Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang
dimuliakan Allah.
Semoga sapaan saya
melalui tulisan kecil ini menjadilah ia sebagai penyambung silaturahim diantara
kita. Sehingga detik demi detik yang sedang kita tempuhi takdirnya, menyelimuti
sejarah kehidupan kita. Mudah-mudahan anda semua dalam sehat walafiat baik
jasmani dan ruhani.
Sementara itu, Kemarin
saya mendapat sms dari seorang teman, yang nomornya belum tersimpan di
phonebook saya. Alhamdulillah, beberapa waktu ini saya mendapat banyak teman
baru, baik FB atau perkenalan langsung ke HP saya. Ada yang kirim hai salam
kenal, curhat dan juga berisikan tentang NLP, Hypnohterapy dan EFT.
Sms dari teman saya
yang satu ini beda diantara yang lain. Karena sms ini ternyata sungguh berharga
bagi saya. Sms tersebut saya baca hampir 5 kali lebih. Kira-kira apa maksudnya,
saya resapi lebih dalam, apa makna dari isi nya.
Sembari anda membaca,
mungkin anda pernah mengalami atau mendengar peristiwa hampir sama saya alami.
Saya tidak tau apakah itu sudah anda jadikan sesuatu yang patut untuk dilupakan
atau bisa jadi memang teramnesia secara otomatis oleh fikiran anda. Namun, tips
yang sebentar lagi akan anda prkatekkan setelah membaca nya sekarang.
Mudah-mudahan bisa kembali membuat anda mencintai, menyayangi, menghargai dan
peduli juga saya.
Pernahkah anda
mengalami atau merasakannya sekarang, perasaan
bersalah pada diri sendiri? Mungkin itu disebabkan oleh anda merasa bersalah
kepada orang lain. Kondisi
ini yang muncul dalam diri saya, setelah membaca sms dari seorang teman. Inti
redaksi smsnya ”... aku kecewa dan menyesal pernah mengenal mu.”
Setelah membacanya,
tiba-tiba saya menjadi merasa bersalah kepada diri sendiri dan juga kepadanya.
Saya SADARI sebenarnya persaan ini muncul bukan karena sms, tetapi keputusan
saya untuk menyikapi demikian. Saya SADAR, kondisi merasa bersalah diri karena
cara pandang / menyikapi saja.
Untuk mengatasi
kondisi ini, saya mencari makna positif dari kejadian tersebut. Karena saya
sangat meyakini, Setiap kejadian yang
telah menjadi TAKDIR bagi kita, sungguh itu adalah KEBAIKAN. Bisa jadi
Allah mengingatkan saya untuk lebih SADAR (perhatian) kepada shahabat saya.
Mungkin juga, kejadian ini menyadarkan saya untuk lebih peka dengan hal-hal
kecil dalam persahabatan. Yang pasti, tips yg sedang anda baca, bisa tertulis
karena merasa bersalah pada diri sendiri dan orang lain.
Berikut ini Tips
memaafkan diri sendiri dan orang lain, atau sering dinamakan dengan Forgiveness
Therapy.
Niatkan agar Allah memudahkan dan
memberhasilkan proses terapi ini…
Anda bisa mencari tempat yang nyaman
dan aman menurut anda, boleh sambil tiduran (berbaring), duduk bersila
atau diatas kursi.
Pejamkan mata anda, untuk memudahkan
akses memori bawah sadar anda.
Putar kembali seluruh rekaman masa
berbahagia anda bersama dengan orang itu, terangkan yang anda lihat,
perjelas suara yang terdengar, dan nikmati sentuhan yang anda rasakan,
atau luapan emosi yang muncul kembali sekarang.
Syukuri kepada Allah, bahwa anda
bersamanya pernah memiliki cinta, kasih sayang, dan perhatian satu sama
lain. Perbesar rasa itu sekarang. (Bila belum bisa merasakan perasaan yang
timbul / masih memiliki persaan bersalah pada diri sendiri dan kepadanya,
terima saja, biarkan saja ia mengalir dan timbul tenggelam).
Fokus pada nafas anda. Nafas masuk
dan nafas keluar.
Bernafaslah perlahan-lahan, hirup
lewat hidung (tahan sejenak), kemudian hembuskan kembali lewat hidung
juga.
Sambil anda bernafas, berdzikirlah.
Anda boleh menggunakan dzikir yang biasa anda gunakan, Seperti
Astaqfirullah.
Sembari anda menarik nafas lewat
hidung, Anda boleh menVISUALISASIkan ampunan, cinta dan kasih sayang Allah
berupa warna, cahaya, atau udara masuk melalui hidung anda. Saat
menahannya sejenak, Imajinasikan energi itu mengalir keseluruh tubuh anda.
Hembuskan nafas anda, sambil berdzikir.
Boleh bersuara atau dalam hati saja.Lakukan sampai anda merasa ada
Kedamaian,
Hening, Bahagia, Cinta dan Kasih Sayang dalam diri anda.
Fokuskan pada emosi yang bermuara
dalam diri anda, sambil anda terus mensugestikan diri untuk menguatkan
perasaan itu. ”Afirmasi/sugesti ; Hening, Damai, Bahagia...”
Setelah anda meMAAFkan diri,
kemudian merasa nyaman, tenang, damai dan bahagia. Boleh hadirkan kembali
orang itu dalam fikiran anda, anda bisa membayangkan sedang bersalaman
atau berpelukan dengan nya. Sampaikan kepada nya ”Maafkan aku. Aku masih
Mencintai, Menyayangi dan Memperhatikanmu.
Engkau selalu ada dalam hatiku”.
Alirkan emosi Kedamaian, Hening,
Cinta, Kasih Sayang, Perhatian dan peduli yang anda rasakan kesuluruh
tubuh anda. Sampai kesaraf-saraf terkecil sebagai respon pengalaman baru.
Sehingga menjadi realita bagi diri
anda mulai sekarang dan seterusnya.
Ucapkan syukur kepada Allah atas
pengalaman baru yang anda rasakan sekarang. Pasrahkan dan serahkan kembali
semua urusan ini kepada Nya. Alhmadulillah...
Alhamdulillah, setelah
saya melakukan cara diatas. Kondisi saya menjadi lebih damai Cinta dan Kasih
Sayang. Sehingga saya pun kembali bisa mengisi kehidupan / hari yang saya
lewati penuh kenangan indah dan bahagia. Semoga bermanfaat berhasil juga buat
anda.
Bogor 19-20 Maret 2010
Rahmadsyah Mind-Therapist
081511448147
RAHMADSYAH
Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master Practitioner NLP
Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh I www.facebook.com/rahmadsyah
www.rahmadsyahnlp.blogspot.com
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/