KARAKTERISTIK EKONOM RABBANI
a.Memiliki Aqidah Yang Lurus Dan Sesuai Dengan Al-Qur’an Dan As-Sunnah
Dalam setiap aktivitas muslim itukan penggerak ekonomi islam senantiasa
dibutuhkan gerak dakwah yang senantiasa berlandaskan Al Qur’an dan
As-Sunnah. Kedua pedoman tersebutlah yang dapat membawa kita muslimin
kepada keselamatan. Begitu juga dalam pengembangan ekonomi islam para
pembelajar dan penggerak ekonomi islam menempatkan Al Qur’an dan
As-Sunnah sebagai pedoman utama sehingga setiap aktifitasnya selalu
berpedoman pada Al Qur’an. Dalam penggerakkan ekonomi islam akhlak
pengusungnya menjadi modal utama dalam pengembangan ekonomi islam.
Yuups ketika kita belajar ekonomi islam kan jelas tu kita belajar islam
maka disini kita dapat belajar secara maksimal tentang islam dan
ekonomi islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah
Karakteristik ini dapat diterapkan tu dalam setiap aktivitas belajar
ekonomi islam kita di KSEI maupun di FoSSEI melalui perangkat
kaderisasi berupa Small Group Discussion (SGD), mentoring ekonomi
islam, CSC, diskusi belajar ksei atau banyak lah peneybutannya dalam
setiap ksei tidak sama . kenapa kok harus ada small group segala sih
kan kita bisa belajar sendiri?,,,, mungkin pertanyaan ini sering kita
lontarkan ya… ok-ok begini guys pada saat kita belajar sendiri-sendiri
mengenai ekonomi islam padahal bukan keseharian kita belajar ekonomi
islam( ni bagi yang bukan kuliah di STEI, dan ambil jurusan ekonomi
islam lho), bisa merasakan tidak sulitnya belajar secara otodidak dan
belajar yang secara terorganisir dimana jika kita belajar secara
kelompok kmaka motivasi kita akan mudah meningkat dengan adanya belajar
bersama… nah terus hubungannya dengan memiliki aqidah yang lurus dan
sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah apa ya?
Kalo itu mah ada kaitannya kok karena pada small group ini kita ga
hanya belajar tentang ekonomi islam saja akan tetapi kita juga belajar
tentang islam, aqidah dan akhlak….. yupsss2, maka small group tersebut
mempunyai tujuan mulia karena dari small group akan menumbuhkan
pribadi-pribadi yang berkarakter.
Dari small Group ini sebenarnya dapat menumbuhkan pribadi yang memiliki
aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah.
Indikator kader yang Memiliki aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al-Qur’an dan
As-Sunnah:
Tidak behubungan dengan jin
Setiap perbuatannya berdasarkan Al quran
Tidak meramal nasib
Tidak menghadiri majelis dukun
Tidak meminta berkah selain kepada Allah
Mengikhlaskan amal untuk Allah
Mengimani rukun iman
Beriman kepada nikmat dan siksa kubur
Menmjadikan setan sebagai musuh
Tidak mengikuti langkah-langkah setan
Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah SWT
banyak banget tu indikator menuju karakter pertama untuk menjadi ekonom
rabbani, bisa kagak ya? Ya kalau kita telah mengikuti alur kaderisasi
KSEI dan FoSSEI maka Insya Allah bisa meraih karakter ekonom rabbani.
b.Memiliki Karakter Yang Kokoh Dan Mandiri
Kokoh yang dimaksud disini adalah karakter kader yang memiliki
kekuatan, kematangan dan kedewasaan secara ruhiyah, pemikiran, dakwah
ekonomi islam dan jasad.
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah
besar dari pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena
bencana yang menimpa mereka dijalan Allah, dan tidak lesu dan tidak
(pula) menyerah (kepada musuh) Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
(Q.S. 3:146)
Mandiri dapat diartikan bahwa kemampuan seseorang dalam mengembangkan
diri dan pembelajaran secara mandiri serta dapat memhasilkan untuk
penghidupan pribadinya, tanpa ada ketergantungan terhadap orang lain.
Implementasi dari karakter ini untuk kader FoSSEI adalah pelaksanaan
training kewirausaan kepada kader yang dapat terjunlangsung dalam
pengambangan secara langsung pada KSEInya masing-masing.
Sehingga dari sini FoSSEI dapat pula menghasilkan kader yang
mandiri dan tidak mudah bergantung. Hal inilah yang dibutuhkan kelak
dimasyarakat ketika kader FoSSEI lulus dari kuliah.
Dengan skill kewirausahaan yang mantang dan mempunyai karakter
yang kokoh kader FoSSEI akan mudah berkontribusi kepada masyarakat.
Indikator kokoh ma’nawiyah:
Ikhlas dalam berdakwah ekonomi islam
Senantiasa memurnikan aqidah dari bid’ah dan khurafat
Senantiasa menjaga ibadah-ibadah sunnah
Senantiasa tawakal kepada Allah
Senantiasa berdzikir
Indikator kokoh Fikriyah
Mampu memahami konsep-konsep ekonomi islam
Mampu berbahasa arab dan inggris
Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip ekonomi islam
Dapat membedakan ekonomi islam secara keseluruhan
Dapat berfikir kritis terahadap fenomena perekonomian saat ini serta dapat
memberikan solusi
Memiliki wawasan yang luas
Indikator kokoh da’wiyah
Berpartisipasi dalam perekrutan kader FoSSEI
Aktif dalm mensosialisasikan ekonomi islam
Mampu membangun jaringan
Indikator kokoh jasadiyah
Menjaga penampilan
Senang berolah raga
Menjaga kebersihan
Mengikuti pola hidup sehat
Indikator kemandirian
Dapat memiliki penghasilan
Menerapkan konsep-konsep ekononmi islam dalam memperoleh penghasilan
Memberikan solusi terhadap perekonomian saat ini minimal membuat lapangan kerja
yang kecil hanya untuk mahsiswa
Kreatif membuat usaha mandiri
c.Kepribadian Yang Dinamis, Kreatif Dan Inovatif
Pengertian dari dinamis, kreatif dan inovatif adalah perpaduan antara
kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Kader FoSSEI saat ini
membutuhkan karakteristik dinamis, kreatif dan inovatif sebagai modal
awal dalam membangun kepercayaan kepada masyarakat. Modal dasar ini
jelas tidak begitu saja dengan mudah didapatkan.
Ciri dari kepribadian yang dinamis, kreatif dan inovatif adalah
memiliki kemauan yang kuat dalam memperbaiki diri, peka terhadap
sekitar, berminat untuk menggali lebih dalam, rasa ingin tahu yang
tinggi, mendalam dalam berfikir, optimisme yang tinggi, tidak mudah
puas, siap mencoba dan melaksanakan,mampu bekerjasama, berfikir kritis,
imajinatif, melakukan analisis.
Dari ciri-ciri diatas bahwa saat ini Indonesia membutuhkan Sumber Daya
Insani yang memiliki karakter dinamis, kreatif dan inovatif untuk dapat
bersaing di era global di bidang ekonomi syariah, karena saat ini untuk
perekembangan ekonomi syariah membutuhkan jiwa-jiwa dinamis, kreatif
serta inovatif.
Maka dari sini FoSSEI juga mempunyai peran penting dalam mengembangakan Sumber
Daya Insani tersebut.
Implementasinya pada kaderisasi FoSSEI adalah dengan adanya kuliah
informal ekis yang disertai diskusi dapat mengahsilkan kader yang dapat
berfikir secara ilmiah dan kritis, dalam FoSSEI ada implementasi dari
jiwa yang bekerjasama yaitu dari kader FoSSEI itu sendiri telah
menjadikan kerjasama unsur utama dalam bekerja seperti jargon FoSSEI
tentang ukhuwah.
Kreatif dapat pula dikembangkan dari setiap agenda yang ada di
FoSSEI dapat menjadikan kader lebih krteatif serta dalam mengatur
organisasinya kader juga dapat memaksimalkan kreatifitas yang mereka
miliki.
Sedangkan dari jiwa dinamis kader FoSSEI senantiasa bergerak untuk
perbaikan dan ikut mendakwahakan ekonomi islam, jiwa dinamis ini
terbukti dari event-event nasional yang dilakukan oleh FoSSEI seperti
Temu Ilmiah Nasional ( TEMILNAS) Kampanye Nasional, simposium nasional,
MUNAS, serta SETT.
Tips untuk lebih dinamis, kreatif dan inovatif
Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan
Hapuskan kata tidak mungkin dari pikiran anda maupun dari kosakata anda
Pikirkan sesuatu yang istimewa
Berpikirlah ke depan lebih baik
Ingatlah: tidak ada yang tumbuh di dalam diam so senantiasa bergerak untuk
memperbaiki diri
d.Mengedepankan Berpikir Ilmiah Yang Didasari Al-Qur’an
Kader FoSSEI adalah kader yang yang mampu berfikir secara ilmiah yang
berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Hal ini jelas harus dimiliki oleh
kader FoSSEI sebagi kader yang memiliki bsais keilmuan di bidang
ekonomi islam.
Dalam mekanisme penerapan di FoSSEI adalah melalui Temu Ilmiah Nasional
dimana dalam event ini kader difasilitasi untuk menguji kompetensi
mereka tentang ekonomi islam. Dalam kehidupan sehari-hari harapannya
kader FoSSEI juga mengedepankan berfikir ilmiah yang didasari Al Qur’an
sehingga ketika kader FoSSEI mengetahui realita dimsayarakat yang
kurang benar terutama dalam bidang ekonomi maka mereka akan
mengembalikan kepada Al Qur’an.
e.Expert Di Bidang Spesialisasinya Dan Berwawasan Global
Expert dibidang spesialisasi dan berwasasan global yang dimaksudkan
disini yaitu out put yang diharapkan dari hasil pengkaderan FoSSEI
adalah kader FoSSEI memiliki spesialisasi khusus dibidangnya
masing-masing seperti praktisi, ilmuwan serta dibidang keuangan.
Proses pembentukan karakter tersebut adalah dengan pembinaan intensif
pada kader FoSSEI melalui sistem kaderisasi Ekonom Rabbani. Pembinaan
tersebut dilasanakan pada saat kuliah informal serta di evaluasai pada
saat SGD Ekonomi Islam.
Untuk menghasilkan kader yang telah terspesialisasi ia harus mengikuti
SETT sebagai gerbang penspesialisasian ilmu ekonomi islam yang dimiliki
kader sehingga out put pasca SETT adalah menjadikan kader yang expert
di slah satu spesialisasi ekonomi syariah yang selanjutnya ia dapat
menjadi kader yang siap terjun di masyarakat untuk berkontribusi secara
lebih.
Pembentukan kader yang dimulai dengan diklat ekonomi islam akan
menghasilkan kader yang berorientasi kepada pengenalan ilmu ekoomi
islam, orientasi kepada keorganisasian, mengembangkan kader Ekonom
Rabbani I untuk aktif di KSEI masing-masing. Dimana untuk pembinaan
Ekonom Rabbani I melalui SGD.
Kemudian setelah ER I melakukan pembinaan hingga pencapaian kelulusan
menuju ER II maka dalam pembentukan ER II ini diharapkan dapat memiliki
jiwa penggerak dalam dakwah ekonomi islam. Yang selanjutnya dalam
proses pembinaan ER II ini melalui SGD tahap II serta pengembangan
potensi pada kepengurusan regional.
Untuk ER III lebih mengarah pada spesifikasi kerja yang mereka miliki
serta memang diarahkan menjadi trainer Ekonomi islam yang sesuai
spesifikasinya seperti Akademisi, praktisi, maupun keuangan.
f.Seorang Yang Mengejarkan Ilmu Yang Ringan Sebelum Ilmu Yang Sulit-Sulit
Dalam pengembangan ekonomi islam menjadi suatu keharusan bagi
penggeraknya untuk mensosialisasikan ekonomi islam serta
mengajarkannya. Setiap kader FoSSEI yang telah mengikuti alur
kaderisasi pada level dua maka ia berkewajiban untuk menjadi pendamping
dalam SGD Kader Level I. Sehingga setiap kader FoSSEI tidak stagnan
dalam memepelajarai ilmu ekonomi islam, dia belajar dan mengajarkan.
Maka Sumber Daya Insani yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini akan
mudah tercapai jikalau estafet kaderisasi ekonomi islam tidak putus.
Mereka mengajarkan dimulai dari hal-hal yang kecil.
g.Berani Tampil Sebagai Pelopor Perubahan
Kader FoSSEI senantiasa menempatkan diri untuk memberikan solusi pada
setiap permasalahan yang ada, sebagai pelopor untuk menggerakkan yang
lain, sebagai pelopor mahasiswa dalam mendakwahkan ekonomi islam.
Sebagai pelopor perubahan akan pengembangan ekonomi islam. Sebagai
pepolor untuk belajar ekonomi islam.
h.Mampu Tampil Sebagai Tokoh
Yang dimaksud mampu menjadi tokoh disini adalah akder FoSSEI dapat
menajdi teladan bagi sekitar mereka. Karena memang saat ini bangsa kita
membutuhkan tokoh yang dapat memberikan contoh kebaikan bagi
sekitarnya, maka kader FoSSEI diharapkan dapat mengambil peran
tersebut, menjadikan akhlak ekonomi islam diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Dia tidak pernah ragu dalam menegakkan prinsip-prinsip
ekonomi islam dalam kehidupannya sehari-hari.
Implementasi karakter tersebut dalam FoSSEI adalah setiap kader FoSSEI
pasti akan menjadi pendamping setiap SGD jikalau kader tersebut telah
mencapai level dua sehingga secara langsung kader FoSSEI dapat menjadi
tokoh teladan karena yang mereka ajarkan dalam SGD tersebut tidak hanya
menyangkut ekonomi islam saja akan tetapi mengenai akhlak islami.
i.Mengedepankan Ukhuwah Dalam Amal Jama’i
Mengedepankan ukhuwah dalam amal jama’i ini kader FoSSEI memiliki jiwa
kepakaan sosial serta dapat menjadikan ukhuwah sebagai basic dalam
memperjuangkan ekonomi islam melalui FoSSEI.
Karena sesungguhnya ukhuwah inilah yang dapat menguatkan dan
mengkokohkan dakwah kita di bidang ekonomi islam, setiap aktivitas
dalam FoSSEI senantiasa berdasarkan amal jama’I karena dengan berkerja
secvara berjamaah akan mendatangkan keberkahan dari Allah.