- -------Forwaded Message -----

novia lim  wrote :




Di kutip dari blog seorang teman lama utk
disharingkan.
It's nice to read it.. 

Nikmatilah Status Jomblo Kamu
Selasa, Februari 20th, 2007 

Anda masih lajang? nikmatilah selagi bisa. itu adalah
saran dariku, meski sederhana namun akan sangat
berguna kelak jika anda memutuskan untuk menikah dan
punya keturunan.

Jomblo adalah lambang kebebasan. bebas untuk
bertindak, bebas untuk bersikap dan menentukan nasib
sendiri. masa ini adalah masa dimana segala hal yang
bersifat keaku-an harus dihabiskan. dituntaskan.
segala sifat kekanak - kanakan serasa menemukan
tempatnya untuk tumbuh dan berkembang.

Kalau kita sudah merasa tidak ada lagi keasyikan
manakala sendiri, ada kerinduan untuk berbagi, ada
kerendahan diri untuk mengakui bahwa kita butuh
seorang untuk kita cintai, tibalah saatnya bagi kita
untuk serius membina cinta dengan seseorang yang
istimewa. teramat istimewa sehingga kita tidak lagi
butuh orang lain selain dia.

Aku memang bukan konsultan perkawinan, namun dari
pengalaman kami membina rumah tangga yang baru
seumuran jagung ini, ketidakdewasaan masing - masing
pribadi merupakan sebuah hambatan luar biasa bagi
langgengnya suatu perkawinan.

Perkawinan hakekatnya adalah penyatuan dua pribadi ke
dalam satu wadah berbadan hukum. dalam hukum
matematika manapun satu tambah satu pasti menghasilkan
dua. nah bagaimana dengan satu pribadi ditambah satu
pribadi agar menghasilkan satu juga? nggak akan pernah
bisa kecuali masing - masing mengurangi setengah dari
dirinya untuk bersatu dengan pasangannya. setengah
bagian buruk dibuang untuk disatukan dengan setengah
bagian yang baik dari pasangan.

Memilih dan memilah mana kebiasaan baik mana kebiasaan
buruk sangatlah tidak mudah. dibutuhkan kedewasaan
dalam berpikir. dibutuhkan kelegaan untuk menerima
kritikan, dan dibutuhkan keterbukaan untuk bisa
menerima cacian. tanpa sikap itu semua, sampai
kapanpun kita akan tetap menjadi seorang bayi berbadan
dewasa.

Kami telah berpacaran kurang lebih sepuluh tahun
lamanya. ada saatnya kami berpisah, cooling down, ada
saatnya bagi kami untuk kembali menyatu manakala
tersadar ada sesuatu yang hilang saat kami sendiri.
ada cerita suka di sana namun ada juga cerita duka
menyertai perjalanan kami waktu itu. salah satu alasan
bagi kami untuk terus melanjutkan ke lembaga
perkawinan adalah kerinduan untuk saling berbagi.

Bagi kami lembaga perkawinan bukanlah sebuah
laboratorium uji coba. di sana tidak ada lagi jalan
kembali pulang. di sana tidak ada lagi istilah retur.
kalau sudah beli tidak bisa dikembalikan lagi, apapun
alasannya. tidak ada pihak yang memaksa kami untuk
menikah. semuanya adalah pilihan bebas. karena itu,
tidak pada tempatnya kalau suatu ketika di masa
perkawinan kami putuskan untuk bubar. menjilat air
ludah sendiri, seperti artis sinetron indonesia itu!
kami tidak bisa begitu.

Karena itulah, dibutuhkan kedewasaan bagi kami untuk
masuk ke jenjang perkawinan. meskipun demikian,
perjalanan kami tidaklah semulus yang kami kira.
banyak kerikil dan batu di tengah jalan. namun ibarat
rally mobil, sang driver harus percaya dengan
navigator agar tidak salah jalan ataupun menabrak
hambatan dan terjungkal. anda pernah melihat rally
mobil kan? bisa dibayangkan kalo driver harus menyimak
peta selagi mengemudi dengan kecepatan tinggi? team
work! itulah kuncinya.

Kini, hari ini, perkawinan kami memasuki tahun kelima.
dan kami pun tidak lagi berdua, namun berempat. cinta
ku tidak lagi milik istriku namun juga dua anakku.
cinta istriku sudah pasti terbagi tiga pula. meski
tidak lagi utuh, namun keempatnya menyatu dalam suatu
wadah baru, keluarga.

Kami hanya berharap, agar kami terus bisa memegang
komitmen bersama. selama Tuhan belum memisahkan kita.
AMIN. 

Thanks so much, buat mas Suryo utk sharing pengalaman
hidupnya. Keep writing & share Bro :). 

Kirim email ke