-----Original Message-----
From:
[EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: 26 September 2006
17:26
" Seorang yang cerdas adalah seorang yang mempersiapkan
dirinya untuk
kehidupan akhirat"
(Rasullullah Muhammad
SAW)
Malam pertama. Satu hal sebagai bahan renungan kita. Tuk
merenungkan
indahnya malam pertama, tapi bukan malam penuh kenikmatan
duniawiah
semata. Bukan malam pertama masuk keperaduan Adam dan Hawa. Justru
malam
pertama perkawinan kita dengan sang Maut. Sebuah malam yang
meninggalkan
isak dan tangis sanak saudara.
Hari itu .mempelai
sangat dimanjakan. Mandipun.harus dimandikan.seluruh
badan kita terbuka.Tak
ada sehelai benangpun menutupinya. Itulah sosok
kita. Itulah jasad kita waktu
itu. Setelah dimandikan, kitapun kan
dipakaikan gaun cantik berwarna putih,
kain itu jarang orang memakainya.
Karena bermerk sangat terkenal
bernama"kafan". Wewangian ditaburkan ke
baju kita. Bagian kepala, badan, dan
kaki di ikatkan.
Tataplah...tataplah...itulah wajah kita.
Keranda
pelaminan, langsung disiapkan. Pengantin bersanding sendirian.
Menuju istana
keabadian sebagai simbol asal usul kita. Diiringi langkah
gontai seluruh
keluarga, serta rasa haru para handai taulan. Gamelan
syahdu
bersyairkan adzan dan kalimat suci, Akad nikahnya bacaan
talkin,
berwalikan liang lahat. Saksi-saksinya nisan-nisan, yang telah
tiba
duluan, siraman air mawar .pengantar akhir kerinduan. Dan akhirnya.
tiba
masa pengantin menunggu dan ditinggal sendirian.
Tuk
mempertanggungjawabkan seluruh bait langkah kehidupan. Malam
pertama
bersama KEKASIH. Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah. Dan ketika
7
langkah telah beranjak menjauhi pelaminan akhir kita, kitapun
akan
ditanyai oleh sang malaikat. Kitapun tak tahu apakah akan
memperoleh
nikmat Kubur? Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur...
Kita tak
tahu...dan tak seorangpun yang tahu.
Tapi anehnya kita tak
pernah galau akan sebuah rasa"ketakutan". Padahal
nikmat atau siksakah yang
kan kita terima, kita sungkan sekali meneteskan
airmata. Dan dia kekasih itu,
menetapkanmu ke syurga, atau melemparkan
dirimu keneraka. Tentunya kita
berharap menjadi ahli syurga.
Tapi...,tapi...sudah pantaskan alunan gerak
gerik sikap kita selama ini.
Untuk disebut sebagai ahli
syurga?????
Saudaraku sebelum momen itu menjemput kita, marilah kita
persiapkan diri
ini dengan sebaik -baiknya. Di bulan suci Romadhon ini, Allah
melimpahkan
Rahmat, Magfiroh dan perlindungan-Nya dari api neraka. Sepatutnya
kita
berlomba-lomba menggapainya. Dan menjadikan romadhon kita sebagai
bulan
taqorrub ilallah.
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
