Allahumma Sholli 'alaa Muhammad,
Assalaamu 'alaikum Wr. Wb.
 
Benar apa yang dikutipkan oleh Bapak Mohammad Shaleh " Saya check dengan buku Ringkasan Tafsif Ibnu Katsir Jilid III ( Muhamad Nasib Ar Rifai ) hal 296 ternyata memang sebagian ulama ada yang menjadikan ayat ini sebagai dalil bahwa Nabi Khidir a.s telah wafat."
 
Dengan demikian tidaklah semua 'Ulama mengatakan bahwa Nabi Khidir telah wafat, maaf boleh saja kan berbeda pendapat? apalagi seperti halnya yang Penulis sampaikan Bapak Nadhirsyah bahwa "saya memang mendengar cerita seorang 'alim yang mengaku berjumpa Khidhr".
 
Kalau dikatakan ini masalah ghaib sepertinya nggak pas juga karena adanya memang nyata atawa maujud berdasarkan apa yang disampaikan oleh orang yang 'Aalim dan orang 'alim yang bertemu dengan Nabi Khidir pun tidak akan mengatakannya sembarangan apalagi di depan umum dengan mengaku2 bertemu beliau tapi hanya akan disampaikan kepada orang2 tertentu dan itupun kalau ditanyakan karena menjaga kekhawatiran yang akan ditimbulkan.
 
Hadits yang Bapak Cucun kutip yang “Artinya : Tidaklah kalian melihat pada malam kalian ini, bahwa sesungguhnya siapa yang umurnya (berkepala) seratus tahun tidak (tersisa) pada hari ini di atas permukaan bumi seorang pun”[1] tidaklah secara jelas menyatakan tentang wafatnya Nabi Khidir, maaf mungkin saya belum tahu jelas tentang Asbaabul Wurud dari hadits di atas.
"Atas dasar ini, maka keadaan Nabi Khidir adalah sebagai orang mati yang tidak dapat mendengar panggilan siapa yang memanggilnya, dan tidak mampu menjawab siapa yang menyerunya, dan tidak mampu menunjukkan jalan kepada siapa yang tersesat jalan ketika meminta petunjuknya."
 
Bagaimana dengan ayat Q.S. AlBaqoroh : 154 ?
Orang-orang yang gugur di jalan Allah tentunya termasuk didalamnya adalah Para Syuhada, Anbiyaa wal Mursaliin serta Hamba2NYa yang Sholih.
 
Wassalam,
 
Allahumma Sholli 'alaa Muhammad.
----- Original Message -----
Sent: Monday, July 10, 2006 7:20 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Apakah Nabi Khidir Masih Hidup ?

APAKAH NABI KHIDIR MASIH HIDUP ?
Oleh
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah Nabi Khidir (masih hidup) sebagai penjaga di sungai-sungai dan lembah-lembah ; dan apakah ia mampu menolong orang-orang yang tersesat jalan jika memanggilnya ?

Jawaban.
Yang benar menurut para ulama adalah bahwa Nabi Khidir telah wafat sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana tersebut dalam firmanNya Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?” [Al-Anbiya : 34]

Dan diperkirakan Nabi Khidir masih hidup sampai bertemu dengan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun sesudah itu, maka ada hadits yang menunjukkan bahwa dia meninggal setelah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dengan jarak waktu yang telah ditentukan. Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang hal ini dengan bersabda.
“Artinya : Tidaklah kalian melihat pada malam kalian ini, bahwa sesungguhnya siapa yang umurnya (berkepala) seratus tahun tidak (tersisa) pada hari ini di atas permukaan bumi seorang pun”[1]

Atas dasar ini, maka keadaan Nabi Khidir adalah sebagai orang mati yang tidak dapat mendengar panggilan siapa yang memanggilnya, dan tidak mampu menjawab siapa yang menyerunya, dan tidak mampu menunjukkan jalan kepada siapa yang tersesat jalan ketika meminta petunjuknya.

Adapun perkiraan bahwa ia masih hidup sampai saat ini, maka ini adalah masalah ghaib. Keadaannya seperti masalah-masalah ghaib yang lainnya ; tidak boleh kita berdo’a kepadanya dan meminta kebaikan kepadanya dalam keadaan susah maupun senang.

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.

[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah Fatwa I/170 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 08/I/ 1424H]
_________
Foote Note
[1]. Bukhari I/37, 141, 149. Muslim dengan Syarah Nawawi XVI/89, Abu Dawud IV/516, Tirmidzi IV/520

(taken from http://almanhaj.or.id)
----- Original Message -----
From: Muhtadin
Sent: Saturday, July 08, 2006 12:44 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Khidhr ...oh....Khidhr

Assalaamu 'alaikum,
 
Saudaraku, Kisah tentang Khidr adalah bukan sebuah kisah Legenda apalagi saudaraku sudah sama tahu bahwa kisahnya ada dalam AlQur-an. Beliau adalah Salah satu dari Nabi Allah SWT diantara 24.000 Nabi (kalau saya tidak keliru) yang di utus oleh Allah SWT. Masih hidupkah beliau? Beliau memang masih hidup sampai saat ini dan termasuk salah satu dari Hamba2-NYA yang tetap hidup sampai akhir zaman seperti halnya Nabi Isa. Orang yang dapat berjumpa dan dijumpai oleh beliau adalah orang-orang 'Aalim yang Sholih dan Ikhlash serta mengetahui dan faham siapa Nabi Khidr tersebut. Sekali lagi kisah tentang Khidr ini adalah merupakan kisah nyata dan memang semua kisah-kisah dalam Al-Quran adalah menjadi Pelajaran atau i'tibar bagi kita semua.
 
Wassalam,
 
----- Original Message -----
From: Munawar
Sent: Saturday, July 08, 2006 11:03 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Khidhr ...oh....Khidhr

 
Khidhr ...oh....Khidhr
Nadirsyah Hosen
 
 
 
Masih hidupkah Khidhr ? Entahlah, saya memang mendengar cerita seorang 'alim yang mengaku berjumpa Khidhr. Nama Khidhr memang sudah terlanjur melegenda, meskipun al-Qur'an sendiri tidak pernah menyebut nama Khidhr secara terang-terangan. Al-Qur'an melukiskan Khidhr dengan "...seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (QS 18:65)
 
Perhatikan redaksi yang digunakan al-Qur'an. Ternyata, Khidhr atau apapun nama beliau hanyalah satu dari sekian banyak hamba Allah yang telah diberi rahmat dan ilmu. Boleh jadi banyak sekali hamba Allah yang punya kelebihan seperti Khidhr, tetapi Allah tidak beritakan kepada kita atau kita memang tidak mengetahuinya. Tapi itulah Khidhr, sebuah nama yang terlanjur melegenda dan menyimpan misteri yang tak kunjung habis dibicarakan.
 
Dalam surat al-Kahfi diceritakan bagaimana Nabi Musa ingin berguru dengan Khidhr. Khidhr semula menolak, namun Musa terus mendesak. Perhatikan redaksi al-Qur'an ketika mengutip penolakan Khidhr, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (QS 18:67-68)
 
Khidhr menolak Musa bukan dengan argumen bahwa Musa itu bodoh atau malas. Khidhr menolak Musa karena Musa tidak akan bisa bersikap sabar. Soalnya, kata Khidhr, bagaimana kamu bisa sabar pada persoalan yang kamu tidak punya ilmu tentangnya?
 
Begitulah yang terjadi. Musa selalu memprotes dan menyalah-nyalahkan perbuatan Khidhr yang, dipandang dari sudut pengetahuan Musa, merupakan perbuatan yang keliru.
 
Sayang, kita jarang mau belajar dari kisah Khidhr dan Musa ini. Seringkali kita sebar kata "sesat", "kafir", "menyimpang", "bid'ah" kepada saudara-saudara kita, yang dipandang dari sudut pengetahuan yang kita miliki, melakukan kesalahan besar.
 
Kita menjadi emosional, kita menjadi tidak sabar. Pada saat itu, ada baiknya kita ingat kembali kisah Khidhr dan Musa. Kisah Khidhr mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran merupakan lambang tingginya pengetahuan.
 
Armidale, 7 Mei 1998
 


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke