Baiklah, kita kutip surat Al Maidah Ayat 54:
 
54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
 
Bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang kafir yang dikutip oleh Pak Rudy memang terdapat dalam ayat ini.
Lalu apakah ayat ini harus diartikan bahwa Saudi Arabia harus melawan USA secara frontal?
Sementara Rasulullah SAW saja pernah menjual baju besi perang beliau SAW kepada orang yahudi. Apakah salah jika Kingdom of Saudi Arabia melakukan pengeboran minyak menggunakan teknologi USA? Salahkah itu? adakah dalil yang melarangnya?
Sedangkan sebagian umat muslim sendiri mencela Saudi Arabia tidak berani mengambil tindakan melawan adikuasa USA dan Israel, maka yang disebut Ayat 54 tadi Dan Yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Sedangkan Saudi Arabia masih terus mendapat karunia Allah. Tidakkah kita ini berpikir tentang Indonesia sendiri yang masih banyak kesyirikan, kebid'ahan, kemiskinan ilmu dan harta hingga sampai ditimpa berbagai musibah?
Disamping itu, jika kita melawan adikuasa kezholiman israel dan USA serta kaum kuffar, apakah kita sudah memiliki kekuatan minimal separoh kekuatan musuh?
 
Perhatikan QS Al Anfaal:
 
65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
66. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
Dalam tafsir ibnu katsir, ayat 65 diartikan bahwa kita tidak boleh mundur kebelakang lari dari medan peperangan jika kekuatan minimal sepersepuluh kekuatan musuh. tetapi di nasakh oleh Allah SWT dalam ayat 66 bahwa Allah meringankan kepada kita karena diri kita terdapat kelemahan, hingga jika kekuatan kita minimal separuh kekuatan musuh maka kita tidak boleh mundur kebelakang. Jika kita mundur maka kita akan dilaknat oleh Allah, kecuali mundur untuk meminta bantuan pasukan di belakangnya ataupun sebagai strategi tidak menjadi masalah.
Lagi pula ayat ini berlaku untuk orang yang sabar. Sabar terbagi menjadi 3 macam: Sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan hukum dan syariat Allah dan RasulNya dan sabar dalam meninggalkan larangan2 Allah dan RasulNya. Apakah kaum muslimin sekarang ini telah memiliki orang2 yang sabar seperti ini dan kekuatannya separuh dari kaum kuffar? 

Disamping itu pula, masih ada pertimbangan2 lain yang patut kita pelajari, sebagai orang awam kita masih jauh dari hal tersebut. Wallahu'alam.
 
Tentang Kholifah:
Kholifah setelah Rasulullah Muhammad SAW adalah Abu Bakar ra. yang juga bapak dari istri beliau Aisyah ra. berarti keluarga Rasulullah SAW, yang juga orang quraisy.
Demikian pula dengan umar bin khottob. utsman bin affan, ali bin abi tholib ra semua masih satu keluarga/familiy dan keturunan bani quraisy.
Apakah kita akan mengatakan bahwa ini bukan milik keluarga tertentu?
Ataukah kita akan mengatakan boleh saja kalau pemerintahan masih dalam keluarga tertentu?
 
Kerjaan merupakan juga bentuk dari kholifah bagi suatu negara.
Kita kutip ayat2 Allah yang berhubungan dengan kerajaan banyak sekali, sebagai contoh perhatikan ayat2 ini:
 
QS: Yusuf
101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.
QS: Annisa
54. ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerjaaan yang besar. 
QS: Asshaad
34. Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.
35. Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."
QS: An Naml:
15. Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman."
16. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata." [ Sulaiman as. telah mewarisi kerajaan Daud as dan serta ilmu hikmahnya.]
 
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
 
Sangat jelas bukan? Bahwa bentuk kerajaan merupakan bentuk pemerintahan yang Allah sendiri telah menggariskannya dalam kitab suci kita.
 
Salahkah jika Saudi Arabia memakai nama "Kerajaan/Kingdom of Saudi Arabia"?
Justru yang patut dipertanyakan kita memakai nama Republik atau United atau States atau lainnya, adakah dalam AlQuran? Atau sistem demokrasi, adakah?
 
Jika kita menginginkan suatu kholifah, lalu semisal dari Negeri Makkah diputuskan kholifah dari kaum muslimin, apakah Negara Republik Indonesia akan mengakuinya?
Negara Egypt akan mengakuinya? Negara2 muslim akan mengakuinya? sedangkan ilmu islam belum sampai dengan baik kedalam pendiri2 pemerintahan negara muslim tersebut.
Jika ada negara muslim yang tidak mengakuinya apakah lantas diperangi karena tidak tunduk terhadap sang kholifah?
Sedangkan USA dan Israel serta temannya tertawa melihat muslim perang sendiri.
Inikah yang kita inginkan? tentu Tidak.
 
Memang yang kita inginkan saat ini adalah bersatunya semua umat Muslim seluruh international/dunia dibawah satu kepemimpinan yang sesuai dengan prinsip Assunnah wal jamaah salafiyyun.
Akan tetapi jika ilmu dan hidayah belum sampai kepada masyarakat jamaah international dikawatirkan akan timbul masalah terdahulu bahwa yang pertama kali menentang Kholifah yang sesuai dengan sunnah wal jamaah adalah dari kalangan kita sendiri. Karena sebagian dari kita belum siap menerima itu.
Akan tetapi jika seluruh negara muslim, pemerintah muslim mau menginduk kepada Kingdom of Saudi Arabia, maka tidak mustahil akan terdapat satu pemimpin dunia dari kalangan umat muslim sendiri. Wallahu'alam. Mengikuti hukum Allah dan RasulNya, maka niscaya InsyaAllah janji Allah akan menolong kita pasti benar.
 
Wallahu'alam.
 
Wassalamu'alaikum waRohmatullah.
 
H. Sudi S.
 
 
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Rudy Swardani
Sent: Tuesday, July 18, 2006 4:30 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah

sebagai Muslim Al-Qur'an dan Sunnah harus kita junjung tinggi..
Tanah Suci Mekah & Madinah harus kita hormati
tapi pembentukan KSA yang didukung oleh USA apakah sudah sesuai dengan Sunnah ?
Arab Saudi (eh jangan sebut Saudi sebab itu nama fam keluarga, sebut aja Negeri Mekkah)  mempunyai
potensi sangat besar sehingga Umat Islam sangat mengharapkan Negeri Mekkah menjadi Negeri yang sesuai dengan Sunnah
yaitu Kalifah (bukan milik keluarga tertentu) yang lemah lembut sesama umat Islam dan tegas terhadap kaum kafir.. 
(Q.S. Al-Maidah : 54)
 
 
Wassalammualaikum Wr.Wb.
Rudy.S
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Sudi Sophan
Sent: 18 Juli 2006 13:32
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah

maaf ralat.
Jadi jelas pemerintah Saudi Arabia yang UUnya adalah Al Quran dan Al Hadits TIDAK bertindak seperti yang dikatakan Pak Rudy.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Sudi Sophan
Sent: Tuesday, July 18, 2006 12:06 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah

Bismillahirohmanirrohim.
 
Anna harap Pak Rudy tidak asal bicara.
Tanah Suci di Saudi Arabia yang termasuk tanah suci di seluruh dunia adalah hanya di Makkah Al Mukarromah dan Manidah Al Munawwaroh.
Pangkalan Militer USA tidak mungkin terletak pada kedua tempat tersebut.
Dalam berita kompas dulu rencana pangkalan yang digunakan saat issu "Weapon Mass Destruction" yang katanya benar ada di Irak yang dapat membahayakan negara lain, USA akan menempatkan pangkalannya di Riyadh KSA. Tapi selanjutnya anna tidak tahu.
Sedangkan Hukum di KSA jelas tertulis barang siapa yang kafir lalu masuk ke tanah suci maka hukumannya adalah di penggal kepalanya.
Jadi jelas pemerintah Saudi Arabia yang UUnya adalah Al Quran dan Al Hadits bertindak seperti yang dikatakan Pak Rudy. 
Jadi jelas pemerintah Saudi Arabia yang UUnya adalah Al Quran dan Al Hadits TIDAK bertindak seperti yang dikatakan Pak Rudy.
 
Lalu siapakah yang membunuhi saudaranya se Islam? Beranikah kita mengatakan yang membunuh adalah KSA?
Padahal jelas yang membunuh adalah USA, UK dan Israel.
 
Kita tidak tahu dengan jelas bagaimana sikap politik Raja Saudi Arabia dan maksud di balik itu.
Sebaiknya kita jauhkan diri kita dari memfitnah orang lain tanpa bukti dan SAKSI yang nyata.
 
Tidakkah kita mengingat jasa KSA ketika datang bantuan paling besar dari Saudi Arabia atas bencana2 yang menimpa Indonesia seperti Tsunami di Aceh, Gempa di Jogja, dll.
 
Apakah senang diri kita mengutuk KSA yang bersikap diam saja terhadap kekejaman Israel dan USA?
Ataukah kita lebih senang menyesali diri kita karena tidak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang dilakukan Israel dan USA?
 
Wassalaamu'alaikum.
H. Sudi S.
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Rudy Swardani
Sent: Monday, July 17, 2006 5:05 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah

Dari dulu pemerintah Saudi memang begitu..
saat perang Iraq-1 tanahnya yang Suci harusnya haram untuk orang Kafir
tapi di persembah untuk pangkalan militer tuannya (USA) untuk
membunuhi saudaranya seIslam.. dan banyak lagi yang selalu pro USA..
Apakah ini balas jasa kepada tuannya agar tahta kerajaannya tetep langgeng ??
Wallahua'lam bishowab..
 
Wassalam..
Rudy.S
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Rofiqul Ghodiy
Sent: 17 Juli 2006 16:33
To: [email protected]
Subject: [ FUPM-EJIP ] Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah

Iki piye Saudi kok koyok ngene ? ...hiks..
 
*Israel Sambut Sikap Saudi Kritik Hizbullah*
Minggu, 16 Jul 06 19:09 WIB

Sejumlah sumber Israel mengeluarkan penghargaan atas sikap kerajaan Saudi Arabia yang mengkritik Hizbullah Libanon. Media massa Israel bahkan meletakkan berita itu sebagai headline dan fokus pemberitaan mereka di hari Ahad (16/7).

Seluruhnya menuangkan sambutan petinggi Israel terhadap pernyataan sikap yang dikeluarkan Kantor Berita Kerajaan Saudi Arabia, dan berharap agar hal ini dapat membelah opini antara peperangan legal dengan peperangan 'tindakan yang tidak logis' yang dilakukan Hizbullah Libanon.

Harian Maaref berbahasa Ibrani misalnya memuat headline dengan tulisan "Saudi Lawan Hizbullah". Di sana, disebutkan bahwa sikap Saudi akan memicu perselisihan hebat dengan Hizbullah Libanon, lantaran kritik Saudi terhadap aksi militer Libanon terhadap Israel. Di sisi lain, kritik itu juga akan semakin mengobarkan serangan Israel terhadap Libanon. Seorang narasumber dari jajaran Israel yang menolak disebutkan identitasnya, dalam artikel Maaref mengatakan, "Dengan begini, Saudi berarti menolak tindakan yang dilakukan Hizbullah Libanon terhadap Israel."

Sejumlah pengamat heran dengan sikap Saudi yang berbeda terhadap masalah yang dialami Libanon. Sebab selama ini, Saudi jelas menentang pendudukan Israel di Libanon. Publik Saudi pun selama ini menentang pendudukan Israel di Libanon dan Palestina. Dengan judul "Saudi Serang Militer Hizbullah karena Culik Dua Serdadu Israel", harian Haaretz Israel juga mendukung pernyataan Saudi. Sementara harian Yodiot Aharonot menuliskan, "Apa yang kami dengar dari Saudi, khususnya serangan Hizbullah terhadap Israel dan penawanan dua serdadu Israel, merupakan suara yang berbeda sama sekali dari apa yang kami dengar dari sejumlah negara Arab pada saat ini."

Sikap Saudi memang melontarkan kecaman terhadap pihak yang berada di balik kekacauan keamanan dengan Israel. Secara tidak lazim, Saudi juga
melontarkan kritik sangat jelas kepada Hizbullah dan kelompok pendukungnya di Teheran. Pernyataan Saudi juga menyebut bahwa kelompok itulah yang harus bertanggung jawab secara penuh atas berbagai tindakan yang dilakukan. (na-str/iol)

source : http://www.eramuslim.com/news/int/44ba098f.htm
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke