Senja dan Malam dengan Lilin Mungkin kita pernah mengalami mati lampu pada saat pemadaman listrik dari PLN. Tapi, apakah kita pernah berpikir ada saudara kita diluar sana disebuah desa kecil yang tidak pernah merasakan nikmatnya belajar dan tidur dengan adanya penerangan listrik atau lampu.
Ada seorang anak yatim yang tinggal bersama ibundanya yang sudah janda dari masih dalam kandungan. Sekarang sang anak ini harus meraskan gelapnya senja dan malam tiba. Untuk belajarpun sang anak ini harus menggunakan lilin atau lampu tempel. Sang anak ini bernama Annisa Maulani yang diberikan anugerah oleh Allah Swt berupa kecerdasan otak dan kesolehan sikap. Saat ini Annisa duduk di bangku kls IV SD dan menjadi bintang kelas disekolahnya. Namun sangat disayangkan setiap senja atau malam tiba Annisa tidak bisa belajar secara maksimal karena ketiadaan penerangan. Sempat keluarga ini mengalami kebakaran hebat pada bulan Agustus 2009 diakibatkan lilin yang digunakan pada saat mereka tidur terjatuh di kasur. Untungnya nyawa sang anak dan ibu janda ini bisa diselamatkan. Yang tidak bisa diselamatkan adalah perabotan rumah tangga yang mereka miliki dan buku2 pelajaran sang anak. Mereka berdua tinggal di Desa Jadimulya Kec.Gunung Jati Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-harinya sang ibu bekerja sebagai pelayan disebuah kedai bakso milik orang laen dengan mendapatkan upah Rp.10.000,- s/d Rp.15.000 perharinya dengan jam kerja melebihi jam kerja normal. Sang ibu harus berangkat ketempat kedai bakso milik bosnya dari pk.05.00 pagi hari dan baru boleh pulang Pk.20.00 malam hari. Sementara sang anak disaat ibunya bekerja, selepas pulang sekolah ia selalu kewarung Budenya yang tinggal diDesa Sebelahnya. Sang Bude pun sangat menyayangi anak ini. Namun karena keterbatasan dana juga, Sang Bude hanya bisa memberikan makan siang dan uang saku seadanya kepada anak ini. Pernah suatu malam, ketika saya berkunjung kerumahnya. Begitu terenyuhnya hati saya melihat sang anak dan ibu ini sedang melahap semangkok bakso bersama dibawah cahaya lilin yang redup. Setibanya saya dirumahnya, sang anak dengan ramah menawarkan baksonya kepadaku “Om yuk makan bakso bareng, ini dari tempat kerja mamah” kata Annis. Setiap malam hanya bakso yang disantapnya karena sang ibu hanya bisa memberikan itu. Setelah selesai makan bakso sang anak ini langsung membuka buku sekolahnya untuk pelajaran esok hari dan sang ibu pun turut membimbing putri satu2nya karunia Allah ini. Dalam hati aku menejerit, Tuhan… betapa kufurnya aku yang sering sekali melupakan nikmat-nikmatmu. Bapak-Ibu dan kawan-kawan yang di cukupkan rizkinya oleh Allah Swt. Saya ingin mengajak anda semua untuk sedikit berbagi buat anak dan ibu janda ini agar mereka bisa merasakan indahnya malam hari yang mereka lalui dengan penerangan atau listrik yang kita donasikan bersama atas dasar solidaritas dan ukhuwah kita. Adapun Untuk donasi ke anak dan ibu ini bisa melalui: Yahya Mutakin (CP.0852-24101896) Atau transfer ke rek. 1) Muamalat Share = 916-121-1699 2) BNI Syariah = 0092851261 a/n Yahya Mutakin Sebagai pertanggungjawaban, untuk Laporan Sumber dan Pengguanan Dana dari para Munfik/Donatur akan saya kirim lewat email dan blog [email protected]. Terimaksih. YAHYA MUTTAQIN e-mail, FS & FB : [email protected] mobile phone : 0852-24101896 & 021-94624843 "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com"

