskin, biar masyarakat makin yakin akan nilai 
>>lebih bank syariah. Dan sehingga bank syariah nggak di-CAP murni
>> me-NOMORSATU- kan BISNIS.
>>
>>Harapan terhadap sistem ekonomi syariah memang terlalu susah untuk 
>>direalisasikan. Munculnya harapan (tinggi) ini adalah wajar, seiring dengan 
>>janji manis konsep ekonomi syariah yang sudah disampaikan ke publik.
>>
>>Pernahkan penggiat bank syariah benar2 mencermati bahwa sebagian besar 
>>masyarakat muslim yang faham Quran Hadits dan Fiqih tetap meyakini kehalalan 
>>bank konvensional? Bahkan ada juga yang menganggap bahwa syariah kurang lebih 
>>masih sama dengan konvensional? Apakah isu semacam ini merupakan wacana usang 
>>yang layak untuk diabaikan?
>>
>>Akhirnya, karena alasan darurat, penggiat ekonomi syariah akan tetap berusaha 
>>memperbaiki diri sembari menghibur diri dengan tafsir ekonomi kekinian.
>>
>>Mohon maaf karena alasan tertentu, email ini terpaksa saya sampaikan juga 
>>secara langsung ke beberapa rekan. Biar terbaca. Makasih.
>>
>>Regards,
>>Ahmad Ifham
>>PT Anabatic Teknologi
>>
>>
>>
>>
>>
>>
________________________________
From: Merza Gamal <mga...@syariahmandi ri.co.id>
>>To: "ekonomi-syariah@ yahoogroups. com" <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
>>Cc: "merzagamal@ yahoo.com" <merzaga...@yahoo. com>
>>Sent: Wed, January 27, 2010 4:46:57 PM
>>Subject: RE: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>Menggugat Bank Syariah
>>
>>  >>
>>
>> 
>>>>      
>> 
>>>>
>>
>>Saya rasa mahal dan murah itu relatif. Perlu kita ketahui bersama, bahwa 
>>sekarang sudah ada 7 Bank Umum Syariah dan hampir 30 Unit Usaha Syariah. 
>>Untuk diketahui pula tidak semua pembiayaan bank syariah
>> lebih mahal dari pembiayaan bank konvensional. Jadi, rasanya tidak adil jika 
>> seseorang mendapatkan lebih mahal di sebuah bank syariah dibandingkan di 
>> sebuah bank konvensional, langsung men-judge bahwa semua yang dari bank 
>> syariah lebih mahal dari semua dari
>> bank konvensional.
>> 
>>Dan menurut saya, pembahasan sperti ini adalah pembahasan awal-awal bank 
>>syariah berkembang di Indonesia 10 tahun yang lalu. Kondisi saat ini sudah 
>>jauh berbeda. Masyarakat tidak lagi membahasa bank syariah dari masalah halal
>> dan haram semata, tapi sudah lebih jauh daripada itu. Jika dahulu bank 
>> syariah mempunyai persepsi sebagai bank untuk tabungan haji dan bank 
>> murabahah, sekarang bank syariah adalah sebagai beyond banking.....
>> 
>>Apa pun kata orang, ternyata bank syariah berkembang dengan pesat, dan mulai 
>>menimbulkan kepercayaan bagi para pemodal untuk terjun di bisnis perbankan 
>>syariah....
>> 
>>Wallahua'lam bishowab. Mohon maaf jika tak berkenan.
>> 
>>Wassalam
>>Merza Gamal
>>Pengkaji Sosial Ekonomi Islami
>> 
>>
________________________________
 Dari: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [ekonomi-syariah@ yahoogroups. com] 
Atas Nama Yu Sin [hwarangyusin@ ymail.com]
>>Terkirim: 26 Januari 2010 21:34
>>Ke: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>Subjek: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>Menggugat Bank Syariah
>>
>>
>>  
>>Apa memang tidak ada pilihan lain selain:
>>
>>>>-daging sapi mahal, atau
>>>>-daging babi haram
>>
>>>>Apa tidak ada yg seperti Usman bin Affan yg membeli sumur dan membagikan 
>>>>airnya secara cuma2, sehingga memunculkan opsi lain yaitu;
>>
>>>>-daging sapi murah (dan sehat, tidak perlu sampe gratis-lah), yg jauh lebih 
>>>>baik daripada daging babi haram
>>
>>>>Atau ini semua memang sekedar BISNIS dan DAGANG semata? Untuk kepentingan 
>>>>pemegang saham (yg saya yakin: orang2nya bukan miskin)?
>>
>>
>>>>--- On Mon, 1/25/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:
>>
>>
>>>>>>From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>>>>>>Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / 
>>>>>>Re: Menggugat Bank Syariah
>>>>>>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>>>>Date: Monday, January 25, 2010, 5:03 PM
>>>
>>>
>>>  
>>>Klo menurut saya, itulah konsekuensi tafsir ekonomi kekinian yang memanjakan 
>>>diri dengan kondisi darurat atas pelaksanaan sistem ekonomi syariah dalam 
>>>naungan sistem ekonomi konvensional. Tetap saja syariah akan melirik tingkat 
>>>suku bunga dan berbagai
>>> indikasi lain, serta manajemen risiko, dan bla bla bla.
>>>
>>>>>>Semoga saja ada jawaban lain yang jujur terutama dari yang mengaku 
>>>>>>sebagai praktisi, sehingga bukan jawaban: pilih mana, daging sapi mahal 
>>>>>>dengan daging babi haram? Hehehe
>>>
>>>>>>Regards,
>>>>>>Ahmad Ifham
>>>
>>>
>>>
>>>
________________________________
 From: risnandar <risnand...@yahoo. com>
>>>To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>Sent: Fri, January 22, 2010 10:53:54 AM
>>>Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>>Menggugat Bank Syariah
>>>
>>>  
>>>
>>>
>>>Assalam alaikum wr wb,
>>>
>>>
>>>Saya setuju dengan perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah. 
>>>Prinsip dan operasional atau "daleman" yang dijalankan oleh bank syariah 
>>>sangat berbeda dengan bank konvensional.
>>>
>>>
>>>Dengan melihat sejarah Islam berikut, lebih lanjut, saya ingin menanyakan 
>>>beberapa hal. Pada saat Shahabat-shahabat dari Rasulullah saw, seperti 
>>>Abdurrahman bin Auf ra dan Ustman bin bin Affan ra masuk ke pasar di Madinah 
>>>pada masa Rasulullah saw, yang
>>> pada saat itu dikuasai oleh kaum Yahudi yang menjalankan riba. Para 
>>> Shahabat relatif cepat dalam "menetralkan" pasar dari sistem riba tersebut. 
>>>Strategi apa yang digunakan, detailnya seperti apa? Saya tidak tahu, mungkin 
>>>ada yang tahu? 
>>>
>>>
>>>Apakah dengan "menjual" lebih mahal (dalam sistem pembiayaan) dari sistim 
>>>riba (bunga) akan menjadi suatu strategi yang dijalankan pada saat itu? 
>>>
>>>
>>>Mengapa dalam penetapan komponen pricing (selisih margin keuntungan) masih 
>>>terpaku pada pola yang sama yang ditetapkan oleh bank konvensional yang 
>>>menetapkan paradigma ekonomi konvensional prakteknya?
>>>
>>>
>>>Jika ada yang tahu mohon berbagi, sebab saya masih penasaran dengan hal ini?
>>>
>>>
>>>Kemudian jika ada yang tahu, beban biaya apakah yang begitu besar yang 
>>>ditaggung leh bank syariah, sehingga
>>>pricing di bank syariah lebih besar dari bank konvensional?
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>Salam hangat,
>>>
>>>
>>>Risnandar 
>>> 
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>>>>--- Pada Kam, 21/1/10, ali <ali.h...@yahoo. >>>co.id> menulis:
>>>
>>>
>>>>>>>>Dari: ali <ali.h...@yahoo. co.id>
>>>>>>>>Judul: [ekonomi-syariah] Motivasi Mengkritik Bank Syariah / Re: 
>>>>>>>>Menggugat Bank Syariah
>>>>>>>>Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>>>>>>Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 12:30 AM
>>>>
>>>>
>>>>  
>>>>Salam rekan-rekan milis dan moderator MES Yth,
>>>>
>>>>>>>>Sebelum saya menjadi praktisi bank syariah tahun 2002 saya termasuk 
>>>>>>>>salah satu orang yang menyatakan bahwa bank syariah sama saja dengan 
>>>>>>>>bank konvensional, setelah diajak masuk berkiprah di bank syariah , 
>>>>>>>>saya baru sadar sepenuhnya bahwa konsep bank syariah
>>>> berbeda jauh dg konsep bank konvensional. Dan selama berkiprah di bank 
>>>> syariah s/d saat ini saya bisa mengetahui beberapa motivasi orang-orang 
>>>> yang tidak mau pake bank syariah atau motivasi orang-orang yang mengkritik 
>>>> bank syariah yang yaitu :
>>>>
>>>>>>>>1. Ia merasa terusik ketenangannya yang selama ini telah menikmati 
>>>>>>>>semua fasilitas dari bank konvensional seperti bunga tinggi , sehingga 
>>>>>>>>ketika ia mendengar bunga diharamkan ia mengkritik bank syariah dengan 
>>>>>>>>sekuat tenaganya.
>>>>>>>>2. Ia dibayar oleh orang lain untuk memberi pernyataan-pernyata an yang 
>>>>>>>>memojokkan bank syariah.
>>>>>>>>3. Ia pernah ditolak ketika mengajukan pembiayaan oleh bank syariah 
>>>>>>>>karena ia atau usahanya belum layak untuk dibiayai , lalu kecewa dan 
>>>>>>>>mengkritik bank syariah.
>>>>>>>>4. Ia memang belum memahami konsep bank syariah dg baik karena tidak 
>>>>>>>>lengkapnya informasi yang ia terima tentang bank syariah sehingga ia 
>>>>>>>>mengeluarkan pernyataan bahwa bank syariah sama saja dengan bank 
>>>>>>>>konvensional.
>>>>>>>>5. Ia sadar bunga bank itu haram namun karena keterbatasan jaringan 
>>>>>>>>bank syariah ia masih memakai bank konvensional untuk transaksi 
>>>>>>>>bisnisnya.
>>>>>>>>6.. Ia sebenarnya cinta sekali dengan bank syariah karena menginginkan 
>>>>>>>>tetap terjaganya kredibilitas praktek bank syariah yang sedang berjalan 
>>>>>>>>di tanah air sehingga ia selalu mengeluarkan kritikan-kritikan yang 
>>>>>>>>ditujukan untuk menjaga kredibilitas praktek bank
>>>> syariah.
>>>>
>>>>>>>>Nah, kalau melihat ke 6 jenis motivasi orang-orang yang tidak mau pake 
>>>>>>>>bank syariah atau yang mengkritik bank syariah, saya ingin bertanya 
>>>>>>>>kalau Pak Ahmad Ifham memang termasuk orang yang memiliki motivasi yang 
>>>>>>>>ke 6, apa dan bagaimana praktek bank syariah saat
>>>> ini yang tidak kredibel itu? Karena pernyataan Pak Ahmad Ifham di bawah 
>>>> ini menyatakan bahwa bank syariah sekarang ini tidak kredibel prakteknya 
>>>> karena belum bisa menggerakkan masyarakat muslim memakai bank syariah:
>>>>
>>>>
>>>>>>>>>>>>>>>>" Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum 
>>>>>>>>>>>>>>>>mampu menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll 
>>>>>>>>>>>>>>>>para public figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan 
>>>>>>>>>>>>>>>>berarti meminta atau menyindir atau bahkan mengkritik mereka.
>>>> Ini tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK 
>>>> bank syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.
>>>>>>>>Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek 
>>>>>>>>bank syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan 
>>>>>>>>bondong2 pake bank syariah." >>>>>>>>>
>>>>
>>>>>>>>Biar kita sama-sama bahas disini untuk mencari solusinya sehingga 
>>>>>>>>pernyataan Pak Ahmad Ifham tsb bisa terealisasi yaitu masyarakat akan 
>>>>>>>>bondong2 pake bank syariah, bukankan milis ini dibuat untuk mencari 
>>>>>>>>solusi setiap permasalahan ekonomi ummat?
>>>>
>>>>
>>>>>>>>Mohon maaf atas segala kekurangan, 
>>>>
>>>>>>>>Salam 
>>>>
>>>>http://alihozi77. blogspot. com
>>>>
>>>>>>>>--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Ahmad Ifham <ahmadifham@ ...> 
>>>>>>>>wrote:
>>>>>>>>>
>>>>>>>>> Di beberapa tulisan saya singgung ternyata bank syariah belum mampu 
>>>>>>>>> menggerakkan tokoh2 Islam, Parpol Islam, Ormas Islam, dll para public 
>>>>>>>>> figure untuk pake bank syariah. Menggerakkan bukan berarti meminta 
>>>>>>>>> atau menyindir atau bahkan mengkritik mereka. Ini
>>>> tergantung kredibilitas bank syariah. Biarlah kredibilitas PRAKTEK bank 
>>>> syariah yang bicara dan menggerakkan hati mereka.
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> Sosialisasi terbaik adalah adanya realitas yang kredibel dari praktek 
>>>>>>>>> bank syariah. Klo bisa begitu, tanpa dikomando, masyarakat akan 
>>>>>>>>> bondong2 pake bank syariah.
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> Regards,
>>>>>>>>> Ahmad Ifham
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> ____________ _________ _________ __
>>>>>>>>> From: Bara Ampera <bara.ampera@ ...>
>>>>>>>>> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>>>>>>>>> Sent: Mon, January 18, 2010 2:08:15 PM
>>>>>>>>> Subject: Re: Bls: [ekonomi-syariah] Re: Menggugat Bank Syariah
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> Lha kalo sang bos yang jadi teladan rakyat aja belum pake bank 
>>>>>>>>> syariah gimana orang awam mau pake. Coba suruh Pemerintah hanya pake 
>>>>>>>>> bank syariah untuk keperluan perbankan mereka.. selesai dah urusan 
>>>>>>>>> ribet ini.
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> 2010/1/16 Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>
>>>>>>>>> 
>>>>>>>>> >
>>>>>>>>> >
>>>>
>>>> 
>>>
________________________________
 Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
>>>
>>>>>>Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
>>>>>>@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
>>>
>>> 
>>
>>________________________________
 Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be 
legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of the 
addressee(s) . No addressee should forward, print, copy, or otherwise
>> reproduce this message in any manner that would allow it to be viewed by any 
>> individual not originally listed as a recipient. If the reader of this 
>> message is not the intended recipient, you are here by notified that any 
>> unauthorized disclosure, dissemination,
>> distribution, copying or the taking of any action in reliance on the 
>> information herein is strictly prohibited. If you have received this 
>> communication in error, please immediately notify the sender and delete this 
>> message. Unless it is made by the authorized
>> person, any views expressed in this message are those of the individual 
>> sender and may not necessarily reflect the views of PT Bank Syariah Mandiri. 
>> No representation is made that this e-mail and any files attached are free 
>> of viruses or other defects. Virus
>> scanning is recommended and is the responsibility of the recipient.
>> >>
>>
>> 
> 

________________________________
 Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
 


      

Kirim email ke