PERANG TERORISME:
PERANG MELAWAN ISLAM

Bulan September kemarin rakyat AS kembali memperingati tragedi serangan terhadap gedung kembar WTC. Pemerintah Bush pun menjadikan tanggal itu menjadi ritual baru AS. Rakyat AS  diajak untuk menyadari bahwa musuh mereka, para teroris, masih ada. Sebelas September memang menjadi momen penting dalam kebijakan luar negeri AS. Sejak itu, Bush  hanya memberikan dua pilihan kepada dunia: ikut AS atau ikut teroris (dengan risiko akan diperangi oleh AS). Sebelas September 2001  menjadi tonggak penting bagi AS dalam perang barunya: perang melawan terorisme.

Namun, semakin banyak pihak yang menggugat keabsahan perang melawan terorisme ala AS ini. Bahkan di dalam negeri AS sendiri mulai muncul pertanyaan apakah perang ini memang layak atau tidak. Dalam hal ini, ada beberapa poin penting yang menjadi dasar. Pertama: Peristiwa 11 September 2001 itu sendiri. Muncul pertanyaaan: Apakah AS memang diserang teroris dari luar atau serangan ini merupakan rakayasa pihak AS sendiri, dalam hal ini Bush? Kalau memang serangan ini dilakukan oleh pihak luar (musuh AS), mengapa pemerintah Bush tidak mampu mencegahnya? Apakah tidak mungkin Bush membiarkan terjadinya serangan ini?

Pertanyaan-pertanyaan kritis ini memang layak untuk diajukan. Sebab, terlampau banyak ‘misteri’ yang belum terungkap secara transparan dan belum terjawab secara memuaskan. Apakah mungkin konstruksi baja gedung yang demikian kokoh bisa luluh karena ditabrak oleh pesawat? Serangan terhadap Pentagon pun dipertanyakan. Bagaimana mungkin pesawat Boeing 757 dengan tinggi 15 meter, panjang 51 meter dan bobot 100 ton hanya mengakibatkan lubang sekitar enam meter tanpa serpihan. Hingga kini juga belum jelas jawaban tentang tidak adanya nama Arab dalam daftar penumpang American Airlines No. 11 yang menabrak WTC. Padahal pemerintah AS mengatakan pembajaknya adalah warga Saudi. Mengapa pula beberapa orang yang dituduh sebagai pembajak, ternyata masih hidup bahkan ada yang sudah mati beberapa tahun sebelum terjadinya serangan itu? Sederet pertanyaan lain pun bermunculan. Yang paling penting: Mengapa pemerintah AS kecolongan, padahal sistem pertahanan AS dikenal canggih? Mengapa tidak ada jawaban yang rasional? Mengapa tidak ada yang bertanggung jawab atas kegagalan sistem pertahanan AS ini? Yang pasti, peristiwa 11 September ini kemudian dijadikan dasar oleh AS untuk mengobarkan perang melawan terorisme.

Kedua: terkait dengan perang melawan terorisme. Begitu banyak AS berbohong dalam perang babak baru ini. Saat akan menyerang Irak, Bush berbohong mengenai ancaman senjata pemusnah masal rezim Saddam, yang ternyata tidak terbukti. Bush juga berbohong ketika mengaitkan rezim Saddam dengan al-Qaida, yang juga tidak terbukti sama sekali. Bush juga awalnya berbohong berkaitan dengan dugaan adanya penjara-penjara rahasia, yang jelas-jelas bertentangan dengan HAM, yang ternyata benar adanya. Bush pun bersikukuh tidak melakukan pelanggaran HAM terhadap para tahanan yang dituduh teroris. Padahal sudah banyak lembaga HAM dunia yang menggugat perlakuan AS terhadap tahanan perang di Guantanamo Kuba.

Alasan penyebaran demokrasi untuk membendung terorisme pun dipertanyakan banyak pihak. Berulang-ulang Bush mengata-kan bahwa terorisme akan bisa dicegah terutama di Timur Tengah dengan membentuk Timur Tengah Baru (The New Middle East) yang demokratis dan menjunjung HAM. Pertanyaan-nya: Apakah demokratis memaksakan sistem demokrasi terhadap negara lain, apalagi dengan melegalkan pembunuhan terhadap rakyat sipil dan pelanggaran HAM terhadap pihak yang dituduh teroris?

Anehnya, AS terus mendukung pemerintah Saudi dan Mesir yang represif. Hal ini diperkokoh oleh standar ganda AS terhadap HAMAS yang dikucilkan meskipun dipilih oleh rakyatnya secara demokratis. Iran di bawah pimpinan Ahmadinejad, disebut Bush sebagai pemerin-tahan tiran, seakan Bush menutup mata bahwa Ahmadinejad terpilih oleh rakyat Iran lewat Pemilu yang demokratis. Last but not least, stan-dar ganda AS demokrasi AS adalah ‘demokrasi kepentingan’. Artinya, demokrasi akan dipakai kalau sejalan dengan kepentingan AS.

Perang Terhadap Islam 

Perang melawan terorisme ala AS  semakin memperdalam perbedaan antara negara-negara Barat dan Dunia Islam. Semakin tampak dan terasa Islam dan umat Islamlah yang menjadi sasaran utama  dalam perang ini. Sejak awal perang Bush telah mengisyaratkan ini dengan menyebut perang melawan terorisme adalah Crusade (Perang Salib). Perang ini pun menjadikan Islam sebagai monster dan iblis. Tampak dari istilah-istilah berkonotasi buruk yang disandingkan dengan Islam oleh Bush untuk menamakan musuhnya seperti istilah ‘Islam fasis’, ‘Islam radikal’, atau ‘Islam militan’.

Bush dan sekutunya pun menjadikan konsepsi Islam seperti syariah, jihad dan Khilafah sebagai musuh dalam perang ini. Jihad yang demikian mulia dalam pandangan Islam pun dikonotasikan jelek dan merusak. Bush dan sekutunya juga menuduh teroris kaum Muslim yang bercita-cita menerapkan syariah Islam dan Khilafah. Rumsfeld pun mengatakan hal yang sama dengan mengatakan di Irak akan berdiri Khilafah Islam kalau tentara AS ditarik dari sana  (Washington Post, 5/12/2005). Blair sekutu dekat Bush juga lebih jelas lagi dengan menyebut empat ciri ideologi setan para teroris: anti Israel; anti nilai-nilai Barat; ingin menerapkan syariah Islam, dan mempersatukan umat Islam dengan Khilafah (BBCNews, 16/7/2005).

Apalagi sebagian besar nama orang dan data organisasi yang dianggap teroris adalah orang Islam dan organisasi dengan nama Islam. Tak pelak, korban yang paling besar justru adalah umat Islam. Perang Irak dan Afganistan telah menelan korban ratusan ribu kaum Muslim. Bandingkan dengan korban Tragedi WTC yang berjumlah 3000 orang.

Karena itu, tidak ada jalan lain untuk membendung perang ini kecuali dengan Khilafah Islam. Negara super power inilah yang akan mampu menghadapi negara arogan seperti AS. Wallâhu a‘lam. [Farid Wadjdi].

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke