Mau tanya neh,
 
siapa gerakan2 gerakan khawarij yan ada di artikel tersebut?khususnya yang ada 
di Indonesia yang antum pahami?
 
apakah dengan mengatakan golongan yang lain khawarij tanpa ada tabayun terlebih 
dahulu tidak menyebabkan kita mengkafirkan saudara seiman kita?
 
 
Regards
Daryono
 
Process Engineer
Process Engineering B (Machining)
PT. Astra Honda Motor
phone : 021-89981818 
ext : 8572 / 8574

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Cucun Wahyudi
Sent: Fri 11/24/2006 1:00 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Hukum Pengkafiran Terhadap Penguasa,


HUKUM PENGKAFIRAN TERHADAP PENGUASA
 
Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : "Fadhilatusy Syaikh, tentu Anda 
sudah mengetahui kondisi Afghanistan (pada waktu itu), yaitu jama'ah-jama'ah 
dan kelompok-kelompok sesat yang banyak bermunculan seperti jamur tumbuh di 
musim hujan. Sangat disayangkan jama'ah-jama'ah ini berhasil
menyebarkan pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan manhaj Salafus Shalih 
di tengah-tengah generasi muda salafi yang sedang berjihad di sana. Di 
antaranya adalah 'pengkafiran penguasa' dan menghidupkan kembali cara-cara yang 
sudah lama ditinggalkan yaitu 'penculikan dan pembunuhan misterius'! Sekarang 
setelah pemuda-pemuda itu kembali ke negeri mereka (setelah berakhirnya jihad) 
mereka menyebarkan pemikiran tersebut di tengah-tengah para pemuda 
dilingkungannya...."

Jawaban.
Setelah menguraikan bahaya berpaling dari tafsir salaf dalam memahami Al-Qur'an 
dan as-Sunnah beliau berkata :

Sangat alami sekali bila mereka menyimpang dari al-Qur'an dan as-Sunnah dan 
dari manhaj salaf shalih sebagaimana pendahulu mereka. Di antara mereka ini 
adalah : Kaum Khawarij dahulu maupun sekarang. Sebab pemikiran takfir 
(pengkafiran kaum muslimin) yang sering kami singgung sekarang ini berasal dari 
kesalahan memahami ayat yang sering mereka angkat, yaitu firman Allah.
"Artinya : Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, 
maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir" [Al-Maidah : 44].

Salah satu kejahilan orang-orang yang berdalil dengan ayat ini adalah mereka 
tidak memperhatikan (minimal) sejumlah nash-nash yang tercantum di dalamnya 
kata 'kufur', mereka artikan keluar (murtad) dari agama dan menyamakan para 
pelaku kekufuran itu dengan orang-orang musyrik dari kalangan Yahudi dan 
Nasrani... Lalu mereka menerapkan pemahaman yang keliru ini terhadap 
orang-orang muslim yang tidak bersalah...".

Kemudian beliau berbicara tentang tafsir Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu yang 
oleh Muhammad Quthb dan pengikutnya berusaha dijadikan sebagai sifat khusus 
bagi para khalifah Bani Umayyah! Syaikh al-Albani berkata :
"Sepertinya Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu mendengar persis seperti yang sering 
kita dengar sekarang ini bahwa ada beberapa oknum yang memahami ayat ini secara 
zhahir saja tanpa diperinci. Maka beliau Radhiyallahu 'anhu berkata : 'Bukan 
kekufuran yang kalian pahami itu! Maksudnya bukan kekufuran yang mengeluarkan 
pelakunya dari agama, namun maksudnya adalah 'kufrun duna kufrin' (yaitu 
kekufuran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama -pent-)'.

Kemudian beliau melanjutkan : 'Ibnu Taimiyah Rahimahullah dan murid beliau, 
Ibnu Qayyim al-Jauziyah selalu memperingatkan pentingnya membedakan antara 
'kufur i'tiqaadi' dengan 'kufur amali'. Kalau tidak, akibatnya seorang muslim 
dapat terperosok ke dalam kesesatan menyempal dari kaum muslimin tanpa ia 
sadari sebagaimana yang telah menimpa kaum Khawarij terdahulu dan cikal bakal 
mereka sekarang...".

Kemudian beliau menyebutkan sejumlah persoalan yang terjadi antara beliau 
dengan lawan dialog beliau, beliau berkata kepada mereka :
 "Pertama, kalian ini tidak dapat menghukumi setiap hakim (penguasa) yang 
memakai undang-undang Barat yang kafir itu atau sebagian dari udang-undang itu 
bahwa jika ia ditanya alasannya ia akan menjawab : Memakai undang-undang Barat 
itu bagus dan cocok pada zaman sekarang ini, atau ia akan menjawab : Tidak 
boleh menerapkan Hukum Islam !.

Sekiranya para Hakim itu ditanya alasannya maka kalian tidak dapat memastikan 
bahwa jawaban mereka adalah "Hukum Islam sekarang ini tidak layak diterapkan!". 
Kalau begitu jawabannya, mereka tentunya kafir tanpa diragukan lagi. Demikian 
pula jika kita tujukan pertanyaan serupa kepada masyarakat umum, di antara 
mereka terdapat para ulama, orang shalih dan lain-lain ...? Lalu bagaimana 
mungkin kalian dapat menjatuhkan vonis kafir terhadap mereka hanya karena 
melihat hidup di bawah naungan undang-undang tersebut sama seperti mereka. 
Hanya saja kalian menyatakan terang-terangan bahwa mereka semua itu kafir dan 
murtad....."

Kemudian Syaikh Al-Albani berbicara seputar masalah berhukum dengan selain 
hukum Allah, beliau berkata :
"Kalian tidak dapat menghukumi kafir hingga ia menyatakan apa yang ada dalam 
hatinya, yaitu menyatakan bahwa ia tidak bersedia memakai hukum yang diturunkan 
Allah. Jika demikian pengakuannya barulah kalian dapat menghukuminya kafir 
murtad dari agama....".

Kemudian, saya (Al-Albani) selalu memperingatkan mereka tentang masalah 
pengkafiran penguasa kaum muslimin ini bahwa anggaplah penguasa itu benar-benar 
kafir murtad, lalu apakah yang bisa kalian perbuat ?

Orang-orang kafir itu telah menguasai negeri-negeri Islam, sedang kita di sini 
menghadapi musibah dijarahnya tanah Palestina oleh orang-orang Yahudi! Lalu apa 
yang bisa kita lakukan terhadap mereka ? Apa yang dapat kalian lakukan hingga 
kalian dapat menyelesaikan masalah kalian dengan para penguasa yang kalian 
anggap kafir itu !? Tidaklah lebih baik kalian sisihkan dulu persoalan ini dan 
memulai kembali dengan peletakkan asas yang di atas asas itulah pemerintahan 
Islam akan tegak! Yaitu 'ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam, di atas sunnah itulah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam membimbing sahabat-sahabat beliau! Itulah istilah yang sering kami 
sebutkan dalam berbagai kesempatan seperti ini yaitu
setiap jama'ah Islam wajib berusaha sungguh-sungguh menegakkan kembali hukum 
Islam, bukan saja di negeri Islam bahkan di seluruh dunia. Dalam mewujudkan 
firman Allah :
"Artinya : Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama 
yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun 
orang-orang musyrik benci" [Ash-Shaff : 9]

Dalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa ayat ini kelak akan terwujud. 
Bagaimanakah usaha kaum muslimin mewujudkan nash Al-Qur'an tersebut ? Apakah 
dengan cara mengkudeta para penguasa yang telah dianggap kafir dan murtad itu ? 
Lalu disamping anggapan mereka yang keliru itu mereka juga tidak sanggup 
berbuat sesuatu ?! Jadi, bagaimana caranya ? Manakah jalannya ? Tidak syak lagi 
jalannya adalah jalan yang sering disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam dan beliau peringatkan kepada para sahabat di setiap khutbah : 
"Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi 
wa sallam!".

Seluruh kaum muslimin, terlebih orang-orang yang ingin menegakkan kembali hukum 
Islam, wajib memulainya dari arah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
memulainya. Itulah yang sering kita simpulkan dalam dua kalimat yang sederhana 
ini : "Tashfiyah dan Tarbiyah!" Karena kami benar-benar mengetahui 
kelompok-kelompok ekstrim yang hanya terfokus pada masalah pengkafiran penguasa 
itu mengabaikan atau lebih tepatnya tidak mau peduli dengan kaidah Tashfiyah 
dan Tarbiyah ini. Kemudian setelah itu tidak ada apa-apanya !

Mereka akan terus menerus menyatakan vonis kafir terhadap penguasa, kemudian 
yang mereka timbulkan setelah itu hanyalah fitnah (kekacauan)! 
 
Peristiwa yang terjadi belakangan ini yang sama-sama mereka ketahui mulai dari 
peristiwa berdarah di tanah suci (al-Haram) Makkah (Persitiwa Juhaiman di awal 
tahun 1980-an),

kekacauan di Mesir, terbunuhnya presiden Anwar Sadat, tertumpahnya sekian 
banyak jiwa kaum muslimin yang tidak bersalah akibat fitnah-fitnah tersebut. 
Kemudian terakhir di Suriah, di Mesir sekarang ini dan di Aljazair sungguh 
sangat disayangkan sekali... Kejadian-kejadian itu disebabkan mereka banyak 
menyelisihi nash-nash Al-Qur'an dan as-Sunnah, yang paling penting diantaranya 
adalah ayat :
"Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang 
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) 
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" [Al-Ahzab : 21]

Bagaimanakah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memulai perjuangan 
dakwahnya ? "Kalian tentu mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam pertama kali menawarkan dakwahnya kepada orang-orang yang menurut 
harapan beliau siap menerima kebenaran yang beliau sampaikan. Lalu beberapa 
orang menyambut dakwah beliau sebagaimana yang sudah banyak diketahui dari 
Sirah Nabawiyah. Kemudian dera siksa dan azab yang diderita oleh kaum muslimin 
di Makkah. Kemudian turunlah perintah berhijrah yang pertama (ke Habasyah) dan 
yang kedua (ke Madinah) serta berbagai peristiwa yang disebutkan dalam 
buku-buku sirah ....... Hingga akhirnya Allah mengokohkan dienul Islam di 
Madinah al-Munawwarah. Di saat itulah mulai terjadi pertempuran, mulailah pecah 
peperangan antara kaum muslimin melawan orang-orang kafir di satu sisi dan 
melawan orang-orang Yahudi di sisi yang lain.

Demikianlah sejarah perjuangan nabi ..... Jadi, kita harus memulai dengan 
mengajarkan Islam ini kepada manusia sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam memulainya. Akan tetapi sekarang ini kita tidak hanya memfokuskan 
diri kepada masalah Tarbiyah ini. Apalagi sekarang ini sudah banyak sekali 
perkara-perkara bid'ah yang disusupkan ke dalam Islam yang sebenarnya tidak 
termasuk ajaran Islam dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Islam. 
 
Oleh sebab itu, merupakan kewajiban para da'i sekarang ini adalah memulai 
dengan pemurnian kembali ajaran Islam yang sudah tercemari ini 
(tashfiyah)....Kemudian perkara kedua adalah proses Tasfiyah ini harus 
dibarengi dengan proses Tarbiyah, yaitu membina generasi muda muslim dibawah 
bimbingan Islam yang murni tadi.

Apabila kita pelajari jama'ah-jama'ah Islam yang ada sekarang ini yang 
didirikan hampir seabad yang lalu, niscaya kita dapati banyak diantara para 
pengikutnya tidak mendapatkan faedah apa-apa. Meskipun gaung dan 
gembar-gembornya mereka ingin mendirikan negara Islam. Mereka telah menumpahkan 
darah orang-orang yang tidak bersalah dengan dalih tersebut tanpa mendapatkan 
faedah apa-apa darinya ! Sampai sekarang masih
sering kita dengar banyak diantara mereka yang memiliki aqidah sesat, aqidah 
yang menyelisihi al-Qur'an dan as-Sunnah serta amal-amal yang bertolak belakang 
dengan al-Qur'an dan as-Sunnah ......

[Dinukil dari Tabloid "Al-Muslimun" 5/5/1416H edisi : 556 halaman 7. dan dari 
majalah "al-Buhuts al-Islamiyah" 49/373-377]

Ketika mengomentari makalah di atas, al-Alamah Abdul Aziz bin Baz berkata :
"Saya telah menelaah jawaban yang sarat faedah dan sangat berharga yang 
diutarakan oleh Shahibul Fadhilah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany 
wafaqahullah, diterbitkan oleh Tabloid Al-Muslimun berkenan dengan masalah 
pengkafiran orang yg berhukum dengan selain hukum Allah tanpa melihat 
perinciannya.

Menurut penilaian saya jawaban tersebut sangat berharga dan sesuai dengan 
kebenaran serta sejalan dengan sabilil mukminin (manhaj Ahlus Sunnah wal 
Jama'ah. Dalam jawaban tersebut beliau menjelaskan bahwa siapapun tidak 
dibolehkan menjatuhkan vonis kafir atas orang yang berhukum dengan selain hukum 
Allah hanya sekedar perbuatan lahiriyahnya tanpa mengetahui isi hatinya apakah 
menghalalkan tindakannya atau tidak !? Beliau berdalil dengan tafsir Abdullah 
bin Abbas Radhiyallahu 'anhu dan dari ulama-ulama Salaf lainnya ..."

[Tabloid "Al-Muslimun" 12/5/1416H edisi : 557 halaman 7]
[Dislain dari kitab Madariku An-Nazhar Fi As-Siyasah Baina Ath-Thabbiqaat 
Asy-Syar'iyah Wa Al-Ihfiaalat Al-Hamaasiyyah edisi Indonesia PandanganTajam 
Terhadap Politik Antara Haq dan Batil, penulis Syaikh Abdul Malik Ramadlan 
Al-Jazairi, hal 131-134, Pustaka Imam Bukhari]
(taken from http://almanhaj.or.id <http://almanhaj.or.id> )

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke