Syukron Akhi Dody, sudah kirim isi "DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD"
Afwan sama teman2 yang ana kirim  DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD" yang tidak ada isinya soalnya, kirain ana sudah ada isinya, dan ana cari web sitenya tentang  DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD" engga ketemu
 
Jajang (Cikarang Utara)
 
From: dody
Sent: Wednesday, November 01, 2006 11:02 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] "DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD"

"DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD"
>
>    Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat
> seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam)
> terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat
> penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil
> penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah
> satu shalat sunah  itu bisa membebaskan seseorang dari
> serangan infeksi dan penyakit kanker.
>
>    Tidak percaya? Cobalah Anda rajin-rajin sholat
> tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar,
> khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi
> dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak  itu
> bukan'tukang obat'  jalanan. Dia melontarkan
> pernyataanya itu dalam  desertasinya yang berjudul
> 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap  peningkatan
> Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu
> Pendekatan Psiko-neuroimunologi" Dengan desertasi itu,
>  Sholeh berhasil  meraih gelar doktor dalam bidang
> ilmu    kedokteran pada  Program Pasca Sarjana
> Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa
> pekan lalu.
>
>    Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya
> merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
> Padahal jika dilakukan
>    secara kontinu, tepat  gerakannya, khusuk dan
> ikhlas, secara medis sholat  itu  menumbuhkan respons
> ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada
> imonoglobin M, G, A dan  limfosit-nya yang berupa
> persepsi dan motivasi positif, serta dapat
> mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi
> masalah yang dihadapi (coping).
>
>    Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan
> sekedar  menggugurkan status sholat yang muakkadah
> (Sunah mendekati wajib).  Ia  menitikberatkan pada
> sisi rutinitas sholat, ketepatan  gerakan,
> kekhusukan, dan keikhlasan.
>    Selama ini, kata dia, ulama melihat  masalah ikhlas
> ini sebagai persoalan mental psikis.  Namun sebetulnya
> soal  ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi
> kedokteran.  Ikhlas yang selama ini  dipandang sebagai
> misteri,dapat dibuktikan secara  kuantitatif melalui
> sekresi hormon kortisol.  Parameternya, lanjut Sholeh,
> bisa diukur dengan  kondisi tubuh.
>    Pada  kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada
> pagi hari  normalnya antara  38-690 nmol/liter. Sedang
> pada malam hari-atau setelah  pukul 24:00 normalnya
> antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon
> kortisolnya normal, bisa  diindikasikan orang itu
> tidak ikhlas karena tertekan.
>    Begitu sebaliknya.  Ujarnya seraya menegaskan
> temuannya ini yang membantah paradigma lama yang
> menganggap ajaran agama (Islam)  semata-mata dogma
> atau doktrin.
>
>    Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu
> penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim
> Pondok Pesantren  Hidayatullah, Surabaya.Dari 41 siswa
> itu, hanya 23 yang sanggup  bertahan menjalankan
> sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji
> lagi, tinggal 19 siswa yang  bertahan sholat tahjjud
> selama dua bulan. Sholat  dimulai pukul 02-00-3:30!
> sebanyak 11* rakaat, masing masing dua  rakaat empat
> kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon
> kortisol mereka  diukur di tiga
> laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan
> Klinika).
>    Hasilnya,ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang
> yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda dengan
> orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka  yang
> rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh
> dan  kemampuanindividual untuk
> menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan
> stabil. "Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah,
> juga sekaligus sarat  dengan muatan psikologis yang
> dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
>
>    Dengan cara memperbaiki  persepsi dan motivasi
> positif dan coping yang efectif, emosi yang positif
> dapat menghindarkan seseorang dari stress,"Nah,
> menurut Sholeh, orang stress  itu biasanya rentan
> sekali terhadap penyakit kanker  dan infeksi. Dengan
> sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan
> disertai perasaan ikhlas  serta tidak terpa! ksa,
> seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang
> kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi
>  dan kanker. Dan,  berdasarkan hitungan tekhnik medis
>  menunjukan, sholat  tahajjud yang  dilakukan seperti
> itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
>
>    Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak
> mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat,
> nikmat,anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.
> Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal
> kita???????
>
>    Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam
> karena  beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam
> penyelidikannya.  Ia amat kagum  dengan penemuan
> tersebut sehingga tidak dapat diterima  oleh akal
> fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah
> memeluk  Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam
> dan oleh sebab itu ia telah  membuka sebuah klinik
> yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian
> pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan
> yang digunakan seperti yang terdapat
> didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam
> (Jadam) dan sebagainya.
>
>    Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk
>  Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu
> kajian saraf yang  dilakukan, terdapat  beberapa urat
> saraf di dalam otak manusia ini  tidak dimasuki oleh
> darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan
> darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih
> normal. Setelah membuat kajian yang  memakan waktu
> akhirnya  dia menemukan bahwa darah tidak akan
> memasuki urat  saraf di dalam otak tersebut melainkan
> ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika
> sujud. Urat  tersebut memerlukan darah untuk beberapa
> saat tertentu saja. Ini  artinya darah akan memasuki
> bagian urat tersebut  mengikut kadar sembahyang 5
> waktu yang diwajibkan oleh Islam.
>
>    Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang
> siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak
> dapat menerima darah yang  secukupn! ya untuk
> berfungsi secara normal. Oleh  karena itu kejadian
> manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama
> Islam "sepenuhnya" karena  sifat fitrah kejadiannya
> memang telah dikaitkan oleh Allah dengan  agamanya
> yang
>  indah ini.
>
>    Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia
> yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama
> Islam  walaupun akal mereka berfungsi secara normal
> tetapi sebenarnya di dalam  sesuatu keadaan mereka
> akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan
> secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini
> kadang-kadang tidak  segan-segan untuk melakukan
> hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya
> walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan
> dilakukan tersebut  adalah tidak
> sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa
> untuk  mempertimbangkan secara lebih normal. Maka
> tidak  heranlah timbul  bermacam-macam gejala-gejala
> sosial  masyarakat saat ini.
>
>    Anda ingin beramal shaleh...? Tolong k! irimkan
> kepada  rekan-rekan  muslim lainnya yang anda kenal.
>


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke