Assalam aliakum wr wb
Sekedar berbagi, mohon maaf jika tidak berkenan.

Ekonomi Sepakbola, Judi!

 

 

Bagian-bagian dari ekonomi sepakbola diantaranya jual-beli
pemain, merchandising, dan lain
sebagainya, dapat dianalogikan sebagai ekonomi riil dari sepakbola, atau kita
sebutlah begitu. Namun ada satu sisi lagi dari perekonomian sepakbola yaitu 
judi.


 

Dalam perekonomian konvensional, pasar riil dan pasar
keuangan terhubung dengan derajat yang sangat minim (by system) dimana 
seharusnya derajat  hubungan tersebut harus dalam tingkat yang
setinggi-tingginya, namun dalam ekonomi sepakbola, hubungan antara judi dan
ekonomi riil sepakbola (by nature),
harus berada dalam tingkat yang serendah-rendahnya dengan kata lain tidak ada
hubungan sama sekali. Perputaran uang dalam perjudian benar-benar harus
terlepas dari hasil-hasil ekonomi riil sepakbola (seperti skor, transfer pemain,
dan lain-lain), sehingga klaim dunia olahraga yang “murni” dan sportif bisa
terjaga. 

 

Lebih lanjut tahukah rekan-rekan mengenai angka-angka yang
beredar dalam dunia perjudian di dalam Piala Dunia 2010 ini…? Di kompas
dinyatakan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 

 

“ …perputaran uang judi online selama Piala Dunia 2006 di China
mencapai 500 miliar yuan, setara dengan 73 miliar dollar AS. Nilai itu mencapai
2 persen produk domestik bruto China”

 

Itu hanya online saja dan di RRT saja. Sedikit bisa
dibayangkan perputaran uang dalam perjudian bola ini, karakternya hampir sama 
dengan
perputaran uang di pasar uang.  

 

Saya tersenyum sendiri saat mendengarkan teman saya
kehilangan 300 ribu rupiahnya akibat kalah taruhan, padahal saya sendiri tidak
menyangka dia orang yang (mau) berjudi. Argumennya adalah "Asal jangan 
ketagihan…!” Duh Gusti......

Di rumah pun, berbagi cerita dengan adik mengenai Piala Dunia,
adik saya (saat ia bekerja di Glodok) menceritakan bahwa ada seorang seorang
pedagang yang kehilangan rukonya di Glodok akibat kalah taruhan. Judi memang 
merupakan bahaya laten tersendiri bagi sepakbola sebagai olahraga dalam 
even-even seperti ini.

 

Jadi teringat ke belakang saat kuliah, saat demam Piala
Dunia 2006, ada program di quiz di tv yang disponsori oleh McD*na*d, quiz
berbasis sms. Yaitu dengan mengirimkan/memilih nama-nama pemain dalam tim yang
akan bermain dan mendapatkan poin (sesuai dengan peraturan) berbasis sms. Saat
itu saya dan adik saya yang keranjingan main game sepakbola, semacam 
Championship Manager (kebetulan format
game tersebut hampir mirip dengan quiz tersebut), membuat kami sangat tertarik 
dan
tertantang untuk bermain di quiz itu. Berbekal resources yang ada, kami segera 
bergerilya untuk mencari segala
sumber informasi dan berhitung-hitung akan peluang negara-negara dan
pemain-pemain yang akan berlaga (tidak hanya tim yang menang, namun juga siapa
yang akan mencetak gol). Setelah sesi demi sesi momen itu pun datang, akhirnya 
pada
suatu sesi (yang terdiri atas serangkaian pertandingan), kamipun menang meraih
poin tertinggi. Susunan pemain-pemain yang kami pilih, ternyata dimainkan dan
berhasil mencetak gol dan bertahan dengan baik. Kami meraih juara satu untuk
sesi tersebut. 
Tapi sungguh tak disangka, pulsa yang kami habiskan mencapai 60%
dari nilai hadiah yang diperoleh. Hadiahpun dipotong pajak hiburan 25%,
menyisakan 15% sejumlah uang yang tidak jelas. Pada akhirnya setelah uang
dikirimkan, saya pun (baru) bertanya pada diri saya dan adik saya “Ne duit sisa
halal apa haram ya…?”. Saya pun tertawa (sambil menyayangkan hasil yang ga bisa
dimakan.. he he he)…. Astagfirullah… 

 

Judi jelas sekali diharamkan dalam Islam dan dampak
menghancurkan yang juga tak
terbantahkan. Semoga kita terlindung dari hal ini daam bentuk yang paling samar 
sekalipun.

Banyak email-email yang masuk (contohnya,
seperti terlampir) yang berisikan mulai dari model prediksi pertandingan sampai
teknik probabilitas lolosnya suatu tim. Walau teknik
matematika yang didapat berguna, namun pusing juga...., . Sudah saatnya 
sepakbola dinikmati murni
sebagai olahraga tanpa embel-embel quiz dan judi dalam bentuk apapun… Hanya
duduk, menonton, makan (jika ada yang bisa dimakan) dan berteriak jika terjadi
gol ……!!

 

 

Salam hangat,




Attached is an article I wrote back in 2006 about the mathematics of the World 
Cup Group Phase -- all the possible scores, their frequency, the probability of 
going through to the knock-out round with a particular number of points, etc.  
Enjoy and feel free to pass it along to others who might be interested.














Mitchell Wiener

















Kirim email ke