ENTREPRENEURSHIP VALUES AND BUSINESS STRATEGY IN THE PERSPECTIVE OF
SURAH QURAISY
(SEBUAH PENDEKATAN BARU TAFSIR EKONOMI AYAT AL-QUR'AN)
Menelaah nilai-nilai dan strategi bisnis dengan pendekatan tafsir
Al-quran?? Suatu hal yang menarik dan unik bukan?? Mungkin inilah salah
satu alasan Wahid Al-Faizin, Ketua Progres Tahun 2008-2009, dapat
memenangkan LKTEI TEMILNAS tahun ini. Ilmu ini kembali beliau bagikan di
kajian Intermediate hari Jumat, 12 Maret kemarin. Inilah sekilas
ringkassannya.
Tantangan terbesar untuk negara indonesia saat ini adalah dengan
kemunculan AC-FTA sehingga neraca perdagangan Indonesia dengan Negara
asean dan banyak mengalami deficit. Menurut David McClelland suatu
Negara bisa dikatakan makmur jika minimal 2% penduduknya jadi
entrepreneur, akan tetapi jumlah entrepreneur di Indonesia hanya 0,18%
(400ribu dari 220 juta penduduk). Dan menurut joseph A. schumpter sumber
kemakmuran Negara terletak dalam jiwa entrepreneurship para pelaku
ekonomi yang mengarsiteki pembangunan. Maka dari itu untuk meningkatkan
perekonomian di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya di perlukan
pemahaman yang mendalam tentang ayat2 yang terkandung dalam alqur'an
sehingga segala sesuatu yang umat manusia (entrepreneuership) itu
laksanakan tidak keluar dari ajaran yang telah di syariatkan oleh allah
dan rasulnya.
Menurut penulis (abdul wahid pemenang juara 1 LKTEI Medan)
secara garis besar surah quraisy menerangkan kebiasaan orang quraisy
yang melakukan perjalanan niaga ke Negara-negara di luar Makkah seperti
yaman dan syiria. Menurut al-zuhaily (1998) suku quraisy adalah
kabilah-kabilah yang masih dalam garis keturunan nadlar bin kinanah yang
merupakan salah satu kakek nabi Muhammad dan suku quraisy secara turun
temurun menjadi pengelola ka'bah dan penguasa makkah.
Keahlian manajerial dan kepemimpinan rasulullah harus kita
ikuti yang salah satunya adalah mengembala kambing ketika beliau masih
kecil dimana beliau telah memulai bisnisnya sejak usia 17 tahun hingga
menjelang menerima wahyu (sekitar usia 37 thn). Karena keberhasilan
memerlukan proses maka setiap orang harus dibekali soft skill terutama
dalam hal entrepreneurship perlu diberikan sejak dini.
Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah 1) bahwa perekonomian Indonesia
membutuhkan peran seorang entrepreneur yang mampu mengelola SDA menjadi
produk dengan added value yang tinggi. 2) umat islam perlu mempelajari
nilai-nilai entrepreneurship yang ada di alqur'an dan alhadist. Umat
islam juga perlu mencontoh the great entrepreneur Muhammad SAW dalam
menjalankan bisnisnya. 3) surah quraisy banyak mengajarkan tentang
entrepreneurship serta strategi yang dubutuhkan dalam bisnis.