Sukron Pa, Budi.
At 14:02 12/09/06 +0700, Budi Dermawan wrote: >fyi > > > >Adab-Adab Membaca al-Qur'an > > >Dari : http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatquran&id=74 > >Mukaddimah > >Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang memiliki kedudukan tersendiri di >hati setiap Muslim. Ia merupakan kalamullah dan sebagai sumber hukum pertama >bagi umat Islam. > >Sebagai sebuah kitab suci yang memiliki keistimewaan, tentu patutlah bagi >seorang Muslim untuk memuliakan dan menghormatinya, termasuk dalam sikap >kita ketika ingin membacanya. >Nah, apakah adab-adabnya? Silahkan menyimak!! > >Banyak sekali adab-adab yang harus diperhatikan ketika membaca al-Qur'an, di >antaranya: > >1. Ikhlash atau meluruskan niat karena Allah semata. Ini merupakan adab yang >paling penting di mana suatu amal selalu terkait dengan niat. Hal ini >sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya semua amalan itu tergantung >niat-niatnya dan setiap orang tergantung pada apa yang diniatkannya..." >(HR.al-Bukhari, kitab Bad'ul Wahyi, Jld.I, hal.9) > >Karena itu, wajib mengikhlashkan niat dan memperbaiki tujuan serta >menjadikan hafalan dan perhatian terhadap al-Qur'an demi-Nya, menggapai >surga-Nya dan mendapat ridla-Nya. > >Siapa saja yang menghafal al-Qur'an atau membacanya karena riya', maka ia >tidak akan mendapatkan pahala apa-apa. >Nabi SAW bersabda, "Tiga orang yang pertama kali menjalani penyidangan pada >hari Kiamat nanti...[Rasulullah SAW kemudian menyebutkan di antaranya]...dan >seorang laki-laki yang belajar ilmu lalu mengajarkannya, membaca al-Qur'an >lalu ia dibawa menghadap, lalu Allah mengenalkan kepadanya >nikmat-nikmat-Nya, maka ia pun mengetahuinya, lalu Dia SWT berkata, 'Untuk >apa kamu amalkan itu.?" Ia menjawab, 'Aku belajar ilmu untuk-Mu, >mengajarkannya dan membaca al-Qur'an.' Lalu Allah berkata, 'Kamu telah >berbohong akan tetapi hal itu karena ingin dikatakan, 'ia seorang Qari >(pembaca ayat al-Qur'an).' Dan memang ia dikatakan demikian. Kemudian ia >dibawa lalu wajahnya ditarik hingga dicampakkan ke dalam api neraka." >(HR.Muslim, Jld.VI, hal.47) > >Manakala seorang Muslim menghafal dan membaca al-Qur'an semata karena >mengharapkan keridlaan Allah, maka ia akan merasakan kebahagian yang tidak >dapat ditandingi oleh kebahagiaan apa pun di dunia. > >2. Menghadirkan hati (konsentrasi penuh) ketika membaca dan berupaya >menghalau bisikan-bisikan syetan dan kata hati, tidak sibuk dengan >memain-mainkan tangan, menoleh ke kanan dan ke kiri dan menyibukkan >pandangan dengan selain al-Qur'an. > >3. Mentadabburi (merenungi) dan memahami apa yang dibaca, merasakan bahwa >setiap pesan di dalam al-Qur'an itu ditujukan kepadanya dan merenungi >makna-makna Asma Allah dan sifat-Nya. > >4. Tersentuh dengan bacaan. Imam as-Suyuthi RAH berkata, "Dianjurkan >menangis ketika membaca al-Qur'an dan berupaya untuk menangis bagi yang >tidak mampu (melakukan yang pertama-red.,), merasa sedih dan khusyu'." >(al-Itqan, Jld.I, hal.302) > >5. Bersuci. Maksudnya dari hadats besar, yaitu jinabah dan haidh atau nifas >bagi wanita. >Al-Qur'an merupakan zikir paling utama. Ia adalah kalam Rabb Ta'ala. Karena >itu, di antara adab membacanya, si pembaca harus suci dari hadats besar dan >kecil. Ia dianjurkan untuk berwudhu sebelum membaca. Hal ini berdasarkan >hadits yang diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar RA, ia berkata, Rasulullah >SAW bersabda, "Tidaklah menyentuh al-Qur'an kecuali orang yang suci." >(Shahih al-Jaami', no.7657) > >Perlu diketahui, bahwa seseorang boleh membaca al-Qur'an asalkan tidak >sedang berhadats besar, demikian pula disunnahkan baginya untuk mencuci >mulut (menggosok gigi-red.,) dengan siwak sebab ia membersihkan mulut >sedangkan mulut merupakan 'jalan' al-Qur'an. > >6. Sebaiknya, ketika membaca al-Qur'an, menghadap Qiblat sebab ia merupakan >arah yang paling mulia, apalagi sedang berada di masjid atau di rumah. >Tetapi bila tidak memungkinkan, baik karena ia berada di kios, mobil atau >sedang bekerja, maka tidak apa membaca al-Qur'an sakali pun tidak menghadap >Qiblat. > >7. Disunnahkan bagi seseorang untuk ber-ta'awwudz (berlindung) kepada Allah >dari syaithan yang terkutuk. Allah Ta'ala berfirman, "Maka apabila kamu >membaca al-Qur'an, berlindunglah kepada Allah dari syaithan yang terkutuk." >(an-Nahl:98) > >8. Memperindah suaranya ketika membaca al-Qur'an sedapat mungkin. Rasulullah >SAW bersabda, "Hiasilah al-Qur'an dengan suara-suara kamu sebab suara yang >bagus membuatnya bertambah bagus." (dinilai shahih oleh al-Albani, Shahih >al-Jaami', no.358) > >"Disunnahkan memperbagus dan menghiasi suara dengan al-Qur'an... Terdapat >banyak hadits yang shahih mengenai hal itu. Jika seseorang suaranya tidak >bagus, maka ia boleh memperbagus semampunya asalkan jangan keluar hingga >seperti karet (dilakukan secara tidak semestinya dan menyalahi kaidah >tajwid-red.,)." (al-Itqaan, Jld.I, hal.302) > >Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak >bersenandung dengan al-Qur'an (melantunkannya dengan bagus)." (Shahih >al-Bukhari, Jld.XIII, hal.501, bab at-Tauhid, no.7527) >Hendaknya pembaca al-Qur'an membaca sesuai dengan karakternya, tidak >menyusah-nyusahkan diri (dibuat-buat) dengan cara menaklid salah seorang >Qari atau dengan intonasi-intonasi tertentu sebab hal itu dapat menyibukkan >dirinya dari mentadabburi dan memahaminya serta menjadikan seluruh >keinginannya hanya pada mengikuti orang lain (taqlid) saja. > >9. Membaca dengan menggunakan mushaf. Hal ini dikatakan oleh as-Suyuthi, >"Membaca dengan menggunakan mushaf lebih baik dari pada membaca dari hafalan >sebab melihatnya merupakan suatu ibadah yang dituntut." (al-Itqaan, Jld.I, >hal.304) > >Hanya saja, Imam an-Nawawi dalam hal ini melihat dari aspek kekhusyu'an; >bila membaca dengan menggunakan mushaf dapat menambah kekhusyu'an si >pembaca, maka itu lebih baik. Demikian pula, bila bagi seseorang yang >tingkat kekhusyu'an dan tadabburnya sama dalam kondisi membaca dan >menghafal; ia boleh memilih membaca dari hafalan bila hal itu menambah >kekhusyu'annya. > >Di antara hal yang perlu diperhatikan di sini, hendaknya seorang pembaca, >khususnya bagi siapa saja yang ingin menghafal, untuk memilih satu jenis >cetakan saja sehingga hafalannya lebih kuat dan mantap. > >Demikian pula, hendaknya ia menghormati mushaf dan tidak meletakkannya di >tanah/lantai, tidak pula dengan cara melempar kepada pemiliknya bila ingin >memberinya. Tidak boleh menyentuhnya kecuali ia seorang yang suci. > >10. Membaca di tempat yang layak (kondusif) seperti di masjid sebab ia >merupakan tempat paling afdhal di muka bumi, atau di satu tempat di rumah >yang jauh dari penghalang, kesibukan dan suara-suara yang dapat mengganggu >untuk melakukan tadabbur dan memahaminya. Karena itu, ia tidak seharusnya >membacakan al-Qur'an di komunitas yang tidak menghormati al-Qur'an. > >(SUMBER: Silsilah Manaahij Dauraat al-'Uluum asy-Syar'iyyah -fi'ah >an-Naasyi'ah- al-Hadits karya Dr Ibrahim bin Sulaiman al-Huwaimil, >hal.21-25) > >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] >[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Apriyadi >Sent: Tuesday, September 12, 2006 11:29 AM >To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP >Subject: [ FUPM-EJIP ] Adab membaca Al-Qur'an > > >Assalamu'alaikum wr wb, > >Ustadz, >Ane mo nanya, >Ada yg bisa jelaskan atau menguraikan Adab membaca Al-Qur'an ?? >Serta apabila membaca Al-Quran wajib berwudhu atau tidak ?? >Sukron atas jawabannya. > >Apriyadi. >(12/9) > > >******************************************************** >Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP >******************************************************** >Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : >http://www.usahamulia.net > >Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : >[EMAIL PROTECTED] > >******************************************************** > >******************************************************** >Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP >******************************************************** >Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : >http://www.usahamulia.net > >Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : >[EMAIL PROTECTED] > >******************************************************** ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
