Assalam alaikum wr wb,
Pertempuran antara yang hak dengan yang bathil memang tidak akan pernah 
berakhir sampai Hari Penentuan Tiba.
Lobi-lobi Israel di luar negeri sudah sangat canggih termasuk juga lobi 
terhadap Pemerintah Indonesia. Lobi mereka berhasil dengan dibangunnya tembok 
pembatas di perbatasan Mesir Gaza. Dan juga hal ini (pembunuhan Tokoh Hamas) 
juga merupakan buah lobi mereka di Eropa dan Negara-negara lainnya, termasuk 
Timur Tengah.
Umat Islam sudah selayaknya "bangun" dengan hal-hal seperti ini. Berusaha 
dengan yang terbaik semampu,
 dalam kapasiatas dan kapabilitas kita untuk Din ini.
Kelak kalian (kaum Muslim)akan dikerubuti oleh umat-umat lain dari berbagai 
penjuru persis seperti hidangan yang dikerubuti oleh orang-orang.” Kami (para 
sahabat) bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Rasul 
menjawab, “Justru jumlah kalian saat itu sangat banyak. Akan tetapi, kalian 
hanyalah buih seperti buih di lautan sehingga hilanglah rasa takut dari kalbu 
musuh-musuh kalian (terhadap kalian), sementara dalam kalbu-kalbu kalian ada 
penyakit wahn.” Kami bertanya lagi, “Apakah penyakit wahn itu?” Rasul menjawab, 
“Yaitu cinta dunia dan takut mati.” (HR Ahmad).

Salam hangat,



Mossad Bunuh Tokoh Hamas
 

Selasa, 2 Februari 2010 | 03:34 WIB

Dubai, Senin - Kepala Kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (31/1) di 
Dubai, mengatakan, Mossad, agen mata-mata Israel, atau pihak lain yang memiliki 
kepentingan kemungkinan telah membunuh salah satu tokoh Hamas, Mahmoud Al 
Mabhuh di sebuah kamar hotel, 20 Januari lalu.

”Pembunuhnya kemungkinan Mossad atau pihak lain. Saya tidak menutup setiap 
kemungkinan peran semua pihak yang berminat membunuh Mabhuh,” kata Dhahi 
Khalfan, Kepala Kepolisian Dubai, lokasi pembunuhan.

”Ada tujuh atau lebih pemegang paspor dari berbagai negara Eropa sebagai pihak 
yang dicurigai,” katanya. Dia menolak menyebutkan negara-negara
 Eropa itu. ”Namun, kami sedang mengontak sejumlah negara Eropa itu untuk 
memeriksa keotentikan paspor-paspor itu.”

Mossad tergolong piawai membuat paspor berbagai negara yang mirip dengan 
aslinya.

Khalfan mengatakan, ”Tampaknya Mabhuh membuka kamarnya di hotel, membiarkan 
para pembunuh masuk. Mabhuh tercekik,” katanya.

Khalfan mengatakan, Mabhuh tiba di Dubai sehari sebelum kematiannya dengan 
menggunakan nama lain.

Media-media Israel menyambut pembunuhan itu. Harian Jerusalem Post menyebutnya 
sebagai sebuah ”ledakan” bagi ”poros kejahatan” yang akan membuat Hamas sulit 
menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza. Hamas adalah kelompok Palestina yang 
berkuasa di Jalur Gaza.

The Times of London memberitakan, jasad Mabhuh ditemukan seorang staf Hotel Al 
Bustan Rotana. Harian ini menyebutkan Mabhuh berada di Dubai untuk membahas 
pembelian senjata dari Iran. Dia terbang dengan maskapai Emirates menuju Dubai 
dari
 Damaskus, Suriah.

 Menurut harian Al Quds Al Arabi, setiba di Dubai dari Damaskus, Mabhuh 
langsung dibuntuti dua warga Eropa. Harian tersebut mengatakan, terdeteksinya 
gerak-gerik Mabhuh mulai dari Damaskus hingga tiba di Dubai menunjukkan sebuah 
kinerja intelijen profesional yang memiliki jaringan luas.

Sembilan hari kemudian, setelah contoh darahnya dikirim ke Paris, diketahui 
darah itu juga mengandung racun.

 Para pejabat Israel secara resmi tidak memberi komentar tentangan tewasnya Al 
Mabhuh. Dalam sejarah, Israel tidak menganut kebijakan memberi tanggapan atas 
operasi yang dilakukan Mossad di mancanegara.

Laporan rahasia

Dinas intelijen militer Israel AMAN sebelumnya menuduh Hamas memiliki rudal 
berjangkau tembak sejauh 60 kilometer hingga 70 km yang mengancam kota-kota 
penting Israel, seperti Ashkelon, Jaffa, dan bahkan Tel Aviv.

Menurut AMAN, tidak mungkin Hamas terus bisa mengembangkan kemampuan rudalnya
 tanpa bantuan dana dan teknologi asing. Dari kisah rudal Hamas itu, Israel 
terdorong mencari benang yang menghubungkan Jalur Gaza dan pihak asing itu. 
Israel mencurigai Al Mabhuh dan Iran berada di balik pengembangan jaringan 
rudal milik Hamas.

Pihak militer Israel, Senin (1/2) di Jerusalem, meminta semua pejabatnya yang 
sedang berada di luar negeri untuk selalu waspada, pascatewasnya Mabhuh. Israel 
mengantisipasi kemungkinan aksi balas dendam meski tidak mengaku sebagai 
pembunuh Mabhuh.(REUTERS/AP/AFP/MON/MTH)



      

      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat -  Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini!


      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com"

Kirim email ke