-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hakim, Lukman
Sent: Monday, November 13, 2006 11:25 AM
Subject: FW: Qasidah Nasrani


-----Original Message-----
Sent: Monday, November 13, 2006 11:19 AM
Subject: Qasidah Nasrani



                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
 Metode Mutakhir : Qasidah Nasrani                                          
 Oleh : Fakta 15 Oct, 06 - 5:06 am                                          
                                                                            
                                                                            
 (Embedded image moved to file: pic15141.jpg)imageBiasanya, syair qasidah   
 berisi tentang dakwah dan peringatan bagi umat Islam. Meski bukan warisan  
 Nabi, qasidah yang digemari kebanyakan umat Islam Indonesiag ini identik   
 dengan budaya Islam. Tapi, para penggemar qasidah, harus waspada.          
 Pasalnya, sentuhan seni ala qasidah bisa dijadikan alat pemurtadan oleh    
 para penginjil.                                                            
                                                                            
 Salah satunya dilakukan oleh seorang penginjil asal lamongan, Jawa Timur.  
 Ia merilis album qasidah Nasrani yang berisi enam lagu berbahasa Arab, dua 
 lainnya berbahasa Indonesia dan Ibrani. Keenam lagu berbahasa Arab itu     
 berjudul "Isa Almasih Qudrotulloh, Allahu Akbar, Laukanallohu Aba'akum,    
 Isa Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismirobbina, Nahmaduka Ya Allah". Pada   
 sampul kaset yang berdurasi 40 menit, terdapat hiasan kaligrafi khas Arab  
 yang melingkari kata Ta'alau ilayya. Masyarakat awam bisa terkecoh dan     
 menganggap sebagai kaligrafi al-Qur'an. Padahal, kaligrafi ini berbunyi :  
 "Ta'alauu Ilayya ya jamili'al mu'tabiina watstsaqiilii al-ahmaali qa ana   
 urihukum.". Kalimat ini adalah terjemahan bahasa Arab Injil Matius         
 11:28-30, "Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku 
 akan memberi kelegaan kepadamu."                                           
                                                                            
 Dalam pengantarnya, sang vokalias yang mengaku sebagai mantan ustadz dari  
 Lamongan itu menulis, "Syukron Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan    
 kepada Tuhan Yesus karena begitu besar kasih karunia-Nya sehingga album    
 ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa halangan suatu apapun. Kami       
 sangat berharap, dengan album bahasa Arab ini, bisa menjadi berkat untuk   
 semua kalangan dan dapat dimengerti serta diterima oleh semua masyarakat.  
 Selain daripada itu, dengan lagu bahasa Arab ini semoga bisa mengubah      
 paradigma masyarakat akan kekristenan secara benar."                       
                                                                            
 Jelas sudah, lagu Kristen berirama padang pasir ini bertujuan menjajakan   
 ajaran Kristen dan doktrin Ketuhanan Yesus pada semua orang. Langkah ini   
 salah besar, karena bertentangan dengan ajaran Yesus.                      
                                                                            
 Pertama, Yesus tak pernah memerintahkan para muridnya untuk memanjatkan    
 puji syukur padanya. Injil Lukas mengisahkan, seorang pengemis tuna netra  
 di Yerikho yang disembuhkan Yesus dengan izin Allah hingga bisa melihat,   
 bergembira dengan bersyukur pada Allah, bukan pada Yesus (Injil Lukas      
 18:35-43). Seluruh rakyat yang menyaksikannya pun turut memuji-muji Allah, 
 bukan Yesus. Ketika memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai keledai,    
 Yesus diiringi murid-muridnya dengan gembira seraya memuji Allah, bukan    
 Yesus (Lukas 19:35-37).                                                    
                                                                            
 Para Nabi dalam Perjanjian Lama juga tak ada yang memanjatkan puji-pujian  
 pada Yesus. Mereka hanya memuji dan bersyukur pada Allah. Nabi Daud        
 mengajarkan untuk memuji Allah (I Samuel 25:32, Mazmur 41:14, mazmur       
 113:1, Mazmur 150:1). Selain itu, memanjatkan puji syukur pada Yesus       
 nertentangan dengan Alkitab.                                               
                                                                            
 "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab    
 dari pada Dialah hikmat dan kekuatan" (Daniel 2:20)                        
                                                                            
 Kedua, Yesus mewanti - wanti pada murid untuk menyebarkan ajarannya hanya  
 pada domba-domba yang yhilang dari umat Israel. Mewartakan ajaran Yesus    
 pada bangsa lain adalah sebuah penyimpangan di mata Yesus (Injil Matius    
 10:5-6)                                                                    
                                                                            
 Pada side A di mulai dengan lagu "Isa Almasih Qudrotulloh". Liriknya       
 antara lain berbunyi, "Isa Almasih Qudrotulloh. Lianna fiihi a'laanallohu. 
 Ana huwa thooriiqu walhaqqu walhabaatuhu. Laa baaji'uu ahadun ilal aba     
 illa bib". Dalam album ini, kalimat tersebut diartikan : "Isa Almasih      
 kekuatan Allah, di dalam dia nyata kebenaran-Nya. Akulah jalan, kebenaran  
 dan hidup, tak seorangpun yang datang kepada Bapa kecuali lewat aku."      
                                                                            
                                                                            
 (Embedded image moved to file: pic07711.jpg)imagePenginjil menganggap,     
 umat islam akan tertipu dengan hal - hal yang berbau Arab. Mereka          
 berharap, umat Islam bisa digiring pada doktrin Kristen melalui "budaya    
 Islam" sendiri. Padahal, umat Islam tak sebodoh itu.                       
                                                                            
 Umat Islam justru akan tertawa, mencibir lantunan sang penginjil ini.      
 Apalagi, syair yang didendangkan menyalahi kaidah bahasa Arab.             
                                                                            
 Kata "al-qudrotu" dan "al-hayatu" yang seharusnya ditulis dengan huruf ta' 
 marbuthph (tertutup) justru ditulis dengan huruf ta' maftuhah (terbuka).   
 Kata "almasiihu" ditulis tanpa memakain huruf "ya". Kata "ath-thoriiqu"    
 yang seharusnya "ma'rifah" (definite) tulis "nakirah" (indefinite). Kata " 
 al-hayaatu" yang sudah jelas ma'rifat, dijadikan mudhof (disandarkan) pada 
 dhomir (kata ganti) "hu" (dia). Ini membuktikan, pengakuan sang penginjil  
 sebagai mantan ustadz layak diragukan kebenarannya.                        
                                                                            
 Syair "Lianna fiigi a'laanallohu" yang diterjemahkan menjadi "di dalam dia 
 nyata kebenaran-Nya", sama sekali tak jelas juntrungannya. Kata "a'laan"   
 berasal dari "a'lana-yu'linu" yang berarti "mengumumkan". Kata "i'laan"    
 berarti "pengumuman".                                                      
                                                                            
 Oleh bahasa Indonesia diserap menjadi "iklan". Maka "lianna fiihi          
 a'laanallohu" tak bisa diterjemahkan dengan tepat karena akan menyalahi    
 kaidah bahasa Arab. Dalam injil berbahasa Arab, syair ini terdapat dalam   
 tulisan Paulus yang memusuhi Yesus. "Lianna fiihi mu'lanun birrullohi"     
 (sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah). (Kitab Roma 1:17).              
                                                                            
 Syair yang paling fatal kerusakannya adalah "Ana huwa thoriiqu wal-haqqu   
 wal-habaatuhu. Laa baaji'uu ahadun ilal aba illaa bib". Jika kalimat ini   
 ditanyakan pada orang Arab, mereka tidak ada yang paham. Kalimat ini       
 diambil dari Injil Yohanes 14:6 yang sangat populer digereja. Dalam ayat   
 ini, teks Arab yang benar adalah "ana huwa ath-thoriiqu wal-haqqu          
 wal-hayaatu. Laisa ahadun ya'tii ilal aabi illaa bii".                     
                                                                            
 Jika para penginjil tak mau disebut "Ente Bahlul", sebaiknya qasidah ini   
 ditarik dari peredaran.                                                    
                                                                            
 (bersambung/sabili)                                                        
             (Embedded image moved to file: pic28253.jpg)image              
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
  This e-mail (including any attachments) is confidential and may be        
  legally privileged. If you are not an intended recipient or an authorized 
  representative of an intended recipient, you are prohibited from using,   
  copying or distributing the information in this e-mail or its             
  attachments.                                                              
                                                                            
                                                                            
  If you have received this e-mail in error, please notify the sender       
  immediately by return e-mail and delete all copies of this message and    
  any attachments.                                                          
                                                                            
                                                                            
  Thank you.                                                                
                                                                            






--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean. (See attached file: Natal-KOS_Narotama3-s2.JPG)(See
attached file: Natal-KOS_Narotama2-s2.JPG)(See attached file:
Natal-KOS_Narotama2.JPG)

<<attachment: pic15141.jpg>>

<<attachment: pic07711.jpg>>

<<attachment: pic28253.jpg>>

<<attachment: Natal-KOS_Narotama3-s2.JPG>>

<<attachment: Natal-KOS_Narotama2-s2.JPG>>

<<attachment: Natal-KOS_Narotama2.JPG>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke