“Dan biarlah Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin yang menilai kerja-kerja kita.
Jazakumullah. Semoga ukhuwah ini abadi.”
_________________________________
ADITYA RANGGA YOGATAMA :)
Presidium Nasional FoSSEI
+62 813 2888 5856
[email protected]
UNIVERSITAS GADJAH MADA


--- On Tue, 6/22/10, Aditya Rangga Yoga <[email protected]> wrote:

From: Aditya Rangga Yoga <[email protected]>
Subject: {FoSSEI} FoSSEI: Menuju Munas IX, Mari Persiapkan..
To: "FoSSEI" <[email protected]>, "Presnas FoSSEI" 
<[email protected]>
Date: Tuesday, June 22, 2010, 7:43 AM







 



  


    
      
      
      



Assalamu’alaykum wr
wb. Ba’da tahmdi wa shalawat.
Saya selalu rindu untuk mengiringkan senyum
ceria dalam setiap tanya di awal jumpa, apa kabar antum saudaraku? Selayaknya
mengetuk kesadaran saya untuk untuk kian bersyukur saat perjumpaan dan sapa ini
mengizinkan saya ternasihati oleh setiap jerih kebaikan dan semangat perjuangan
dari kalian. 
 

Musyawarah Nasional
(Munas) IX FoSSEI kurang lebih tinggal sebulan lagi. Sekarang kita coba
periksa kembali kesiapan kita. Ya, kesiapan. Karena kita semua senantiasa 
memiliki
harapan, munas nanti dapat menjadi momentum perubahan dan perbaikan di dalam
organisasi pergerakan kita ini. Sementara momentum tersebut niscaya menghajatkan
persiapan yang sungguh-sungguh. Sekian kali kita diajari, atau baiknya diminta
mengambil pelajaran, tentang pentingnya kesiapan dalam meniti jalan panjang
ikhtiyar menyempurnakan visi. Tidak perlu disebutkan, namun masing-masing kita
semoga telah dapat berkaca, dari program-program kerja yang telah terlaksana.





Kesiapan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga
kita memahami, bisa jadi ada kedzaliman kepada saudara kita yang telah
menyiapkan dengan sungguh-sungguh, namun tidak sempurna akhirnya karena kita,
di sisi yang lain, tidak berbuat. Apakah kita terkadang melupa bahwa amal kita
adalah amal jama’i, yang tak sempurna jika tak saling diusahakan bersama? 
Alangkah
dzalimnya kita jika demikian, tanpa kita sadari. Namun bagaimana pun nanti,
tiada kata untuk saling menuntut atau menyalahkan. Karena yang ada adalah
saling menyemangati dan memberi solusi. Inilah saatnya kita membangun
kesadaran, lalu kesiapan. 
 

Jazakumullah khairan
katsiran. Untuk panitia munas yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri.
Semoga kita tidak sampai dzalim pada antum sekalian karena kita tak bergerak
sejak kini. Insyaallah, kami di sini,
akan persiapkan yang terbaik, sebagaimana antum sekalian mempersiapkan. Maka
teruslah bergerak dan berpikir positif, sesuai rencana-rencana dan
deadline-deadline, serta senantiasa iringi dengan do’a yang penuh harap, agar
pertemuan kita di sana nanti berlimpah barakah.



Untuk kader di KSEI dan FoSSEI Regional, sesungguhnya ada
banyak potensi persiapan berasal dari kalian. Semoga dapat dioptimalkan, agar 
setidaknya
kita tak sampai mendzalimi panitia yang telah bergerak sejak awal. Sedianya ada
ide-ide dan inovasi-inovasi untuk perbaikan organisasi kita, bertumbuh kembang
dari kalian yang ada di akar rumput. Mengapa harus dimulai dari akar rumput?
Karena kita ingat, ini jadi salah satu tabiat pergerakan kita yang telah
tercatat sejarah, bottom-up bukan top-down. Setidaknya juga mengingatkan
agar pergerakan kita tidak sampai melangit dalam amal, namun tetap membumi dan
dapat dirasai. Cukuplah yang melangit adalah cita-cita, agar kita tak kunjung
henti semangat mencapainya. Siapkanlah usulan program-program dan agenda-agenda
strategis, siapkan kader-kader terbaik di tempat terbaik. Untuk depnas, yang
terpenting adalah menyiapkan struktur dan deskripsi kerja yang jelas untuk
pelanjut. Untuk presnas, nanti kita bahas di Jogja saja, insyaallah akhir pekan 
ini. Hehe.



Pada akhirnya untuk kita semua, sebagaimana nasihat yang harus
selalu disampai pada diri ini, mari tetap jaga kejernihan niat. Hanya dakwah,
dakwah, dan dakwah. Tiada pernah tercampur oleh noda duniawi. Dan tetap kita
jaga, konsistensi langkah dan gerak yang benar. Senantiasa perbaikan,
perbaikan, dan perbaikan. Karena cita-cita itu sangat jauh, saat kita masih tak
kunjung membaik. Semoga dengan itu Allah memberkahi dan memudahkan
langkah-langkah kita. Semoga tidak hanya “semoga”, yang hanya terkata, namun
berlanjut dalam ikhtiyar. Semoga, “semoga” kita jujur. Yang kejujuran itu
mengejawantah dalam kebersungguh- sungguhan gerak, azam yang kuat, dan
pengorbanan yang tak sempat mampu dihitung.



Tetaplah meniti jalan ekonom rabbani; sejernih dakwah,
sehangat ukhuwah, dan sesegar amal ilmiah. Sampai jumpa di munas; Palembang, 
22-25 Juli 2010. Allahuakbar! !!

   

--Presidium Nasional
FoSSEI-- 





“Dan biarlah Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin yang menilai kerja-kerja
 kita.
Jazakumullah. Semoga ukhuwah ini abadi.”
____________ _________ _________ ___
ADITYA RANGGA YOGATAMA :)
Presidium Nasional FoSSEI
+62 813 2888 5856
ytc_y...@yahoo. com
UNIVERSITAS GADJAH MADA



      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke