Alhamdulillah,..
Saya sependapat dengan P Rofiq, P Laksito, P Budhi, P
Yadi...
bahwa sebentar lagi Ramadhan datang dan hendaknya kita
bergembira karenanya,....
adapun, berkenaan dengan fitnah yang barusan berhembus,..
sudah biarkan saja karena sungguh Allah SWT kelak akan meminta
pertanggungjawaban :
"Kami akan memasang timbangan yang tepat
pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika
(amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (balasan)nya.
Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." QS al Anbiyaa':47
Saya juga mohon maaf pada semua ikhwan muslim di milis ini
sekiranya pada diskusi ilmiyyah di milis ini ada yang melukai perasaan ikhwan
semua, demi Allah semoga semua itu dalam rangka "... wa ta'aawanuu alal birri
wattaqwa..."
(namun permohonan maaf ini bukan disandarkan karena menjelang
masuk ramadhon, karena yang demikian tidak ada sunnahnya dari Rasul
SAW)
semoga kita bisa meraih segala kebaikan dalam bulan
ini
Targhib
Puasa Ramadhan
Sabtu,
9 Oktober 2004 14:50:31
WIB
Kategori : Puasa
TARGHIB
PUASA RAMADHAN
Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan
Ali Abdul Hamid
[1]. Pengampunan Dosa
Allah dan Rasul-Nya
memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan
keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa
mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah
yang baik dan diberkahi ini.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau
bersabda.
"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan
penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [1]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, -Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam pernah bersabda.
"Artinya : Shalat yang
lima
waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi
di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar" [Hadits Riwayat
Muslim 233]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata :
Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar
kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda.
"Artinya :
Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : "Barangsiapa
yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka
dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin...."
[2]
[2]. Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api Neraka
Rasullullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Sesungguhnya Allah
memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam
bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya"
[3]
[3]. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada
Dari 'Amr
bin Murrah Al-Juhani[4] Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Datang seorang pria
kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata : "Ya Rasulullah, apa
pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah,
engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan
puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah
aku ?" Beliau menjawab.
"Artinya : Termasuk dari shidiqin dan syuhada"
[Hadits Riwayat Ibnu Hibban (no.11 zawaidnya) sanadnya
Shahih]
[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa
Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid,
terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak
Ata]
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759.
Makna "Penuh iman dan Ihtisab' yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap
pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa
berat dalam mengamalkannya
[2] Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad
2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih,
asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari
beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya
Ibnu Syahin
[3] Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas,
dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara
ringkas dari jalan yang lain, haditsnya Shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika
berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60
karya Al-Bushri
[4] Lihat Al-Ansab 3/394 karya As-Sam'ani, Al-Lubap 1/317
karya Ibnul Atsir