siapa sih Jerry D Gray?

Jerry D.Gray
Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960
Karier : 
- mekanik pesawat AU AS
- instruktur selam
- kameraman freelance CNBC Asia
Nama istri : Ratna Komala
Nama anak : Adam 

Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan AmerikaOleh : 
Redaksi 17

Feb, 05 - 3:00 pm

Peristiwa 11 September Sungguh Janggal 
"Perhatikan betapa mulus dan rapinya rumput di depan Pentagon. Tidak satu 
sentimeter pun kerusakan terlihat, Bagaimana itu mungkin? Semua saksi mata 
setiap media massa memahami pemberitaan yang senada. Pesawat terlebih dahulu 
menghantam tanah, lalu meluncur menabrak gedung. Perhatikan gambar di atas! 
Apalagi yang perlu dikatakan. Media massa berbohong terhadap kejadian yang 
sesungguhnya. Mengapa?"

Begitu jeritan hati Jerry D. Gray, mantan anggota AD Amerika yang kemudian 
memeluk Islam ( Baca artikelnya Jerry ?Abdurrahman? Gray Mendapat Hidayah di 
Arab Saudi ), telah lama tinggal di Indonesia dan mempersunting istri asal 
Garut, dalam bukunya ketika ia merasa terpanggil untuk meluruskan segala 
pemberitaan ihwal runtuhnya gedung Pentagon pada 11 September 2001 silam. :swf

"Kita tahu hampir 90 persen media massa di AS adalah milik Yahudi. Maka tak 
heran kalau mereka berbohong," ujar Jerry dalam acara peluncuran dan bedah 
bukunya, di Masjid Al 'Araf, Walisongo, Jakarta, Ahad, 19 Desember 2004.

Jerry, seorang jurnalis (kameramen) yang juga mantan mekanik pesawat ini, telah 
mencium ketidakberesan tragedi 11 September 2001 yang meluluhlantakkan menara 
kembar WTC di New York, Ia mengumpulkan berbagai fakta dari sumber yang ada, 
lalu menyusunnya secara cermat, membeberkan kebohongan-kebohongan Amerika 
melalui temuan-temuan spektakulernya.

Seperti diketahui selama ini, serangan terhadap menara WTC dan Pentagon 
dilakukan oleh kelompok teroris Al Qaidah dan otak atau aktor intelektualnya 
iaiah Osama bin Laden. Pembentukan opini global ini telah berlangsung selama 
tiga tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia seperti adanya 
tuduhan-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di negeri ini.

Dalam pengantar buku tersebut, Suripto SH, Ketua Dewan Penasehat Lembaga Studi 
Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI) yang juga anggota Komisi I 
DPR dan mantan Kabak ini mengatakan, Tragedi 11 Septernber yang meruntuhkan 
gedung WTC dan Pentagon ini mustahil dilakukan oleh Jaringan Al Qaidah pimpinan 
Osama Bin Laden. Menurut Suripto, tindakan teroris yang sedemikian rapi dan 
canggih hanya bisa dilakukan oleh apa yang dinamakan terorisrne negara (State 
Terrorism).

"Hanya terorisme negara yang mempunyai kapabilitas untuk melakukan tindakan 
terror yang didukung oleh fasilitas negara; berupa dukungan anggaran yang 
besar, didukung pula oleh organisasi intelijen dan menggunakan mesin propaganda 
resmi (pemerintah). Sejarah telah membuktikan terorisme negara pernah dilakukan 
oleh Hitler di Jerman, Stalin di Uni Soviet, Mussolini di Italia, Pol Pot di 
Kamboja, dan Soeharto di Indonesia," ujar anggota DPR dari PKS initegas.

Dalam menjalankan mesin terornya, AS menggunakan badan intelijen CIA dan 
institusi USIS - sekarang bernama USIA. Salahsatu propaganda pada tingkat 
global yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan langsung CNN atas peristiwa 
11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan terorisme negara yang 
sebenarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan mengutuk aksi teror WTC dan 
Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan CNN itu termasuk kategori 
Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan.

Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan sasaran jangka pendek, bahkan 
jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan sasaran jangka pendek itu adalah 
untuk membangkitkan kebencian rakyat Amerika dan sekutunya terhadap umat Islam 
yang diberi label "teroris", membangun opini global tentang adanya musuh 
bersama yang harus diperangi, seperti ucapan Bush setelah terjadinya peristiwa 
11/9: "If you are not with us, you're against us."

Berkembang slogan Mimpi Amerika, Mimpi Buruk Dunia. Slogan tersebut sangat 
tepat menggambarkan Amerika saat ini. Terpilihnya kembali George W Bush 
mengukuhkan slogan di atas, mengingat janjinya untuk melanjutkan perang melawan 
'terorisme' yang dialamatkan kepada Islam. Padahal, tragedi. WTC di New York 11 
September 2001 masih meninggalkah banyak misteri dan tetap tidak jelas siapa 
pelakunya. Sementara itu, Amerika yang menyerukan perang melawan terorisme; 
dengan bebas malah rnembuat teror, khususnya di negeri-negeri, Muslim seperti 
Afghanistan, Palestina (melalui Yahudi-lsrael), Irak dan Sudan. Di Fallujah dan 
kota-kota lain di Irak, bahkan masjid-masjid di Fallujah, terus dibombardir 
oleh pasukan Amerika.

Di forum dunia, dengan penguasaannya terhadap media, Amerika terus membuat 
kebohongan demi kebohongan. Amerika menyangka, masyarakat dunia begitu mudah 
dibohongi, termasuk masyarakatnya sendiri. Hingga saat ini, kebohongan masih 
terus terjadi! (Amanah online)

Kebohongan datang dan kebohongan pun terungkap. Begitulah kesimpulan buku ini. 

Judul Buku : The Real Truth The Hard Evidence Exposed 
Penulis : Jerry D. Gray
Penerbit : Sinergi (Kelompok Penerbit Gema Insani)
Tebal :xviii + 118halaman

Jerry D Gray : Peristiwa 11 September Sungguh Janggal 
Jerry D Gray ingat betul kejadian yang dialaminya tanggal 11 September 2001. 
Saat itu, mantan kameraman freelance CNBC Asia ini tengah asyik berselancar di 
internet. Tiba-tiba telepon di sampingnya berdering. "Hidupkan televisimu 
sekarang!" demikian bunyi suara di ujung sana. 

Telepon itu berasal dari ibunda Jerry yang ketika itu berada di Wisconsin, 
Amerika Serikat. Jerry sendiri menetap di Jakarta -- dia sudah lama tinggal di 
kota ini sejak tahun 80-an. Mendengar suara gugup ibundanya, tanpa pikir 
lama-lama, dia pun segera menyalakan televisi. 

Terlihatlah suasana menegangkan usai meledaknya menara kembar World Trade 
Center (WTC) New York, akibat hantaman dua buah pesawat berbadan lebar. 
Kejadian tersebut disiarkan langsung oleh sebuah stasun televisi asing dan 
disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Serta merta, hati Jerry berkecamuk, 
sedih sekaligus marah melihat banyak orang tak berdosa menjadi korban. 
Terbayang warga di negara tempat kelahirannya itu panik bukan kepalang. 

Itulah awal dari peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi 11 September 
2001. Sebuah kejadian yang hingga kini masih menyisakan kisah sedih. Tak hanya 
bagi keluarga korban yang ditinggalkan, namun juga komunitas umat Muslim di 
seluruh dunia. Beberapa saat setelah pihak yang berwenang di AS mengadakan 
penyelidikan, maka ditengarai kelompok teroris asal Timur Tengah berada di 
balik kejadian tersebut. Karena wilayah Timur Tengah identik dengan agama 
Islam, serta merta perhatian dunia pun tertuju pada Islam serta para 
penganutnya. 

Media massa Barat dengan segala reportasenya menjadikan momentum itu sebagai 
sarana untuk mengupas tuntas tentang Islam. Begitu gencarnya pemberitaan 
tentang peristiwa 11 September dan Islam sendiri, hingga tak jarang -- seperti 
dikhawatirkan sebagian kalangan Muslim -- media Barat kerap menyudutkan umat 
Islam. 

Hal itu pula yang kemudian membuat Jerry gundah. Berdasarkan pengamatan serta 
observasi terhadap gambar-gambar berita maupun informasi aktual, lelaki asal AS 
ini merasa bahwa banyak kejanggalan dan fakta yang disembunyikan oleh kalangan 
pemerintah serta media massa AS berkaitan peristiwa 11 September tadi. Apalagi 
kemudian, umat Islam didudukkan sebagai "terdakwa" dalam kejadian ini. 

Tetapi, kenapa Jerry merasa resah dengan berita menyudutkan dari media massa 
Barat terhadap Islam? Jangan lihat dia dari namanya. Jerry, atau tepatnya Haji 
Jerry, telah menjadi Muslim sejak 1984. Sepulang menunaikan ibadah haji, ia 
mengantongi nama baru, H Abdurrahman. 

Sebagai Muslim, lelaki kelahiran Wiesbaden Jerman, 24 September 1960, ini 
merasa teriris hatinya dengan tudingan tanpa dasar mengenai keterlibatan Muslim 
dalam tragedi WTC. Hari-hari selanjutnya, waktunya seperti habis untuk 
mengikuti pemberitaan 11 September melalui media cetak, televisi, maupun 
internet. Tapi lama kelamaan, berdasarkan pengalaman sebagai jurnalis televisi, 
dirinya melihat ada banyak keanehan dan kejanggalan atas kejadian tersebut. 

Awal kecurigaannya adalah, bagaimana CNN dapat begitu cepat menyiapkan siaran 
langsung 11 September ke seluruh dunia? Dari pengalamannya ketika membantu 
persiapan siaran sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, paling tidak butuh 
waktu 20 menit untuk mengeset peralatan bagi keperluan siaran langsung di 
lapangan. 

Dikatakan, rentang waktu antara insiden penabrakan pertama dan insiden 
penabrakan kedua tak lebih dari 18 menit. "Akan tetapi, CNN sudah mampu 
menayangkan langsung kejadian tabrakan kedua hanya dalam waktu kurang dari 18 
menit dari tabrakan pertama," kata dia dalam bahasa Indonesia yang fasih. Jerry 
berasumsi, situasi ini yang tidak mungkin terlaksana dalam kondisi normal. 
"Kecuali jika CNN memang telah mengetahui rencana peristiwa tersebut hingga 
dapat terlebih dahulu menyiapkan segala peralatannya," imbuhnya.

Sejak itulah batin dan sanubarinya terus didera gejolak. Sampai pada akhirnya, 
dia memutuskan, bahwa sebagai manusia dia tidak bisa tinggal diam serta tidak 
melakukan apa-apa menyangkut kejanggalan ini. The needs of the many outways the 
needs of the few, begitu prinsipnya. Maka, Jerry pun mulai mengadakan 
penelitian terhadap semua gambar, pemberitaan, foto, dan video terkait 
peristiwa mengenaskan itu. 

Dari situ makin banyaklah kejanggalan serta keanehan berhasil dia temukan 
mengenai fakta-fakta kejadian 11 September. Semuanya itu lantas dituangkan 
dalam sebuah buku berjudul The Hard Evidence Exposed! The Real Truth 9-11. 
Salah satu kesimpulan pada buku setebal 116 halaman ini adalah: sesungguhnya 
ada sesuatu lebih besar di balik kejadian 11 September 2001. 

Perkenalan Jerry dengan Islam terjadi di Arab Saudi tahun 80-an. Saat itu dia 
bertugas sebagai mekanik pesawat AU AS serta menjadi instruktur di New Saudi 
Mechanics. Awalnya, dia mengaku enggan masuk ke Arab Saudi karena merasa takut 
dengan orang Arab dan Islam. Tapi apapun alasannya, tugas tetap tidak bisa 
ditolak. Akan tetapi, setelah sekian lama, kekhawatirannya tidak terbukti. 
Sebaliknya, dilihatnya orang-orang Islam jauh dari kesan teroris. "Mereka 
sangat cinta Tuhan, selalu shalat lima waktu, mengerjakan puasa dan banyak 
lagi," kenangnya. 

Rasa ingin tahunya terhadap agama Islam pun kian bertambah. Jerry lantas mulai 
berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang beragama Islam. Hingga 
kemudian, seorang rekannya yang berasal dari Yaman membawakannya terjemahan 
kitab suci Alquran berbahasa Inggris. "Saya pun membaca terjemahan itu, dan 
seketika usai membaca satu ayat -- saya lupa nama ayatnya -- tak sadar saya 
menangis," ungkap Jerry. 

Usai membaca tiga empat ayat berikutnya, Jerry merasa tidak perlu waktu lama 
untuk menyimpulkan bahwa apa yang tertulis di dalam Alquran adalah benar 
adanya. Namun hingga saat itu, dia mengaku belum berniat masuk Islam, hanya 
sekedar ingin tahu saja. Beberapa bulan berikutnya, seorang rekannya dari 
Indonesia mengajak dia kepada seorang guru agama. "Saya katakan kepada guru 
itu, saya tidak mau masuk Islam, tapi guru tersebut memintanya ikut 
mendengarkan ceramah dan pembacaan Alquran di tempatnya." 

Pulang dari situ, Jerry banyak termenung. Hatinya berkecamuk. Sampai di rumah 
dia langsung masuk kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan pemberian 
rekannya terdahulu. Sejak saat itu, hidayah datang kepadanya yang menetapkan 
niatnya untuk masuk Islam. Setelah masa tugasnya di Arab Saudi berakhir, ia 
tidak kembali ke AS, tapi memutuskan pindah ke Indonesia. Di Jakarta, mantan 
mekanik US Air Force tersebut kemudian menggeluti dunia jurnalistik televisi. 

Kini setelah sukses dengan bukunya, Jerry lebih giat untuk memantau 
berita-berita dan informasi tentang Islam. Bukan cuma itu, kegiatannya pun kian 
bertambah dengan aktivitas dakwahnya di masjid-masjid dan majlis taklim seputar 
Jabotabek. Kepada saudara-saudara Muslimnya, ia banyak berkisah tentang 
mulianya Islam dan temuan-temuannya. 

Ia juga kerap menyampaikan pesan-pesan singkat, tapi mengena. "Pendek kata, 
umat Islam harus menunjukkan wajahnya yang ramah dan cinta damai. Jangan reaksi 
berlebihan karena itulah yang tengah ditunggu-tunggu oleh kalangan media Barat 
untuk menyudutkan kita," kata dia. 


SEEING IS BELEIVING



Lihat Flash file Pentagon Lying | atau Lihat WTC X file 

http://swaramuslim.net/EBOOK/more.php?id=659_0_11_0_M




Rudy Swardani wrote:

>  
>  
>  
>  
>
> ------------------------------------------------------------------------
>
>------------------------------------------------------------------------
>
>********************************************************
>Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
>********************************************************
>Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
>http://www.usahamulia.net
>
>Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
>[EMAIL PROTECTED]
>
>********************************************************
>


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke