Doktrin Yahudi via VCD Porno Luna Maya dan Ariel
http://www.eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/doktrin-yahudi-via-vcd-porno-luna-maya-dan-ariel.htm
Senin, 28/06/2010 14:19 WIB | email | print | share
Sungguh saya tidak mengerti mengapa media terus-menerus membicarakan
kasus perzinahan di kalangan artis Indonesia yang selalu mengumbar
aurat dengan berlarut-larut. Dibuat dengan sangat detil terperinci dan
sejuta ulasan yang membuat orang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang
tadinya tidak peduli menjadi peduli, yang tadinya penasaran menjadi
berdosa karena akhirnya menonton, sehingga kerusakan menjadi semakin
parah dan dosa pun tersebar luas.
Walaupun mengaku tidak menonton, tapi bayangan atau siluet syarat
artis yang bentuk tubuh dan rambut serta kulit putihnya menjadi trend
bagi wanita kota. Hal ini membuat banyak wanita kota ketika berjalan
dimana-mana, mengingatkan orang pada sosok artis yang selama ini
didengungkan sebagai pelaku perzinahan.
Menurut saya, “media sudahlah stop saja”. Sekarang yang bergerak
seharusnya para ulama, karena pemberitaan 3 minggu mengenai artis
pezina sudah mengalahkan pemberitaan wanita relawan Palestina yang
hanya ditayangkan beberapa hari saja di media-media. Kok, sampai begitu
liarnya fikrah porno menyebar kemana-mana, sampai-sampai anak saya yang
paling kecil saja berteriak, “Ummi, di tv ada porno lagi, matikan TV
Mi, dosa..! Tapi kemudian dia asyik lagi menonton.
Saat ini sedang liburan sekolah, anak-anak menjadi banyak waktu
untuk menonton televisi, maka tayangan mengenai Ariel dan Luna Maya
harus di stop, karena tidak semua orang juga tertarik dengan
pemberitaan tersebut. Sudah jelas perzinahan itu adalah perbuatan setan
yang selalu menjadi konsumsi umum, dampak dosanya sudah me-nasional.
Atas nama generasi muda dan kehormatan bangsa Indonesia, semua ini
harus dihentikan pemberitaannya.
Detailnya pemberitaan tentang perzinahan akan mengisnpirasai para
penonton muda untuk malah benar-benar mengikutinya, minimal menontonnya
dikarenakan rasa penasaran, sebab kata mereka, “penasaranlah yaw,...
gila si Ariel atau kok bisa sich... katanya cuma ciuman saja, gak
sampai bugil..” Bahkan kedua anak remaja saya (13 dan 15 tahun) yang
mendapat beasiswa di Malaysia berkata: ”semua orang penasaranlah Mi,
apalagi beritanya heboh banget, masuk semua koran Malaysia, bahkan
sampai sini aja orang-orang Malaysia pada nanyain dan mempertanyakan,
apakah artis Indonesia sebobrok itu?, kita sebagai pelajar dari
Indonesia malu tahu Mi, malahan jadi pingin tahu apa sih yang mereka
buat, tadinya kita tidak ingin tahu, tapi karena terus-menerus dan
banyak yang ngomongin, jadi pingin tahu juga, tapi saat ini belum
nonton sich Mi, malas nyarinya.”
Astaghfirullah, saya sebagai seoang ibu yang memiliki anak remaja
menjadi sangat geram dengan ulah artis porno tersebut dan media yang
terlalu berlebihan. Bayangkan ini sudah minggu ke-4, berita tentang
perbuatan ahli neraka itu masih menjadi headlines dimana-mana. Bukan
hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia. Sudah jelas ini merupakan
ulah Yahudi untuk menutupi kisah-kisah dari para relawan Palestina yang
baru saja pulang ke Indonesia dan Malaysia via kapal Navi Marmara
tersebut.
Bukan hanya itu, ulah Yahudi untuk menunjukkan bahwa bangsa
Indonesia tak sehebat bayangan orang, pada negara muslim lainnya.
“Buktinya, mereka saja melakukan perbuatan pornografi kok, dengan kata
lain (wahai Indonesia, jangan sok alim deh ngirim-ngirim relawan ke
Palestina, di dalam dirimu saja artis porno bergelimpangan, tuh urus
negerimu sendiri”. Barangkali begitu kira-kira pesan yang ingin
disampaikan Yahudi kepada dunia agar dunia tidak simpati lagi dengan
Indonesia dan perjuangan para relawan Palestina yang sudah mengharumkan
nama bangsa. Wallahu ‘alam.
Apakah ini sebetulnya perbuatan Yahudi agar masalah Palestina dan
kapal Navi Marmara dilupakan orang, setelah sepak bola tidak begitu
menarik untuk dibicarakan. Ataukah ini bentuk ketakutan Yahudi melalui
media yang mana mereka khawatir dengan kepulangan para relawan yang
membuat semangat keIslaman bangsa Indonesia bangkit, namun sayang yang
saya lihat bahkan di majelis ta’lim sekalipun, semua orang asyik
membicarakan Luna Maya, Ariel, Cut Ari dan lain-lain dengan segala
pemberitaan yang sebenarnya sedikit saja, hanya 6 kalimat yaitu :
mereka berzina, bukan suami istri, bertahun-tahun, dilakukan dengan
beberapa wanita, divideokan, dan disebar ke masyarakat. Berita yang
intinya hanya 6 kalimat, dikembangkan dengan hebatnya sehingga menjadi
4 minggu dan ditayangkan terus menerus seakan-akan mengajak masyarakat
untuk menonton dan melupakan kesusahan hidup sehari-hari dan kesusahan
rakyat Palestina.
“Mari deh, mulai hari ini kita stop saja membicarakan Ariel dan
Luna, kan sudah ditangani pihak yang berwajib, lagipula kita tidak
kenal mereka juga. Yuk, para Ulama, Khotib serta Ustad, sebarkanlah
beberapa hal yang harus diketahui dan diingatkan lagi pada masyarakat,
seperti :
1. Melakukan zina itu haram, amalannya tidak akan diterima selama 80
tahun
2. Bagi
siapa yang berzina, maka 40 orang disekitarnya tidak akan diterima amal
ibadahnya, jadi mari kita larang perzinahan di kampung kita, kalau
tidak amalan kita tidak diterima karena ulah mereka.
3. Nonton
film porno haram. Laki-laki tidak boleh melihat aurat wanita yang bukan
muhrim, wanita tidak boleh melihat aurat laki-laki yang bukan muhrim.
4. Barang siapa menyebarkan aib orang lain, maka akan disebarkan aibnya
juga diakhirat kelak
5. Laki-laki harus menahan pandangan
[QS. AN NUUR : 30] Katakanlah
kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat".
6. Wanita : Menutup aurat dan bagi yang memakai
pakaian tapi seperti telanjang maka tidak akan mencium bau surga,
apalagi kalau sampai telanjang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya:
Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi
untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun
telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk
onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya.
Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan
sekian.” (HR. Muslim)
Lindungi anak-anak kita dengan dialog yang lugas, bila mereka
tertarik dengan kasus Ariel dan Luna Maya, katakanlah dengan tegas
bahwa itu perbuatan yang diharamkan, kalau kita melakukan yang haram,
maka doa tidak akan diterima 40 hari, lalu beritahu untuk tidak
menonton, orang yang menyebarkan itu bisa jadi kaum Yahudi agar pikiran
kita ke pornografi dan melupakan penderitaan umat di Palestina.
Mari kita tinggalkan pemberitaan mereka dan jangan pikirkan lagi.
Doakan saja mereka, agar mendapat hidayah dan kembali ke jalan yang
benar.
***
Note : Panitia mengundang media islam untuk datang ke acara
testimony relawan Palestina yang diadakan di masjid Al Khalifah di
kompleks Jakarta Islamic School pada hari senin, pukul 16.00, ditutup
dengan buka puasa bersama. Reservasi hubungi 08561719711 (sms only).