Palestina Butuh Doa & Dana
03 Oktober 2006 

IMAM Masjid Al Aqsa, Palestina, Syeikh Mohd. Siyyam, menga­ta­kan,
Palestina belum membutuh­kan bantuan tenaga sukarelawan dari Indonesia
namun lebih mem­butuhkan bantuan doa, dukungan politik dan materi saat
ini. 

‘’Kalau dari sisi bantuan muja­hidin, kami sudah surplus,’’ kata Syeikh
Mohd. Siyyam saat mem­beri­kan ceramah dan tanya jawab dengan kaum
muslim di kediaman Menpora Adhyaksa Dault, di Jakarta, Minggu malam. 

Sebelum dilakukan tanya jawab, Imam Masjid Al Aqsa itu memimpin shalat
tarawih. Nampak hadir dian­tara­­nya, Menpera Yusuf Asyari, ang­­gota
DPR Tamsil Linrung (Fraksi PKS), pengacara Eggy Sud­jana, Ketua Hizbut
Tahrir Indonesia, Hafidz Abdurahman, Sekjen Forum Umat Islam Indonesia,
Muhammad Khaththath, serta jamaah Arena Remaja Islam Setia Budi, Karet
serta sejumlah pimpinan perge­rakan Islam. 

Dalam tanya jawab berbahasa Arab yang diterjemahkan, Syeikh Mohd. Siyyam
meminta agar mas­yarakat Indonesia selalu berdoa agar kemenangan datang
bagi masyarakat Palestina. “Doakan kami terutama usai shalat,” katanya. 

Bantuan lain yang dibutuhkan Palestina, kata Mohd Siyaam terkait dengan
bantuan politik dan media. Karena, selama ini dari pem­beritaan Amerika
menggambarkan bangsa Yahudi atau Israel sebagai pihak yang teraniaya
atau dizalimi. Sementara bangsa Palestina digambarkan sebagai pihak yang
suka perang dan teroris. 

“Media massa harus menjelas­kan fakta sesungguhnya, Palestina yang
dizalimi karena ingin men­dapatkan hak-haknya,” tegasnya. Syeikh Mohd.
Siyyam yang telah tiga kali datang ke Indonesia itu juga meminta bantuan
materil dari masyarakat Indonesia dan dunia, terutama setelah AS meminta
penghentian segala bentuk transfer dana ke Palestina. 

Dukungan Pemerintah 

Menurut Syeikh Mohd. Siyyam transfer dana dari luar negeri ke Palestina
saat ini tidak bisa dilaku­kan karena AS telah memblokir tran­saksi
keuangan. Bahkan, trans­­fer dana juga tidak bisa dilakukan dari
negara-negara tetangga di kawasan itu. 

Dia juga menyesalkan negara tetangga lebih menuruti ke­mauan AS. ‘’Meski
begitu, para pim­pinan Hamas tidak pernah kehila­ngan akal, karena kita
bisa memper­oleh ban­tuan dengan uang cash. Tapi sampai kapan ini akan
terus ber­lang­sung. Karena itu, kita sangat meng­hargai atas dukungan
yang disam­paikan pemerintah RI dalam berba­gai forum internasional,’’
ujarnya. 

Syeikh Mohd Siyyam juga me­negaskan, pemerintahan Hamas yang sekarang
memimpin Palestina akan terus fokus dalam perjuangan memperoleh hak-hak
bangsa Pa­lestina. ‘’Kita akan teruskan perla­wanan memperoleh hak-hak
kami,’’ tandasnya. 

Secara khusus, Syeikh Mohd. Siy­yam juga menyatakan terima kasih atas
dukungan rakyat Indo­nesia dan pemerintah Indonesia ter­hadap Palestina.
(Rakyat merdeka)


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke