Perbaikan Jalur Pantura Ganggu Pemudik
Pantura berpotensi macet, selatan rawan kecelakaan
INDRAMAYU -- Para pemudik yang menuju kota-kota di Jateng dan Jatim, tahun ini menghadapi persoalan serius. Sementara perbaikan jalan di jalur pantai utara (Pantura) Jawa belum selesai, jalur selatan pun rawan longsor dan kecelakaan.
Hingga sepuluh hari menjelang Lebaran (H-10), perbaikan jalan di Jalur pantai utara, terutama di wilayah Indramayu, belum juga selesai. Sebagian besar ruas jalan yang tengah diperbaiki itu baru dalam tahap pengecoran. Tak hanya itu, sering kali antara jalur jalan yang sudah ada dengan jalur yang sedang dalam pengecoran, terdapat celah jarak dan ketinggian yang cukup signifikan. Kondisi itu tentu sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama mereka yang berkendaraan roda dua.
Berdasarkan pantuan Republika, Sabtu (14/10), kondisi jalan seperti itu di antaranya terlihat di ruas jalan Desa Jumbleng dan Desa Jangga, Kecamatan Losarang. Di ruas jalan Desa Jumbleng, jalur sebelah kiri dari arah Jakarta menuju Cirebon, lebih tinggi. Sedangkan di ruas jalan Desa Jangga, kondisi sebaliknya yang terjadi.
Selain di kedua desa tersebut, proses perbaikan jalan juga masih terlihat di sepanjang ruas jalan Desa Eretan dan Desa Kandanghaur, Kecamatan Kandanghaur. Di tempat tersebut, proses perbaikan jalan juga baru sebatas pengecoran.
Namun berbeda dengan ruas jalan di Jumbleng dan Jangga, para pekerja di Desa Eretan dan Kandanghaur tampak tengah membuat landasan miring antara jalan yang sudah ada dengan jalan yang baru dicor. Landasan yang dibuat dengan menggunakan aspal itu sedikit banyak bisa menutupi jarak dan ketinggian di antara kedua ruas jalan tersebut.
Pembuatan landasan miring dari aspal tersebut, ternyata dilakukan atas permintaan Kapolres Indramayu, AKBP Djoko Poerbohadidjojo. Djoko menilai, celah yang terbentuk karena perbaikan tersebut sangat berbahaya bagi sepeda motor, terutama di malam hari. ''Saya melihat proses perbaikan ini tidak akan selesai seluruhnya pada H-7. Karena itu, saya minta dibuat landasan miring itu,'' kata Djoko, saat ditemui di sela peninjauan kesiapan jalur pantura, Sabtu (14/10) lalu.
Djoko mengaku kecewa dengan perbaikan yang dipastikan tidak akan selesai pada waktunya itu. Pasalnya, kondisi seperti itu justru akan menambah kemacetan di ruas jalur Indramayu. Sementara jalur Pantura berpeluang macet, jalur selatan Jawa pun rawan bahaya longsor dan kecelakaan. Berdasarkan catatan Kepolisian Wilayah Priangan, di jalur tersebut sedikitnya terdapat 36 titik yang rawan kecelakaan.
Menurut Kapolwil Priangan, Kombes Pol Zainal Fatah, lokasi-lokasi rawan kecelakaan itu berada di Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Bandung, Cimahi, Banjar, serta Tasikmalaya. Untuk Kabupaten Garut, lokasi yang patut diwaspadai adalah sepanjang jalan raya Limbangan-Malangbong, jalan raya Leles-Tarogong, dan Jalan Cijapati. ''Di situ, setiap kali mudik selalu saja terjadinya kecelakaan maut. Kita minta para pemudik waspada bila melintas di jalur tersebut,'' ujar Zainal.
Untuk Kabupaten Tasikmalaya, lokasi yang selama ini rawan itu berada di Jalan Raya Salawu, Jalan Raya Karangnunggal, Cipatujah, Jalan Raya Salopa, dan Jalan Sukaraja. ''Sementara di Ciamis, lokasi yang harus diwaspadai adalah Cikoneng, Cijeungjing, dan Ciamis Kota,'' kata dia.
Di Kabupaten Sumedang, lokasi yang harus diwaspadai adalah jalan raya Sumedang, Conggeang, dan simpang Cimanggung. Untuk Kabupaten Bandung, lokasi rawan terdapat di Jalan Tol Padalarang-Cileunyi, tanjakan Nagreg, serta jalan raya Banjaran-Pangalengan. Selain itu, jalan raya Cimaragas, jalan raya Batulawang, jalan raya Siliwangi dan Citangkolo semuanya berada di Kota Banjar juga merupakan lokasi rawan. lis/mus
( )******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
