Menkeu: Wacana Redenominasi Masih Kajian BIRabu, 04 Agustus 2010, 16:47 WIB

     
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Keuangan  Agus Martowardojo menegaskan bahwa 
wacana redenominasi rupiah masih  dalam bentuk kajian Bank Indonesia dan belum 
menjadi keputusan resmi.  Saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan di 
Jakarta, Rabu (4/8), Agus  mengatakan bahwa pemerintah belum membahas keinginan 
BI itu secara  khusus.

"Ada satu studi yang dilakukan BI, itu belum final. BI  belum mengonsultasikan 
itu ke pemerintah," ujarnya. "Jadi kita belum  bisa bilang apa-apa, itu masih 
lama dan masih dilakukan studi," imbuh  Menkeu

Ia meyakini studi BI tidak akan berdampak buruk bagi  perekonomian. "Studi yang 
dilakukan BI, saya yakini tidak berdampak  buruk, tetapi pemerintah belum bisa 
menanggapi secara khusus," ujarnya.

Menurut  Gubernur BI, Darmin Nasution, redenominasi adalah penyederhanaan  
penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Redenominasi berbeda  dengan 
pemotongan uang atau sanering yang umumnya dilakukan saat negara  dalam situasi 
tidak stabil.

"Inflasi tinggi menyebabkan daya beli  mata uangnya merosot cepat sehingga 
perlu 
dipotong atau sanering,  sedangkan redenominasi hanya berhasil kalau ekonomi 
sedang stabil dan  tumbuh serta inflasi terkendali," tuturnya.

Saat ini,  perekonomian Indonesia sedang dalam kondisi baik dengan inflasi yang 
 
terkendali. Oleh karena itu, menurut dia, saat ini adalah momen yang  tepat 
untuk melakukan redenominasi.

"Saya ingin sampaikan mengapa  perlu redenominasi dan perlunya tidak sekarang 
tapi beberapa tahun  lagi, tapi karena prosesnya butuh waktu lama maka harus 
dimulai  sekarang," katanya.Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/08/04/128280-menkeu-wacana-redenominasi-masih-kajian-bi

Kirim email ke