Membela Al Aqsha Hak Seluruh Umat Islam di Dunia
Jakarta-RoL -- Membela masjidil Al-Aqsha dari pengusaan zionis Israel adalah hak seluruh umat Islam yang ada di dunia tanpa terkecuali muslim di Indonesia, ujar H Ferry Nur S.Si, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kisdi).
Berbicara pada seminar sehari mengenai "Al-Aqsha Haqquina" di Wisma Antara, Jakarta, Rabu, Ferry mengatakan penderitaan yang dialami bangsa Palestina yang sudah dijajah oleh Inggris sejak 1948 merupakan kewajiban seluruh umat Islam untuk membantu saudara seiman di wilayah tersebut agar dapat meraih merdekaan dari penjajahan Barat.
Tapi sangat disayangkan umat Islam sampai sekarang belum mampu berbuat sesuatu untuk menolong bangsa Palestina agar bisa bebas dari penjajahan. Sampai saat ini Palestina masih diboikot baik dalam hal penyaluran makanan dan pengadaan listrik maupun air.
"Siapa yang memiliki hati dan kepedulian (untuk membantu), kemerdekaan lebih penting dari pada sekedar menciptakan perdamai di kawawan tersebut," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bila berbicara mengenai perdamaian, maka masalah tersebut tidak dapat dipisahkan dari kemerdekaan. "Ini merupakan tuntutan yang cukup rasional." Pendudukan Israel atas Palestina dan pencaplokan Israel atas Masjidil Aqsho di Jerusalem serta invasi Israel ke Lebanon dan permasalahan internal Islam tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan hasil pikiran manusia atau politis.
Permasalahan ini hanya dapat diatasi bila umat Muslim kembali hidup berjamaah dan mengikuti jejak Rasullah (khilafah) seperti yang diperintah oleh Allah SWT dalam kitab suci Al-Quran. Apa yang menimpa umat Islam sekarang ini adalah karena kaum muslim tidak bersatu dalam satu kesatuan mereka yaitu Jamaah Imamah dan khilafah, ujarnya.
"Mereka (muslimin) tidak lagi memilih jalan dan contoh dari Nabi Muhammad SAW. Akibatnya, mereka mudah terpecah belah dalam banyak golongan (firqah-firqah) serta partai yang satu sama lain bangga dengan golongannya masing-masing dan tidak lagi memiliki ikatan," sambungnya. Akibat lunturnya ikatan ini, umat Islam tidak lagi memiliki kerisauan terhadap saudara mereka yang mengalami penderitaan di Palestina yang sekarang sedang dizalimi oleh zionis Yahudi, Israel.
Umat Islam yang terikat dalam kelompok cendrung memikirkan kepentingan kelompok mereka saja dan tidak lagi mempunyai pemikiran bagaimana bisa bersatu, jamaah imamah dan khilafah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Menurut Ferry, kekalahan Muslimin sekarang ini dalam menghadapi Zionis Yahudi Israel dan Amerika Serikat adalah karena Muslimin meninggalkan cara perjuangan khitoh Rasulullah.
Sebaliknya, umat Islam memakai cara-cara di luar sunnah Rasulullah yang diambil dari idiologi Barat yang akhirnya membuat Muslimin terjebak dalam perpecahan dalam banyak firqah (kelompok, golongan dan partai) serta ashobiyah (nasionalisme sempit).
"Akibatnya, mereka saling hasut, benci dan berperang atas sesama muslim. Oleh karena itu, Muslimin terus menerus mengalami kemunduran seperti apa yang dikabarkan oleh Rasullah," tegasnya.
Untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini, menurut Prof Dr Bachtiar Aly, MA selaku pengamat Timur Tengah yang ikut sebagai pembicara dalam seminar itu, umat Islam, ulama dan zuamanya, cendikiawan dan awamnya harus tobat kepada Allah dan ikhlas meninggalkan cara-cara di luar Islam, kembali kepada Allah dan Rasul-Nya dengan cara hidup berjamaah dan khilafah.
"Apabila bangsa Palestina diboikot dan dibantai oleh Israel, apakah umat Islam yang hidup di wilayah lain di bumi tidak ikut berdosa karena membiarkan saudara seiman menderita tanpa mau dan dapat berbuat sesuatu untuk menolong mereka,"tegasnya. Dengan jamaah immamah dan khilafah, maka semangat mau berkorban yang dapat digalang, sehingga persoalan yang dihadapi dapat diselesai. antara/pur
Selasa, 12 September 2006 20:44:00
Meteor di atas Selandia Baru Tebarkan Bunyi
Keras
Wellington-RoL -- Sebuah meteor yang menembus atmosfer bumi di atas langit Selandia Baru, Selasa, menimbulkan bunyi sangat keras.
Bunyi keras yang terdengar hingga 300 km, mulai dari Christchurch hingga Wellington itu, telah membuat warga berlarian ke luar rumah.
Radio Selandia Baru menyiarkan ribuan warga Christchurch menelepon bagian pelayanan darurat untuk melaporkan bunyi keras yang menguncang jendela rumah mereka.
Sebagian warga mengira bunyi itu akibat gempa bumi, sebagian lagi menduga ada pesawat terbang meledak namun beberapa saksi mata melihat cahaya menyilaukan di langit yang jatuh ke bumi.
Alan Gilmore dari Obervatorium Mount John, Tekapo, mengemukakan semua benda langit yang bergesekan dengan atmosfer dapat menyebabkan suara keras ketika berjarak kurang dari 60 km dari bumi.
Sebuah jaringan radio mengutip keterangan peneliti lainnya menyebutkan, meteor jatuh di Selandia Baru sekitar sekali setahun. dpa/antara/pur
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
