Kabar baik datang lagi dari dunia perbankan syariah di Indonesia. Belum lama 
ini, salah satu bank syariah dari Indonesia berkunjung ke Rusia dan memberikan 
materi soal perbankan syariah bagi kalangan profesional di Rusia.


________________________________


Senin, 22 Maret 2010 pukul 09:30:00
Rusia Terpikat Bank Syariah  
Oleh  Yogie Respati

BMI diundang ikut membentuk bank syariah di Rusia.

Rusia
ternyata ikut terpikat pada perbankan syariah. Sejumlah pihak di Negeri
Beruang Merah ini bahkan mengukir rencana untuk mendirikan bank
syariah. Hal ini terungkap dalam kunjungan Bank Muamalat Indonesia
(BMI) ke Rusia, beberapa waktu lalu.

Direktur International
Banking dan Treasury BMI, Farouk A Alwyni, mengatakan, dalam kunjungan
tim BMI beberapa waktu lalu, terlihat bahwa minat masyarakat Rusia
terhadap industri keuangan syariah begitu besar. ''Dewan Mufti Rusia di
sana memiliki pengaruh kuat sebagai penghubung antara Kremlin dan
komunitas Muslim. Saat kunjungan waktu itu, kami juga banyak diskusi
tentang pembentukan bank syariah dan sukuk,'' kata Farouk kepada Republika , 
akhir pekan lalu. 

Ia
pun menambahkan, dalam pembentukan bank syariah tersebut, Dewan Mufti
mengajak BMI untuk turut serta. Namun, kata Farouk, BMI saat ini sedang
fokus untuk menerbitkan  rights issue (saham terbatas).
''Untuk pembentukan bank syariah, saya pikir harus melibatkan lembaga
keuangan internasional, seperti Islamic Development Bank (IDB),'' ujar
Farouk. 

Kendati demikian, tambahnya, jalinan kerja sama dengan Dewan Mufti Rusia dan 
BMI akan terus berjalan. ''Ada  point of contact di Indonesia jika mereka 
memerlukan sesuatu untuk mendukung pengembangan keuangan syariah di Rusia.''

Farouk menambahkan, saat ini Bank Muamalat masih dalam proses audit keuangan 
untuk menerbitkan  rights issue . Pada semester pertama 2010, bank syariah 
pertama di Indonesia ini berencana melakukan  rights issue sebesar Rp 1 triliun.

Dalam
kunjungan Bank Muamalat ke negara eks Uni Soviet tersebut, tim
mengunjungi Moskow dan Kazan. Di kesempatan itu, tim memberikan materi
mengenai keuangan syariah yang dihadiri oleh perwakilan Moskow Islamic
University, Moscow International High School of Business, dan sejumlah
firma hukum.  ed: yeyen ros


Gaynutdin: Jadi Alternatif

Harapan
untuk mengembangkan keuangan syariah di Rusia terus tumbuh. Pimpinan
Dewan Mufti Rusia, Ravil Gaynutdin, menuturkan, sistem keuangan syariah
menjadi alternatif bagi sistem keuangan dunia. Ia pun berharap, sistem
tersebut dapat berkembang di Rusia.

''Kami yakin, Rusia dengan
potensi ekonomi dan jumlah populasi Muslimnya yang besar berpotensi
menggunakan instrumen keuangan syariah,'' kata Gaynutdin,  Interfax , Jumat 
(19/3).

Ia
menambahkan, krisis keuangan global lalu membuat pihaknya berpikir dan
menyadari bahwa sistem kredit saat ini salah dan pendapat para ekonom
membuktikan bahwa  credit bubble mengancam sistem ekonomi global. 
''Selalu ada alternatif. Saat ini, hal tersebut adalah perbankan syariah,'' 
tandas Gaynutdin. 

Dari
total populasi penduduk Rusia sebanyak 140 juta jiwa, sebanyak 25 juta
jiwa di antaranya adalah Muslim. Sistem perbankan Rusia kini telah
berusia 15 tahun sejak runtuhnya Uni Soviet. 

Total terdapat
1.300 bank konvensional, sebanyak 25 di antaranya berlokasi di
Tatarstan. Tahun lalu, Rusia juga telah membentuk perusahaan syariah
bernama Tatarstan International Investment Co. Salah  satu pemegang
sahamnya adalah lembaga asal Malaysia, Amanah Raya. yogie respati, ed:
yeyen ros


      

Kirim email ke