|
Dari milist
tetangga...................
Minggu, 03 September 2006 06:11 WIB
JABOTABEK - Jakarta PT Jamsostek dalam Kondisi Bahaya dan Sudah Tergadai JAKARTA--MIOL: Mantan Dirut PT Jamsostek Achmad Djunaidi menilai PT Jamsostek dalam kondisi berbahaya karena data kepesertaan (informasi perusahaan) yang sangat rahasia disimpan oleh pihak ketiga. Djunaidi dalam laporannya ke Komisi Pemberantasan Keuangan (KPK) bertanggal 22 Agustus 2006 mengatakan kondisi itu menunjukkan PT Jamsostek sudah tergadai. Menurut dia, jika pelaksanaan pendataan kepesertaan itu dilakukan oleh pihak ketiga maka data itu harus tetap disimpan di kantor PT Jamsostek. Djunaidi mengutip sebuah majalah berita mingguan menyebutkan bahwa PT SCS Astragraphia Technologies (SAT) mengangkut semua data, termasuk "hard ware" ke kantornya di Gedung Standard Chartered Bank di Jalan Jenderal Sudirman. Menurut Djunaidi jika kontrak dengan PT SAT selesai maka PT Jamsostek tidak bisa meminta kembali data dan "hardware" dan akan ditekan dalam penetapan harga kontrak. "PT SAT menguasai data pekerja dan perusahaan dan kontrak selanjutnya akan menjadi mahal," kata Djunaidi. Dia mendapat informasi kebijakan itu di luar persetujuan Dewan Komisaris dan pemegang saham. "Ini sangat berbahaya. Sepertinya PT Jamsostek sudah tergadai," katanya. Praktik seperti itu dinilainya sebagai bentuk korupsi yang sangat canggih. "Apakah KPK siap dengan hal-hal demikian?" kata Djunaidi. Dia juga menyinggung tender penunjukan PT SAT yang bernilai sekitar Rp105 miliar setelah tiga kali proses tender dibatalkan. Alokasi dana untuk proyek itu sebelumnya hanya Rp35 miliar, tetapi Direksi baru Menaikkannya menjadi Rp105 miliar. PT Berca yang sebelumnya menjadi pemenang tender lalu dikalahkan juga sudah melaporkan kasus itu ke KPK. Sementara Armon Arleg, mantan Direktur Umum PT Jamsostek mengatakan, sudah kewajiban jajaran direksi dan karyawan PT Jamsostek untuk menjaga kerahasiaan data karyawan dan perusahaan peserta program. "Kami memperlakukannya seperti harta paling berharga kami karena data itu merupakan kepercayaan perusahaan-perusahan peserta program kepada kami," katanya. Dia menambahkan, kondisi akan kacau jika data itu bocor dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan negatif, lalu kepercayaan peserta runtuh. "Lebih parah lagi jika para perusahaan menggugat, maka hancurlah PT Jamsostek," katanya. Dia setuju dengan pernyataan Djunaidi, PT Jamsostek dalam kondisi bahaya dan sudah tergadai. Armon berharap kondisi itu segera diatasi sebelum para perusahaan menggugat dan serikat pekerja menghujat. "PT Jamsostek harus diselamatkan," katanya. (Ant/OL-01).
|
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
