PERNYATAAN SIKAP 

FORUM SILATURAHIM STUDI EKONOMI
ISLAM 

DALAM AKSI SIMPATIK KAMPANYE
NASIONAL 2010 

“INDONESIA BEBAS RIBA” 

15 Mei 2010 

   

Penyebab krisis
keuangan global yang sempat berdampak bagi ekonomi Indonesia adalah praktik
riba, maysir, dan gharar sebagai fenomena kapitalisme baik di pasar uang maupun
pasar modal. Ekonomi kapitalisme dengan mekanisme bunga tidak memisahkan sektor
moneter dan riil sehingga menyebabkan penciptaan bubble economy yang sangat
rawan dan menimbulkan krisis. Sedangkan ekonomi Islam tidak memisahkan sektor
moneter dan sektor riil dengan mekanisme bagi hasil. 

   

Pemerintah
diharapkan lebih akomodatif terhadap ekonomi Islam, karena ekonomi Islam
memiliki konsep yang unggul dalam mewujudkan kesejahteraan, stabilitas ekonomi
dan inflasi. Sementara masyarakat diharapkan mulai menerapkan ekonomi Islam
dalam kesehariaan, mulai bertransaksi secara jujur, meninggalkan bunga dan
meningkatkan kepedulian terhadap sekitar dalam rangka menciptakan kesejahteraan
bersama. Jika Indonesia masih berkiblat kepada ekonomi kapitalisme, maka
yakinlah Indonesia pasti akan terancam krisis terus-menerus sepanjang sejarah. 

   

Berdasarkan kondisi tersebut,
melalui momentum Kampanye Nasional (KAMNAS), Forum Silaturahim Studi Ekonomi
Islam (FoSSEI) yang tersebar di seluruh Indonesia menyatakan sikap:



 

1.     Mengajak
seluruh masyarakat untuk meninggalkan segala jenis transaksi yang menggunakan
bunga 

2.     Mendesak
pemerintah untuk mengembangkan lembaga keuangan yang bebas bunga melalui 
regulasi
dan kebijakan yang memihak  

3.    Mengajak
seluruh masyarakat untuk bertransaksi secara adil, jujur dan tidak saling
merugikan 

4.    Mengajak
seluruh masyarakat untuk peduli terhadap sekitarnya dalam mendukung
pengembangan sistem ekonomi berbasis tanpa bunga 

5. Mendesak
pemerintah untuk memasukkan ekonomi Islam dalam kurikulum pendidikan nasional,
dalam rangka pengembangan sistem ekonomi tanpa bunga 

6. Mendesak
pemerintah untuk turut berpartisipasi dalam upaya pengembangan lembaga sosial
berbasis ummat 

7.     Mencanangkan 13 Mei sebagai HARI BEBAS RIBA 

   

Demikian
pernyataan sikap kami, semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan
berkah-Nya kepada kita dan Indonesia Bisa Tanpa Bunga, Allahuakbar! Hidup
Ekonom Rabbani! 

   

Jakarta, 15 Mei
2010

 

Presidium
Nasional FoSSEI 



Kirim email ke