-----Original Message----- From: Milis sebelah Sent: 06 November 2006 16:30 Subject: pembagian kemakmuran yang lebih merata
Suatu hari, belum lama ini, saya sedang berjalan keluar ke lapangan parkir. Pikiran saya sedang dipenuhi dengan topik milis diskusi yang sedang hangat saat itu, yaitu tentang kekayaan/kemakmuran. Kebetulan pada saat yang sama seorang direktur yang suka ketemu di kantor juga sedang berjalan menuju mobilnya. Saya jadi teringat tulisan saya di milis sebelumnya. Saya pernah mengatakan, waktu saya kerja di Indonesia tahun 87-88, gaji direktur dept. keuangan tempat saya bekerja waktu itu, lebih dari 100x lipat gaji saya sebagai staff biasa. Dan dia bukan top boss di Nawa Panduta Group (milik Liem Sioe Liong). Masih ada orang2 lain yang lebih powerful daripada dia, dan entah saya gak bisa bayangin berapa gaji mereka saat itu. Mungkin 1000x gaji saya barangkali. Dan sekarang di tempat saya kerja, gaji direktur suatu dept. boleh jadi cuma 3 - 4 x lipat saja dari gaji staff biasa (career employee). Samar-samar saya teringat email dari HR dept., bahwa rasio antara gaji terendah vs gaji tertinggi di organisasi tempat saya bekerja, tidak lebih dari 1 : 10. Artinya, posisi top executive seperti CEO, COO, CFO, CIO, President/Chancelor, gaji nya tidak melebihi dari 10x gaji tukang parkir (vallet parking/parking attendant), petugas kebersihan (janitor), satpam (security guard) dll. yakni level staff yang tidak masuk kategori career employee. Bayangin untuk sejenak........gaji top executive tidak lebih dari 10x gaji pegawai rendahan. Kayaknya di Indonesia tidak ada hal seperti ini. Saya sempat kerja lagi di Indonesia, tepat 10 tahun kemudian, yakni tahun 97-98, pas sebelum krismon. Lagi-lagi saya merasakan perbedaan level gaji yang besar. Gaji saya sendiri tidak besar, tapi dalam posisi saya sebagai "manajer", gaji saya sekitar 8-10x gaji staff saya. Dalam hati saya prihatin dan tidak suka melihat keadaan ini, tapi sayang saya tidak bisa melakukan apa-apa. Saya cuma bisa memperlakukan staff saya dengan baik. Pada saat itu juga, saya kadang mendengar entah kenalan atau teman atau saudara yang gajinya cuma 1 juta rupiah perbulan, atau malah dibawah itu. Ini tahun 1997-1999. Sebagai tambahan, teman saya yg bekerja di grup Sinarmas, gajinya 30 juta sebulan sebagai GM sedangkan istrinya yang bekerja di anak perusahaan Sinarmas lainnya mendapat 20 juta perbulan sebagai manajer. Mereka sama-sama punya gelar MBA. Pada saat yang sama, staff biasa gaji awalnya paling cuma 1 juta perbulan. Saya tau ini karena saya pernah melamar kerja disana saat itu dan saya tanya2 banyak orang. 1 : 20 dan 1 : 30 antara posisi karyawan vs manajer. Ck..ck..ck... Sekarang fast-forward ke tahun 2005-2006. Saya masih saja mendengar orang-orang yang digaji cuma 1 juta rupiah perbulan. Padahal biaya2 hidup pasti sudah jauh lebih tinggi ketimbang tahun 1997-1999. Boleh jadi seperti pernah dikatakan oleh beberapa teman disini: "banyak kok orang kaya yang jiwanya sosial, suka memberi pada orang lain". Tapi teman-teman, menurut saya tidak cukup orang kaya itu cuma beramal, memberi pada orang lain. Ini cuma sekedar memberi dari kelebihannya. Tapi para pemilik perusahaan, top executive, decision makers, juga harus memperbaiki sistem penggajian supaya ada pembagian kemakmuran yang lebih adil dan merata. Sebagai analogi, beramal/memberi orang lain itu seperti memberi ikan pada orang lapar. Besoknya orang itu lapar lagi. Tapi memperbaiki sistem penggajian itu seperti memberi pancing. Sehingga orang lapar itu tidak lagi lapar, karena punya masa depan yang lebih baik. Hanya sehari setelah saya berpapasan dengan si direktur di lapangan parkir, saya berpapasan dengan seorang janitor (petugas kebersihan yang membersihkan kantor dan wc). Yang membuat saya tertawa keras dalam hati, karena saya melihat dia di dalam mobil barunya, saya lupa persisnya apa mereknya, entah Ford atau GMC pick-up truck. Yang jelas bukan mobil murah. Saya sempat tanya harganya. $32,000 OMG !!! Cicilannya mungkin nyaris $600 / bulan dengan 5-year payment plan. Karena harga bensin yang sempat meroket mengikuti pasaran dunia, banyak orang Amrik yang menjauhi mobil2 boros bensin seperti yg tergolong kategori truck. Oleh karena itu dealer2 mobil memberi insentif dengan bunga pinjaman yang super-rendah/dibawah pasaran, atau dengan iming-iming cash-back. Dikasih uang kontan entah $2000 atau berapa, supaya orang berminat membeli mobil mereka. Dalam hati saya, ya inilah contoh keberhasilan dalam pembagian kemakmuran yang lebih merata. Seorang janitor/petugas kebersihan, bisa beli mobil yang sama mahalnya sama mobil direktur (Acura sedan) yang saya lihat kemarin. Saya sih tidak setuju beli mobil mahal2. Tapi poinnya disini, seorang janitor pun bisa turut menikmati kemakmuran tanpa harus jadi big boss, atau seperti yg dikatakan teman milis: harus punya otak bisnis untuk bisa kaya/makmur. Belum lama ini terbetik berita bahwa Governor Arnold Schwarzenegger bersama para lawmakers setuju untuk menaikan gaji terendah untuk seluruh negara bagian California dari $6.75 / jam menjadi $8.00 / jam. Baca beritanya disini: http://www.usatoday.com/news/nation/2006-09-12-minimum-wage_x.htm Sementara di berbagai negara bagian lain maupun pemerintah daerah ( city and county ) sudah masuk pula ballot untuk menaikan standard gaji terendah di wilayah / state mereka. Dengan menaikan standard gaji terendah, menolong kaum pekerja di strata terbawah supaya bisa hidup dengan lebih layak. Entah berapa UMR di Jakarta. Terakhir tahun 1998 saya ingat UMR katanya dinaikan menjadi 500 ribu rupiah perbulan. Mengingat biaya-biaya hidup yang sudah semakin tinggi, saya lihat sendiri dari kunjungan saya ke Jakarta bbrp kali, mudah-mudahan UMR-nya juga sudah disesuaikan. Menurut pendapat saya sendiri, UMR untuk Jakarta dan sekitarnya semestinya sekurang-kurangnya 2 - 3 juta rupiah sebulan. Bahkan, kalau mau lebih adil lagi, UMR Jakarta itu mestinya 5 juta rupiah sebulan. Tapi mengingat teman/kenalan/saudara yang gajinya cuma 1+ juta rupiah perbulan (tahun 2006), UMR itu jelas belum mengikuti laju inflasi di Indonesia yang mencapai 9% setahun. Semoga teman-teman disini yang punya kuasa untuk mengubah sistem penggajian di perusahaannya masing2 berusaha supaya ada pembagian kemakmuran yang lebih merata. Sedangkan untuk teman2 yang punya otak bisnis dan mengejar kekayaan, supaya ketika anda sudah kaya raya, anda jangan cuma sekedar berbuat amal/bagi2 uang, tapi anda terlebih lagi harus memperbaiki sistem penggajian supaya karyawan pada level terendah pun juga turut bisa menikmati kemakmuran. Jangan cuma anda sendiri saja yang hidup makmur sedangkan karyawan-karyawan anda hidup berkekurangan. Jeff ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
