Artikel Buletin An-Nur :
MERAIH KEBERKAHAN DI PAGI HARI
Wahai Saudaraku! Awalilah pagi
harimu dengan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, sungguh sangat banyak
keberkahan yang Allah subhanahu wata?ala turunkan di pagi hari, janganlah
engkau enggan untuk menyingkirkan selimut yang menghangati tubuhmu, tinggalkan
kenikmatan tidur sesaat di pagi hari itu walaupun udara sangat terasa dingin.
Janganlah memanjakan hawa nafsu dengan kemalasan untuk beranjak dari tempat
tidur, karena akan ada banyak kerugian tatkala keberkahan di pagi hari itu
engkau biarkan lewat begitu saja berlalu.
Berikut ini adalah kiat-kiat
dan tahapan untuk meraih keberkahan di pagi hari:
Pertama:
Raihlah keberkahan dengan berusaha bangun tidur sebelum adzan Shubuh
dikumandang-kan, lalu raihlah keberkahan bangun tidurmu dengan dengan
memunajatkan do'a bangun tidur, artinya, "Segala puji bagi Allah yang telah
membangunkan kami kembali setelah Dia menidurkan kami dan hanya kepada-Nya
tempat kami kembali." (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid).
Ke dua: Sebelum memasuki kamar mandi raihlah keberkahan tatkala
engkau meletakkan pakaianmu seraya mengucapkan, "Bismillah", dan jangan
lupa berdo'a ketika mau masuk ke kamar mandi dengan ucapan, "Bismillah, Ya
Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan
syetan perempuan" (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid), dan
juga jangan lupa untuk mendahulukan kaki kiri kita tatkala memasuki kamar mandi
agar ada keberkahan yang bisa kita kumpulkan.
Lalu sucikanlah dirimu
dengan meraih keberkahan wudhu`, agar wudhu` yang engkau lakukan itu mendapatkan
keberkahan dari Allah subhanahu wata?ala maka sesuaikanlah dengan sunnah
Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam, dan ingatlah bahwa wudhu yang
sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam akan
meleburkan dosa-dosamu dan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu serta akan
mengangkat derajatmu disisi-Nya.
Dan dahulukanlah kaki kananmu tatkala
engkau keluar dari kamar mandi seraya berdo'a, "Ghufroonaka (Aku minta
ampunan-Mu wahai Rabb-ku)", itu akan menambahkan keberkahan bagimu.
Tatkala engkau sudah berada di luar kamar mandi hendaklah berdo'a
selesai wudhu, "Aku bersaksi (berikrar) bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali
Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, Aku bersaksi (berikrar) bahwa
Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya" (lihat teksnya dalam buku tuntunan
do'a dan wirid)
Laksanakanlah olehmu shalat sunat wudhu 2 raka'at, Allah
subhanahu wata?ala memberkahi hamba-Nya dengan balasan surga, ingatlah
sebuah hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Bilal radhiyallahu ?anhu
(muadzdzin Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam) dia masuk surga
karena senantiasa shalat sunat wudhu` 2 raka'at setiap kali selesai berwudhu`.
Ke tiga: Jawablah olehmu panggilan adzan yang dikumandang oleh
muadzdzin dari rumah Allah, dan sempurnakanlah keberkahan men-jawab panggilan
adzan tersebut dengan membaca sholawat Nabi shallallahu ?alaihi wasallam
dan seuntaian do'a setelah adzan berkumandang, artinya, "Ya Allah, Tuhan
Pemilik panggilan adzan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang akan
didirikan, berikanlah Al-Wasilah (derajat di dalam surga) dan fadhilah kepada
Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji
yang telah Engkau janjikan. Sesungguh Engkau tidak mengingkari janji."
(lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid).
Bermunajatlah
engkau kepada Sang Penciptamu yang senantiasa mengabulkan do'a para hamba-Nya,
berdo'alah kepada-Nya dengan do'a apa saja yang engkau inginkan, karena do'a
antara adzan dan iqomah dikabulkan dan diijabahkan oleh-Nya, sebagaimana ucapan
Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam, ?Do'a antara adzan dan iqomah
tidak ditolak.?
Ke empat: Lanjutkanlah dengan melaksanakan
shalat sunat sebelum Shubuh sebanyak dua raka'at dan sebaiknya engkau lakukan di
rumah-mu, karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah
menganjurkan agar ummatnya menghidupkan rumah mereka dengan shalat-shalat sunat,
tilawatil qur`an, dzikir-dzikir, dan amal ibadah sunat lainnya.
Renungkanlah olehmu tentang keberkahan, kehebatan dan keutamaan yang
Allah subhanahu wata?ala sediakan bagi siapa saja yang mengerjakan shalat
sunat dua raka'at sebelum Shubuh, tentang hal ini Rasulullah shallallahu
?alaihi wasallam telah bersabda, "Dua raka'at shalat sunat fajar (shalat
sunat sebelum shalat Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya)"
(al-Hadits).
Ke lima: Lalu langkahkanlah kakimu ke luar rumah
untuk menuju rumah Allah, dan berdo'alah kepada-Nya tatkala engkau keluar dari
rumahmu dengan ucapan, "Bismillahi tawakkaltu 'alallahi laa haula walaa
quwwata illa billah" (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah,
tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah), dan do'a-doa
lainnya (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid).
Dan tatkala
engkau akan memasuki masjid jangan lupa mendahulukan kakimu yang kanan karena
engkau akan memasuki rumah Allah, tempat yang suci lagi diagungkan, muliakanlah
rumah-Nya dengan do'a, "Bismillah washsholaatu wassalaamu 'alaa Rasulillahi,
Allahum-maftahlii abwaaba rahmatika" (Dengan menyebut nama Allah, semoga
sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah, Ya Allah bukakanlah untukku
pintu-pintu rahmat-Mu).? (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid).
Muliakanlah rumah Allah yang engkau masuki dengan melaksanakan shalat
sunat tahiyyatul masjid dua raka'at, niscaya keberkahan pasti Allah subhanahu
wata?ala limpahkan kepadamu.
Ke enam: Tunaikanlah shalat
Shubuh dengan khusyu' agar engkau dimuliakan dan digolongkan dalam barisan
orang-orang yang beruntung, renungkanlah firman Allah subhanahu wata?ala
berikut ini, artinya, "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu)
orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya" (QS. Al-Mu?minun: 1-2)
Dan
ingatlah bahwa tujuan utamamu berada di rumah Allah di pagi hari itu hanyalah
untuk mengejar dan memburu keberkahan dan kehebatan shalat Shubuh berjama'ah,
oleh karena itu renungkanlah dengan sebaik-baiknya tentang keagungan, kehebatan
dan keutamaan sholat subuh berjama'ah di masjid, renungkanlah apa yang telah
disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam tentang hal itu,
diantaranya:
Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda,
?Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik selain shalat
Shubuh dan Isya?, seandainya mereka mengetahui kebaikan didalam jamaah kedua
shalat tersebut, pasti mereka akan mendatangi-nya walaupun dengan merangkak.?
(Muttafaqun 'Alaih)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu
?alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menghadiri shalat Isya?
berjama'ah maka seolah-olah dia shalat setengah malam dan barangsiapa yang
menghadiri shalat Shubuh berjama'ah maka seolah-olah dia shalat semalam suntuk.?
(HR. Muslim)
Dalam hadits lain beliau bersabda, ?Barangsiapa
shalat Shubuh berjama'ah maka dia berada dalam jaminan Allah (maksudnya: Dia
melindungi, memperhatikan dan menjaga hamba tersebut).? (HR. Ibnu Majah dan
Thabrani)
Dalam hadits lain beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah
kagum terhadap orang-orang yang shalat berjama'ah" (HR.Ahmad).
Ke
tujuh: Selesai menunaikan shalat Shubuh berjama'ah, jangan sia-siakan
keberkahan selanjutnya yaitu dzikir setiap selesai shalat fardhu. (lihat teks
dzikir selesai shalat fardhu dalam buku tuntunan do'a dan wirid).
Setelah mengerjakan wirid selesai shalat fardhu, jangan terburu-buru
untuk meninggalkan masjid, raihlah beribu-ribu keberkahan lainnya yang telah
Allah subhanahu wata?ala sediakan bagi siapa yang mau memburu, keberkahan
itu adalah ?dzikir pagi hari? karena Rasulullah shallallahu ?alaihi
wasallam berpesan melalui sabdanya, "Sungguh aku duduk bersama kaum
berdzikir kepada Allah setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih aku
senangi dari memerdekakan 4 orang keturunan (Nabi) Isma'il, dan Sungguh aku
duduk bersama kaum berdzikir kepada Allah setelah shalat ?Ashar hingga terbenam
matahari lebih aku senangi dari memerdekakan 4 orang keturunan (Nabi)
Isma'il" (HR. Abu Daud)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu
?alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan shalat Shubuh
berjama'ah, lalu dia berzikir kepada Allah hingga terbit matahari lalu dia
shalat dua raka'at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji atau pahala
umroh dengan sempurna, sempurna dan sempurna" (HR. At-Tirmizi dan
dishahihkan oleh Syekh Al-Albani).
Tentang teks dzikir pagi dan dzikir
sore lihat dalam buku tuntunan do'a dan wirid. (Abu Abdillah Dzahabi)