Anggota DPR Jangan Abaikan Konstituen Luar Negeri
MEDIA INDONESIA
Minggu, 28 Maret 2010 05:44 WIB
KUALA LUMPUR--MI: Anggota DPR RI diingatkan agar tidak melupakan atau
mengabaikan kepentingan dan aspirasi konstituen di luar negeri.
Anggota DPR Mohamad Sohibul Iman (Fraksi PKS) mengemukakan hal itu
ketika berdialog dengan perwakilan TKI, mahasiswa dan ekspatriat di
Kuala Lumpur, Malaysia. Dia mengatakan, pepatah "habis manis sepah
dibuang" mungkin tepat bagi pemilih di luar negeri dimana kepentingan
dan aspirasinya dilupakan oleh DPR.
Iman mengatakan, DPR telah mengabaikan pemilih luar negeri karena
tidak ada alokasi anggaran bagi anggota DPR dari daerah pemilihan
(dapil) 2 DKI Jakarta untuk melakukan kunjungan kerja menemui dan
berdialog dengan pemilih di luar negeri.
"Dalam alokasi anggaran perjalanan anggota DPR tahun 2010 ternyata
tidak ada untuk kunjungan kerja ke konstituen di luar negeri. Saya
sudah meminta kepada ketua DPR agar tahun 2011 dialokasikan dana
perjalanan anggota DPR," kata Iman.
Mohamad Sohibul Iman merupakan anggota DPR dari dapil 2 DKI Jakarta
yang pertama kali bertemu dengan konsituen di luar negeri, khususnya
di Malaysia. Dapil 2 DKI Jakarta meliputi wilayah Jakarta Pusat,
Jakarta Selatan dan WNI di luar negeri.
Menurut dia, alokasi kunjungan kerja anggota DPR yang terpilih dari
dapil 2 ternyata hanya untuk ke Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Dengan demikian, DPR dinilai telah melupakan pemilih di luar negeri,
padahal saat pemilu lalu, dapil 2 meliputi pemilih luar negeri.
"Perjalanan saya ke Malaysia merupakan dana saya sendiri bukan dana
DPR," kata Iman, mantan Rektor Universitas Paramadina.
"Saya kemudian berdiskusi dengan anggota DPR dari dapil 2 lainnya.
Mereka hanya mengatakan 'begitulah keadaannya. Mau diapakan lagi',"
kata Iman.
Dia menjelaskan, komentar anggota DPR yang terpilih dari dapil 2 DKI
Jakarta itu terungkap saat akan memperjuangkan alokasi dana untuk
tahun anggaran 2011.
Menurut dia, kontribusi suara dari pemilih luar negeri sangat besar.
Potensi suara dari WNI di Malaysia mencapai 800.000, sebanyak 90.000
di Taiwan dan 100.000 di Hongkong.
"Saya berharap semua anggota DPR yang terpilih dari dapil 2 DKI
Jakarta jangan melupakan kontribusi pemilih di luar negeri. Jangan
'habis manis sepah dibuang'," katanya.
Dia berharap, tahun depan bisa datang ke Malaysia dengan semua anggota
DPR yang terpilih dari dapil 2 DKI Jakarta. Selain menyerap aspirasi
dari berbagai kelompok sosial WNI di Malaysia, anggota DPR Komisi XI
dari PKS itu juga menceritakan perkembangan ekonomi dan politik di
Tanah Air, terutama korupsi yang menggambarkan hancurnya moralitas di
kalangan pemerintahan. (Ant/OL-02)