Wow is over
to appreciated with the hell presiden,
Dari sini
kita bisa di lihat kita sangat takut dengan tangannya Bush dan tidak bisa di
pungkiri jika kita ketakutan dengan tindakan apa yang akan di lakukuan oleh
America ke Muslim sedunia,
Hai
saudaraku apakah kita masih mau di jajh terus secara tidak langsung
?
Apa
hubungannya orang dating di sambut seperti itu ?,,,,
Tidak harus
kah ada seseorang manusia yang harus di lebihkan selain sang Pencipta langit
beserta isinya ?
Sistim
pendidikan apa ini yang setiap orang harus bayar tetapi saat Bush datang
mereka haru Libur, kapan pendidikan bisa maju jika seperti ini
birokrasinya
Sekali
lagi, tidak ada seorang manusia yang harus di lebih2kan selain Allah sang
pencipta alam semesta,
Ayo
Saudaraku jangan Jadi pengecut,
Trim
Reo
From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of
Fdb2_Maint2.5
Sent: Tuesday, November 07, 2006 8:45
AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja
Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Bush Datang,
Sekolah Libur
-----Original
Message-----
From:
[EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]On
Behalf Of Rudy Swardani
Sent: Tuesday, November 07, 2006 8:41
AM
To: Saksi (E-mail);
FUPM-EJIP (E-mail)
Subject: [
FUPM-EJIP ] Bush Datang, Sekolah Libur
Bush Datang, Sekolah
Libur
Kompas, Selasa,
07 November 2006 - 05:08 wib
BOGOR, WARTA
KOTA - Selama Presiden AS George W Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden
Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, Senin (20/11) mendatang, jalan-jalan
di seputar Istana Bogor ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00. Kawasan itu
mesti steril dari kesibukan lalu lalang kendaraan. Akibatnya, sekolah Regina
Pacis harus diliburkan karena lokasinya tepat di seberang pintu utama Istana
Bogor.
Pemerintah juga
harus membangun setidaknya dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di
lapangan Pusat Konservasi Tanaman (PKT) di Kebun Raya Bogor (KRB) dan di GOR
Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya,
sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Cynnox di GOR
Pajajaran.
Selain itu, kabarnya
pada tanggal 20 November 2006 itu frekuensi udara untuk telepon seluler
(ponsel) dan radio di Bogor juga akan 'diamankan' selama sekitar 10 jam.
Jaringan internet pun bakal diacak.
Kemarin, tim advance
kepresidenan dan staf Kedubes AS yang berjumlah lima orang mengadakan inspeksi
mendadak (sidak) ke Kota Bogor. Mereka melihat secara langsung persiapan
menyambut kedatangan Bush yang akan mampir di Indonesia selama 6 jam setelah
menghadiri pertemuan APEC di Vietnam 18-20 November 2006.
Kedatangan tim
Pemerintah AS tersebut disambut Kapolwil Bogor Komisaris Besar Sukrawardi
Dahlan dan Komandan Korem 061/Suryakencana Kolonel Inf Gatot Nurmandio. Mereka
meninjau lokasi helipad yang akan dipakai helikopter yang membawa Bush dan
rombongan.
Pengelola Stadion
Pajajaran, Johan Gayus, mengatakan bahwa untuk memenuhi persyaratan landasan
helikopter itu, pihak AS meminta agar pohon bambu yang ada di sekitar stadion
dipotong dua meter. Selain itu, tiang bendera serta dua tiang gawang juga
harus dicabut.
"Kalau kemarin waktu
uji coba, helikopter Super Puma milik Lanud sudah siap. Tapi rencananya
Amerika akan membawa helikopter besar jenis Cynnox yang memakai dua
baling-baling," katanya seraya menambahkan, rencananya helikopter yang
mendarat di stadion digunakan untuk mengangkut tamu-tamu
VVIP.
Tim AS dan pejabat
militer Bogor kemarin juga mendatangi helipad di Pusat Konservasi Tanaman
(PKT) yang terletak di areal Kebun Raya Bogor. Di lokasi itu mereka
menyaksikan para pekerja sibuk menyelesaikan landasan. Dijadwalkan helipad itu
selesai Jumat (10/11).
Helipad tersebut
dibuat dengan ukuran 20 meter X 20 meter, dilapisi lempengan baja, dan
ditopang tiang penyangga sebanyak 48 batang dengan ketinggian lebih dari dua
meter. Lapangan PKT kemarin sudah dijaga ketat oleh aparat keamanan. Wartawan
yang masuk diperiksa identitasnya, termasuk dicatat nomor telepon
genggamnya.
Sayangnya, pada
kesempatan itu Kapolwil Bogor menolak dimintai keterangan sehubungan dengan
persiapan dan pengamanan saat kunjungan Bush. Alasannya, saat ini seluruh
persoalan yang menyangkut hal tersebut bukan menjadi haknya. Pihaknya hanya
melaksanakan tugas.
Begitu juga dengan
Walikota Bogor Diani Budiarto. Bahkan dia lebih parah lagi, yaitu kabur dari
kejaran wartawan ketika ingin dikonfirmasi tentang persiapan menyambut Bush
dan tindakan yang akan dilakukan pihaknya pada 20 November mendatang. Padahal
ketika wartawan datang, mobil dinas Diani terlihat terparkir di dekat
kantornya. "Bapak sudah pergi dari tadi," kata staf sekretaris pribadi Diani,
Diah.
Menurut Kepala
Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor AKP Faizal, pada 20 November 2006, jalur
lalu lintas seputar Istana Bogor harus disterilkan dari kesibukan lalu lalang
kendaraan selama 10 jam.
"Jalur yang akan
disterilkan adalah Jalan Pajajaran, Jalan Jalak Harupat, Jalan Sudirman, dan
Jalan Ir Juanda. Jadi pengguna jalan kami minta agar menghindari jalur
tersebut dan akan dialihkan ke jalan lain. Kami akan menempatkan 10 petugas
penutup jalan. Mereka juga bertugas untuk mengarahkan warga pengguna jalan,"
kata Faizal di Mapolresta Bogor, Jalan Kedunghalang, Bogor.
Sementara itu
beredar isu di kalangan wartawan bahwa pertemuan antara Bush dan SBY pada
Senin (20/11) kemungkinan akan dipindahkan ke Istana Cipanas yang terletak di
kawasan Cianjur.
Sebar
sniper
Di Jakarta, Kepala
Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan bahwa
pihaknya telah melakukan persiapan-persiapan untuk menyambut kedatangan George
W Bush. Aparat satuan pengamanan, mulai dari kodam serta intelijen yang
bekerjasama dengan Polri, sudah disiagakan untuk mengantisipasi keamanan.
"Pasukan pengamanan VVIP sudah bertugas, bekerja sama dengan kodim dan korem
terkait," ujar KSAD, Senin (6/11).
Sekitar 200 personel
dari Kodam Jaya disiagakan dalam pengamanan menyambut kedatangan yang bajkal
mendarat di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah.
Panglima Kodam Jaya
Mayjen TNI Agustadi SP mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat terakhir, dua
satuan setingkat kompi (SSK) dari Kodam Jaya disiagakan di ring 3 Lanud Halim
Perdanakusumah, Jakarta Timur. Mereka disiagakan di luar pintu pagar lanud.
Sedangkan ring 1 dan ring 2 dijaga oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres)
serta pengamanan dalam (pamdal) Halim Perdanakusumah. "Kita siagakan 200
personel untuk mengamankan ring 3," kata Agustadi.
Lebih lanjut,
Agustadi yang ditemui dalam acara peresmian Kartika Media Centre
Angkatan Darat di Senen, menambahkan bahwa pihaknya juga menyebar pasukan
penembak jitu (sniper) di titik-titik rawan di daerah tersebut. "Kita menyebar
penembak jitu di 10 titik yang dianggap rawan di sekitar bandara,"
ujarnya.
Terkait dengan
maraknya aksi demonstarsi menolak kedatangan Bush, menurut Agustadi, pihaknya
menyerahkan sepenuhnya kepada polri. Namun, kodam sudah menyediakan sekitar
5.000 personel untuk membantu Polri. "Kita siagakan 3.000 hingga 5.000
personel. Tinggal bagaimana permintaan dari Polri saja,"
katanya.
Dalam kesempatan
yang sama, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI George Toisutta menuturkan,
pihaknya mengerahkan 2.000-3.000 personel untuk mengamankan kawasan
Istana Bogor dan sekitarnya. (akn/nir)
Sumber: Warta
Kota