Asslkum. Wr.wb.
Waktu bgitu cepat-sdh 10 th benih itu kami semaikan. Kini tlah tumbuh sebuah 
"pohon" yg menjadi harapan byk org utk dpt memberi manfaat bg sesama. Selamat 
atas 10 th FoSSEI smg Allah memberi barokah dan kemudahan atas langkah 
perjuanganmu. Wassaalam
 (Slamet Mugiyono)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Aditya Rangga Yoga <[email protected]>
Date: Wed, 12 May 2010 21:29:22 
To: FoSSEI<[email protected]>; MES<[email protected]>
Subject: {FoSSEI} 10 Tahun FoSSEI: Meniti Jalan Ekonom Rabbani

  
 
 
 
Assalamu'alaykum Wr. Wb. Hari ini, adalah sepuluh tahun pergerakan FoSSEI. 
Telah banyak catatan yang digoreskan oleh pena perjuangan membubuh dalam sketsa 
sejarah. Ada catatan-catatan yang menguatkan iman, ketika kita membumikan Islam 
dalam aktivitas keseharian (baca: ekonomi). Maka kita pun sering kali menemukan 
konsep indah, bersyukur dan bersabar, dalam ekonomi kita. Sementara, pernahkah 
engkau mendengar Adam Smith atau J.M. Keynes berbicara tentang keduanya? Ada 
catatan-catatan yang memperluas pemikiran, ketika kita mengkaji ayat-ayatNya, 
lalu kita menatap peka dunia kita. Harusnya ada gelisah-gelisah yang membuat 
kita mencari-cari, apa yang sebenarnya, dengan berpikir. Kita kutip banyak ilmu 
dan fakta ekonomi, lalu kita pertanyakan ia, apakah ia senada dengan 
ayat-ayatNya? Lalu tergeraklah kita, untuk merumuskan rencana-rencana dan 
perbaikan. Bukankah, pada akhirnya ilmu kita untuk membuat realita seperti 
idealita? Dan idealita itu adalah ayat-ayatNya.. Ada catatan-catatan tentang 
kebersamaan, ketika kita tak pernah sampai bertanya saat hadir masalah, karena 
telah terjawab oleh seseorang di sisi kita, saudara-saudara kita. Juga ketika 
banyak seruan-seruan yang terdengar lirih saat sendiri, menjadi menggelegar 
mengguncang karena kebersamaan. Apa masih ada yang dipertanyakan tentang 
kebersamaan yang mengguncang, insyaallah, lihatlah aksi di seluruh penjuru 
nusantana nanti.. Ada banyak catatan-catatan yang jauh lebih indah, saat kita 
merasainya pada diri kita. Adalah yang terindah, saat bertumpuk masalah, 
beriring kesalahan-kesalahan kecil tanpa sengaja, juga belum menjadi yang 
terbaik dalam pandangan Allah, lalu kita lapang menjalani semuanya. Ada yang 
terindah, saat lelah-lelah terabaikan oleh semangat, saat marah-marah 
tersingkirkan oleh maaf. Pada akhirnya semuanya, yang dalam pandangan awam 
menjadikah kita nampak kasihan, namun itu yang menjadi keindahan tertinggi 
dalam perjalanan kita. Cukuplah, sedikit saja kita mengenang perjalanan, saya 
yakin akan lebih panjang jika diteruskan. Hanya ingin sekedar menggungah dan 
meyakinkan kembali, keberadaan kita di sini, di jalan perjuangan membumikan 
Ekonomi Islam, dengan apa-apa yang kita bisa lakukan, bukanlah sesuatu yang 
sia-sia. Bisa jadi kita menghabiskan banyak waktu yang bisa kita tukar dengan 
materi, tapi bukankah kita telah sama-sama yakin bahwa Allah telah siapkan yang 
lebih baik dari semuanya? Tetap yakinlah, lalu sejenak kita mengevaluasi 
perjalanan sepuluh tahun kita. Kalau boleh saya memandu, setidaknya dengan 
empat tanya: 1. Sudahkah perjalanan kita diiringi dengan kekuatan ruhiyah yang 
mantap yang akan menjadi pintu-pintu pertolongan Allah? 2. Sudahkah perjalanan 
kita diiringi dengan semangat menuntut ilmu sungguh-sungguh yang menjadi 
keniscayaan sebelum amal? Lalu, sudahkan semangat kita menuntut ilmu untuk 
diamalkan kemudian diajarkan? 3. Sudahkah perjalanan kita diiringi oleh visi 
yang jelas sampai tertulis dala strategi-strategi? Adakah tahapan-tahapan 
capaian dalam perjalanan kita? Ataukah kita hanya berjalan, sekedar berjalan, 
sembari menitipkan do'a karena berpasrah Allah Yang Mengetahui apa yang 
terbaik? 4. Dan yang kadang terlalai, sudahkan perjalanan kita diringi oleh 
kedisiplinan yang menjadi syarat kesuksesan? Inilah pertanyaan kita, saudaraku 
sekalian. Dan engkau tidak akan menjawabnya sendirian. Kitalah, kita semua, 
yang akan menjawabnya bersama-sama. Lihatlah, ia yang ada di sebelahmu, sudah 
mulai mengazamkan perbaikan demi perbaikan. Lihatlah, ia pun nampak mulai 
melangkahkan kakinya. Ia, kalau engkau tahu, adalah pemuda-pemuda yang 
bercita-cita menjadi Ekonom Rabbani; ia yang melangkah karena Allah, kemudian 
berkontribusi dengan terus belajar dan mengajarkan sepanjang waktu. Lalu, 
bagaimana denganmu? Yuk, pegang tangan ini, lalu marilah kita bersama-sama 
meniti jalan itu.. Jalan Ekonom Rabbani... Akhirnya, Met Milad FoSSEI! Teruslah 
berkontribusi, karena umat menunggumu setiap waktu... “Dan biarlah Allah, 
Rasul, dan orang-orang mukmin yang menilai kerja-kerja kita. Semoga Allah beri 
kemudahan. Jazakumullah atas ketulusan membersamai amal kita di FoSSEI. Semoga 
ukhuwah ini abadi.” _________________________________ ADITYA RANGGA YOGATAMA :) 
Presidium Nasional FoSSEI +62 813 2888 5856 [email protected] UNIVERSITAS 
GADJAH MADA 
 

Kirim email ke