|
Jika kita benar
benar jujur dan berkata sanggupkah kita keluar dari konteks berpikir mereka,
dengan dalih HAM dan individual setiap warga , mereka melontarkan dan
mengerjakan apa yang mestinya di larang dalam kebebasan beragama dalam
menjalankan keyakinan masing2 Perlu di ingat
bahwa HAM sengaja di buat specific menjurus ke konteks agama, masih ingat Israel
dan palestina, dengan dailh HAM mereka membantai rakyat palestina se enaknya, Kita berharap
pemerintah bisa menindak lanjuti dari kejadian ini, Jika mereka
ingin berexpresi kenapa harus Nabi Muhammad yang jadikan sasaran mereka kenapa
tidak ada Nabi Lain, misalnya Nabi mereka yang mereka anggap tuhan dan
patrotik, Disana bisa
kita lihat ada sebuah dendam dan pelecehan secara jelas dan terang2an, Apakah kita tak
bisa berpikir bahwa mereka telah melecehkan kita ?,,,,,,,, Apapun dalihnya
mereka tetap tidak senang dengan Islam dan mereka selalu punya cara untuk itu,
tinggal bagaimana kita mensikapinya, DIam seribu kata atau ribut dengan seribu
bisu, atau melawan mereka dengan tingkat berpikir yang lebih tinggi, kita bisa
tunjukkan bahwa islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai
kesopanan dan berkreasi, Sekarang kita
bertanya, apakah orang islam pernah berbuat seperti mereka ?........ Semoga kita
mampu menjadi ummat yang di banggakan oleh Junjungan nabi Besar Kita Muhammad SAW,
amin From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rudy Swardani Republika, Jumat, 13
Oktober 2006 JAKARTA
-- Tahun lalu, ketika media Denmark, Jyllands
Posten memuat 12 kartun yang melecehkan Nabi Muhammad, pemerintah
Denmark mengaku tak bisa menindak karena itu merupakan kebebasan berekspresi.
Kali ini, alasan serupa disampaikan Alasan-alasan
itu disampaikan Duta Besar ''Kartun
itu tidak mencerminkan pandangan rakyat Meski
demikian, Andersen mengatakan pemerintah Tapi
Din mengaku tak bisa menerima alasan Andersen. Apalagi, sebelumnya, media di Din
juga memandang terus berulangnya pelecehan merupakan buntut dari penerapan HAM
yang liberal. Akibatnya, kebebasan diagung-agungkan, tak peduli apakah
kebebasan itu menafikan pihak lain. Menurut Din, pengagungan HAM secara ekstrem
itu berbeda dengan ajaran Islam. ''Islam mengajarkan hak asasi, juga kewajiban
asasi,'' kata Din. Menurut
Din, tidak bisa dibayangkan kalau kebebasan HAM mutlak dilaksanakan. Akibatnya
masing-masing kelompok masyarakat akan berbuat seenaknya saling melecehkan satu
sama lain.''Kalau sudah seperti ini yang muncul kemudian hanya konflik. Bahkan
akan memicu perang dunia,'' tegas Din Syamsuddin. Menanggapi
tiadanya iktikad Denmark meminta maaf, Juru Bicara Departemen Luar Negeri
(Deplu), Desra Percaya, mengatakan pemerintah Indonesia memang tidak terlalu
berharap. ''Yang lebih kami harapkan adalah langkah korektif. Dalam hal ini
pemerintah Menurut
Desra, kasus kartun ini terjadi sampai dua kali, padahal merupakan hal yang
sensitif. Terulangnya kejadian itu, kata Desra, bisa dianggap sebagai
kesengajaan dan merupakan tanda adanya islamfobia. Langkah
korektif itu, kata Desra, telah dimintakan pemerintah (uba/fer ) |
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
