http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/amalan-amalan-lailatul-qadr.htm


Amalan-amalan Meraih Lailatul Qadr
Kamis, 02/09/2010 08:23 WIB 

Assalamualaikum Warohmatuloh Wabarokatuh.
Ustadz sigit yang di Muliakan ALLAH.
Saya ingin bertanya tentang amalan amalan Lailatul Qadr
Apakah ada doa / zikir husus ??
hilmi
Jawaban
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Hilmi yang dirahmati Allah swt
Salah satu karunia Allah swt kepada kaum muslimin di malam-malam  terakhir 
bulan 
Ramadhan adalah diadakannya Lailatul Qodr, suatu malam  yang nilainya lebih 
baik 
daripada seribu bulan, di malam ini pula  ketetapan seorang hamba baik 
kehidupan, rezeki dan keberkahannya  dituliskan oleh Allah swt hingga setahun 
berikutnya, malam yang  seluruhnya adalah kebaikan dan diliputi oleh rahmat 
Allah swt.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ 
﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam  
kemuliaan. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan  itu 
lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat  dan 
Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.  Malam itu 
(penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 1 –  5)
Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,”Sesungguhnya para  malaikat pada 
malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah  pepasiran.” (HR. Ibnu 
Khuzaimah, yang sanadnya dihasankan oleh al  Albani)
Karena itu kebiasan Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah  menghidupkan 
sepuluh malam terakhir dari Ramadhan dengan beritikaf,  memperbanyak ibadah 
kepada Allah swt dan menjauhkan diri mereka dari  berbagai kebisingan dan 
tarikan-tarikan duniawi demi menggapai kebaikan  dan keberkahan didalamnya dan 
untuk bisa meraih Lailatul Qodr yang  disediakan Allah swt.
Imam muslim meriwayatkan dari Aisyah berkata; "Pada sepuluh terakhir  bulan 
Ramadlan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih giat  beribadah melebihi 
hari-hari selainnya."
Syeikh Hani Hilmi menyebutkan beberapa amalan yang dilakukan pada sepuluh malam 
terakhir dari Ramadhan, diantaranya :
1.      Tidak tidur di malam-malam yang sepuluh itu
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghidupkan malam-malam yang 
sepuluh ini dengan melakukan shalat tahajjud.
2.      Membantu keluarga untuk beramal shaleh
Didalam hadits Abu Dzar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  melaksanakan 
shalat malam bersama mereka (kaum muslimin) pada malam 23  dan 25. Disebutkan 
bahwa beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengajak  keluarga dan istri-istrinya 
pada malam 27 secara khusus. Hal ini  menunjukkan kesungguhan beliau 
membangunkan mereka di hari-hari ganjil  yang diharapkan terjadi didalamnya 
Lailatul Qodr
Sofyan Tsauriy mengatakan,”Aku menginginkan jika telah masuk sepuluh  hari 
terakhir melaksanakan shalat malam dan bertahajjud didalam serta  membangunkan 
keluarga dan anakna untuk melaksanakan shalat jika mereka  sanggup 
melaksanakannya.”
3.      Memperbanyak doa di malam-malam itu
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Ummul Mukminin Aisyah  untuk 
berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata; "Wahai Rasulullah, apa  pendapatmu 
jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa  yang harus aku 
ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah; ALLAHUMMA INNAKA  ‘AFUWWUN TUHIBBUL 
‘AFWA FA’FU ANNA” (ya Allah, sesungguhnya Engkau maha  pema'af mencintai 
kema'afan, maka ma'afkanlah daku)." (HR. Ibnu Majah,  yang dishahihkan oleh Al 
Albani)
Sofyan Tsauriy berkata,”Berdoa di malam itu lebih aku sukai daripada  
melaksanakan shalat. Dan jika dia membaca maka dia berdoa dan berharap  kepada 
Allah didalam doanya yang barangkali Dia swt menyetujui  permintaannya. 
Memperbanyak doa lebih utama daripada melaksanakan shalat  yang tidak 
diperbanyak doa didalamnya namun jika dia membaca lalu  berdoa maka itu baik.”
4.      Mensucikan yang lahir dan batin
Para salafusshaleh dahulu menganjurkan untuk mandi di setiap malam  dari 
malam-malam yang sepuluh akhir Ramadhan. diantara mereka ada yang  mandi dan 
menggunakan wangi-wangian di malam-malam yang diharapkan  terjadinya Lailatul 
Qodr didalamnya. Tidak sepatutnya bagi seorang yang  bermunajat kepada Sang 
Penguasa (Allah swt) didalam khalwatnya kecuali  dia telah menghiasi keadaan 
lahir dan batinnya.
5.      Malamnya seperti siangnya yang tidak melalaikannya
Sebagian para salafusshaleh berpendapat bahwa kesungguhan di (malam)  Lailatul 
Qodr adalah juga seperti kesungguhan di siang harinya dengan  senantiasa 
bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh.
Imam Syafi’i berkata,”Dianjurkan agar kesungguhnyanya di siang hari  seperti 
kesungguhannya di malamnya.” Hal ini menunjukkan anjuran  bersungguh-sungguh di 
setiap waktu dari sepuluh malam terakhir baik di  siang maupun malam harinya.
6.      Diantara ibadah yang paling mulia yang mendekatkan dirinya  kepada 
Allah swt 
pada waktu ini adalah tabattul (Fokus dalam beribadah  kepada Allah)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا ﴿٨﴾
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا ﴿٩﴾

Artinya : ‘Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan  penuh 
konsentrasi. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan  (yang berhak 
disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai  Pelindung.” (QS. Al 
Muzammil 
8 – 9), artinya mengosongkan hatinya hanya  untuk-Nya, meninggalkan debat, 
obrolan, ikhtilath yang tercela,  mematikan HP, berbagai kesibukan dan 
hendaklah 
anda menyendiri dan  berhias dengan munajat kepada Tuhanmu, berzikir dan berdoa 
kepada-Nya.
7.      Mensensitifkan hati
Cermatilah senantiasa niatmu karena niat seseorang lebih baik daripada amalnya, 
maka introspeksilah.
8.      Renungkanlah bahwa kedudukanmu adalah sesuai dengan kadar kesungguhanmu
Janganlah kamu tinggalkan satu pintu dari kebaikan kecuali kamu  mengetuknya, 
sesungguhnya variatif didalam amal-amal ketaatan adalah  obat dari kejenuhan 
seseorang.
9.      Hendaklah kamu bersungguh-sungguh dan berlelah-lelah dengan disertai 
kesabaran…
10.     Menyedikitkan Perkataan
Saya menyarankan agar menyedikitkan perkataan-perkataan di saat siang  dan 
malam, hendaklah memperhatikan perkara-perkara ini, hendaklah diam  (tidak 
berbicara) karena sesungguhnya siapa yang diam maka selamat.
11.     Ingatlah bahwa ini adalah zaman berkompetisi maka janganlah engkau 
ridho 
dengan kegagalan.  Salah seorang dari mereka mengatakan,”…. Orang-orang telah 
sukses  dengan ampunan, rahmat, pembebasan, pelipatgandaan amal-amal mereka dan 
 
mengharapkan surga sedangkan engkau tetap di tempatmu dengan terbelenggu  oleh 
berbagai kesalahan.” Tidak dan tidak mungkin engkau rela, karena  itu 
bersungguh-sungguhlah selalu dengan izin Allah.
12.     Berbaik sangka kepada Allah
Jika kamu kehilangan sesuatu maka bangunlah dan berusahalah  barangkali kamu 
akan mendapati penggantinya. Sesungguhnya Dia swt  menahan pemberian bagi orang 
buruk sangka terhadap Allah swt. seandainya  kamu berbaik sangka terhadap Allah 
maka amalmu akan semakin baik karena  kamu akan mencintai-Nya dengan kecintaan 
yang dalam. Wahai Allah kami  meminta cinta-Mu dan cinta orang-orang yang 
mencintai-Mu serta cinta  setiap amal perbuatan yang mendekatkan kami ke 
surgamu.”
13.     Jadikan ibadahmu dalam keadaan sepi yang tidak dilihat kecuali oleh 
Allah 
sesungguhnya hal itu dapat mengantarkannya menuju ikhlas. Rasulullah  
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,”Shalat sunnah seseorang yang  tidak 
dilihat orang lain sama dengan shalat yang disaksikan orang lain  dua puluh 
lima 
(kali).”
14.     Gabungkan antara kuantitas dan kualitas…
Wallahu A’lam

Kirim email ke