By : Alihozi

Pada buku-buku perencanaan keuangan kita akan menjumpai tentang konsep 
stabilitas pengembalian merupakan suatu hal yang amat vital dalam pembayaran 
utang. Pengembalian yang relatif stabil mempermudah perencanaan keuangan baik 
untuk perusahaan maupun keluarga. Selain itu, pengembalian yang stabil membuat 
pasti berapa tepatnya cicilan utang yang dapat disetor tiap bulan/tahunnya. 
Selain berperan pada pengembalian, kestabilan juga mencakup bagaimana merancang 
rencana keuangan yang lebih tahan dari guncangan dan bagaimana menangani 
kejadian yang tak terduga.

Firman Allah,SWT "Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa 
yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di 
bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" 
(Qs:31:34) Kalau dilihat dari ayat tsb jelaslah manusia hanya bisa 
merencanakan, Allah,SWT yang menentukan.

Tiada manusia yang sempurna, sehebat apapun perencanaan keuangan kita termasuk 
dengan dibantu ekonom ternamapun, pasti ada saja variable-variabel yang 
benar-benar tak terduga yang mempengaruhi perencanaan keuangan . Contohnya 
variabel tidak terduga adalah krisis ekonomi yang berpengaruh pada fluktuasi 
tingkat suku bunga seperti krisis ekonomi tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi 
global tahun 2008-2009.

Sesuatu yang stabil tentunya tak banyak bergoyang, maksudnya bergoyang dalam 
dunia ekonomi berarti selisih pembayaran angsuran hutang tiap bulannya/tahunnya 
adalah kecil , tidak besar. Kestabilan amat dibutuhkan apabila kita 
mengharapkan kepastian terutama kita berniat mengambil utang baik untuk 
perusahaan atau untuk keperluan konsumtif. Tentunya kita tidak mau dicap gagal 
bayar dan masuk dalam catatan buruk di perbankan bukan? Dalam kondisi semacam 
itu, kita akan memilih jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak .

Jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak tentu saja utang yang 
tidak terpengaruh dengan fluktuasi system bunga yaitu jenis utang yang memakai 
konsep pembiayaan bank syariah. Dengan konsep pembiayaan bank syariah 
stabilitas pengembalian utang akan lebih terjaga karena dengan konsep 
pembiayaan bank syariah , suatu bank syariah tidak diperkenankan merubah 
pricing yang sudah disepakati pada saat akad pembiayaan s/d akad tsb selesai 
walaupun fluktuasi tingkat suku bunga sedang tinggi saat berlangsungnya akad 
pembiayaan tsb.

Sekarang tinggal pada pilihan anda, apakah mau beralih kepada pembiayaan dengan 
konsep bank syariah atau tetap pada konsep bunga ?

Salam

http://alihozi77.blogspot.com 
Bagi Anda yang ingin lebih mengetahui pembiayaan untuk perusahaan atau keluarga 
dengan konsep bank syariah bisa menghubungi alihozi hp: 0813-882-364-05 atau 
email [email protected]

Kirim email ke