Kudunya memang begini.....Disamping kita memang banyak membaca kitab2 yang sudah ada tapi tetep harus  dan perlu penjelasan dari beliau2 yang kita anggap memang faham (guru2 kita) agar kita tidak menafsirkannya sepemahaman kita atau mengikut apa adanya yang tertulis di kitab...
 
Salam,
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, September 05, 2006 3:06 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Targhib Puasa Ramadhan

Permintaan maaf sebaiknya dibarengi dengan taubat, melihat kedalam [kata Ebiet]. Mengingat sekarang jauh dengan zaman Rosul, dalam berdakwah sebisa mungkin kita menempatkan diri berada ditengah-tengah. Terlepas dari pilihan kita yang lebih cenderung mengikuti pendapat ulama Fulan.
 
Contoh masalah Isbal, mentang-mentang sependapat dengan larangan pakaian melebihi mata kaki. Kecenderungannya mengesampingkan pendapat yang membolehkannya.
 
Kalau ingin diterima dakwah kita, atau paling tidak untuk meminimalkan permusuhan, sebaiknya kemukakan semua pendapat secara fair, baik yang melarang maupun yang membolehkan. Tidak perlu membela atau mengesampingkan salah satunya. Lha wong ulamanya sendiri saja saling menghormati, masa kita yang sekedar mengikuti [membaca] malah memvonis.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Cucun Wahyudi
Sent: 05 September 2006 14:07
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Targhib Puasa Ramadhan

Alhamdulillah,..

Saya sependapat dengan P Rofiq, P Laksito,  P Budhi, P Yadi...

bahwa sebentar lagi Ramadhan datang dan hendaknya kita bergembira karenanya,....

adapun, berkenaan dengan fitnah yang barusan berhembus,.. sudah biarkan saja karena sungguh Allah SWT kelak akan meminta pertanggungjawaban :

 

"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (balasan)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." QS al Anbiyaa':47

 

Saya juga mohon maaf pada semua ikhwan muslim di milis ini sekiranya pada diskusi ilmiyyah di milis ini ada yang melukai perasaan ikhwan semua, demi Allah semoga semua itu dalam rangka "... wa ta'aawanuu alal birri wattaqwa..."

 

(namun permohonan maaf ini bukan disandarkan karena menjelang masuk ramadhon, karena yang demikian tidak ada sunnahnya dari Rasul SAW)

 

semoga kita bisa meraih segala kebaikan dalam bulan ini

 

 

 

Targhib Puasa Ramadhan
Sabtu, 9 Oktober 2004 14:50:31 WIB
Kategori : Puasa


TARGHIB PUASA RAMADHAN
Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

[1]. Pengampunan Dosa

Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [1]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, -Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.

"Artinya : Shalat yang
lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar" [Hadits Riwayat Muslim 233]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin...." [2]

[2]. Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api Neraka

Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya" [3]

[3]. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada

Dari 'Amr bin Murrah Al-Juhani[4] Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata : "Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku ?" Beliau menjawab.
"Artinya : Termasuk dari shidiqin dan syuhada" [Hadits Riwayat Ibnu Hibban (no.11 zawaidnya) sanadnya Shahih]


[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759. Makna "Penuh iman dan Ihtisab' yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya
[2] Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin
[3] Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya Shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri
[4] Lihat Al-Ansab 3/394 karya As-Sam'ani, Al-Lubap 1/317 karya Ibnul Atsir

 

----- Original Message -----
From: Yadi H.
Sent: Tuesday, September 05, 2006 12:57 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] SALAFI PECAH BELAH

Betul nih,
Setau saya kita sedang membahas ilmu dan hujjah-hujjahnya.
Bukan membahas dan mempersoalkan perbedaan. ???
Saya yakin ini forum ilmu. Sehingga semua disampaikan dengan ilmu.
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Budhi Setijono
Sent: 05 September, 2006 11:49 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] SALAFI PECAH BELAH

Wahh... diskusinya mulai bergeser nih...????  
 


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke